Petualangan Aji Di Masa Depan #PetualanganAji

Petualangan Aji Di Masa Depan #PetualanganAji
Jadiankah, Pretty dan Aji?


__ADS_3

"Pretty..." desah Aji yang sepertinya juga tak kalah berdebar-debar. Detak jantung Aji dan Pretty seperti tengah berlomba. Adu siapakah yang berdetak lebih kencang dan keras?


"Kamu bicara begitu, nembak aku yah?" Untuk kali pertama Pretty mengajukan pertanyaan yang sepertinya pertanyaan bodoh. Untuk apa ditanyakan ke seseorang yang ditaksir?


"Nembak? Seperti orang memanah, maksud kamu, Pretty?" tanya Aji lugu. Ada beberapa idiom di jaman ini yang belum dipahami Aji. Aji belum mengerti arti kata 'nembak'. Aji mengira 'nembak' adalah sejenis aktivitas yang sama persis dengan aktivitas memanah di jamannya.


...


Aji menceritakan ulang kejadian saat ia dan Pretty tengah bersama di dalam mobil Pretty kepada Lani. Kedua mata Lani melotot dan nyaris tak percaya. Akan tetapi, dilihat baik-baik, Lani mengamati betul-betul penampilan Aji, Aji tidak terlihat seperti orang yang senang berbohong.


Lani mengisap rokoknya kuat-kuat dan mengembuskannya ke bawah dekat kakinya. "Hebat kamu, Ji. Cuman kamu yang bisa buat Mbak Pretty kayak gitu. Pantesan tadi Mbak Pretty keceplosan ngomong gitu. Nggak biasanya Mbak Pretty keceplosan ngomong apa yang ada di kepalanya."

__ADS_1


"Begitu, yah, Mas," ucap Aji mengangguk-anggukan kepalanya. "Memangnya apa Pretty itu orangnya agak tertutup?"


"Mbak Pretty itu orangnya susah ditebak, yang aku tahu. Soalnya aku kerja di sini udah lumayan lama. Aku yang udah sering berhubungan sama Mbak Pretty aja, suka susah ngertiin apa maunya dia. Pikirannya susah ditebak." kata Lani coba menjelaskan kepribadian Pretty kepada Aji.


"Aku berarti sudah menjadi kekasih Pretty?" tanya Aji yang masih bingung. Sebab, Pretty belum menjawab pertanyaan Aji sebelumnya. Pretty belum menjawab pertanyaan Aji yang tentang nembak dan apakah Pretty menyukai balik dirinya.


"Kamu baru kali ini berbicara ke aku dengan aku-kamu, Pretty." ucap Aji langsung saja mengutarakan apa yang berkecamuk di kepalanya. "Apa kamu menyukai aku?"


"Kurang lebih sih gitu, kalau denger ceritamu itu. Udah, nggak usah dipikirin. Jalani aja. Nikmati aja. Yang penting, kamu harus bikin Mbak Pretty terus tergila-gila sama kamu. Bikin dia terus bangga udah punya kamu. Nanti aku ajari. Begini-gini, dulu aku ini mantan playboy, Aji."


"Eh, Mas Lani, aku mau bertanya, sebelumnya Pretty itu pernah berkata kepada aku, ai laf yu so maj. Itu artinya apa?" ujar Aji yang mengingat-ingat lagi kejadian saat itu, yang mana Pretty menghampiri Aji ke rumah Lani di malam hari.

__ADS_1


"Owalah, itu artinya aku cinta kamu, Aji. Mbak Pretty mencintai kamu, Aji. Ada rasa buat kamu."


"Oh, begitu. Memangnya itu bahasa apa?" tanya Aji lagi yang sepertinya memiliki banyak keraguan, khususnya tentang Pretty. Sementara itu, Lani juga memiliki banyak pertanyaan kepada Aji yang Aji belum jawab.


"Itu bahasa Inggris, dan kamu baru aja ditembak, eh dinyatakan perasaannya sama Mbak Pretty langsung. Mending kamu banyak cerita ke aku tentang kamu. Kamu siapa, dari mana, terus kenapa suka ngilang mendadak. Kamu bukan orang jahat, kan? Kasihan Mbak Pretty, kalau ternyata kamu punya niat tersembunyi yang kurang baik." ujar Lani yang iseng saja mengembuskan asap rokok ke arah wajah Aji.


Aji sekonyong-konyong terbatuk-batuk seraya berkata, "Aku sendiri juga bingung kenapa aku bisa sampai di dunia ini. Banyak yang tidak masuk akal cerita aku."


"Cerita aja. Aku penasaran." desak Lani.


Lalu, Aji mulai bercerita asal muasal ia bisa muncul mendadak di hadapan Pretty dan teman-temannya.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah membaca PETUALANGAN AJI DI MASA DEPAN. Jangan lupa like, vote, dan share-nya. Jangan lupa juga ide-idenya untuk pengembangan ceritanya. Bagaimanapun Author juga manusia biasa, yang tak luput dari kesalahan. Hehe.


__ADS_2