Petualangan Aji Di Masa Depan #PetualanganAji

Petualangan Aji Di Masa Depan #PetualanganAji
Aji & Kuda Putih


__ADS_3


Entah sudah jam berapa. Ah, lagipula di dunianya Aji memang tidak mengenal benda yang bernama jam. Di dunianya, ada caranya sendiri untuk Aji mengetahui waktu.


Dengan mata yang masih agak berat dibuka, Aji melihat ke arah luar gua. Sepertinya pagi akan datang. Gelapnya malam sudah tidak terlalu gelap lagi. Aji juga merasa ia tidur lumayan lama. Mungkin Aji sudah tidur di atas tujuh jam.


Aji juga terbangun karena dibangunkan oleh suara gaib tanpa wujud tersebut. Suara itu berseru kepada Aji lagi, "Pergilah, Aji. Orang-orang yang tengah mencari dan membunuhmu akan tiba di gua ini dalam beberapa menit lagi."


Aji bergidik. Tanpa sengaja Aji menggigit bibir bawahnya. "Apa itu karena aku menghabisi gerombolan orang itu sekitar sebulan yang lalu?"


"Pergilah,"

__ADS_1


Tanpa pikir panjang lagi, Aji bangkit berdiri. Ia sempatkan untuk mengucapkan beberapa kata perpisahan kepada keluarga beruang yang masih tertidur. Aji menurut begitu saja, karena sudah terpatri bahwa suara itu memang layak untuk diikuti. Aji lalu berjalan perlahan-lahan menuju luar gua.


"Ambil jalan yang sebelah kiri. Mereka datang dari arah kanan. Berlarilah semampu kamu."


Aji menurut lagi. Ia mengambil jalan yang di sebelah kiri dan mulai berlari, walau napasnya agak tersengal-sengal. Terus saja Aji berlari tanpa tahu arah. Ke mana suara gaib itu menyuruhnya, Aji menurut saja. Kadang Aji terjatuh. Aji juga belum sempat sarapan. Yang Aji pikirkan, hanyalah mengikuti tuntunan suara gaib tersebut. Hingga Aji tiba di sebuah sungai yang mana ada air terjun di dekat sungai tersebut. Ada beberapa ekor kuda di dekat sungai tersebut. Satu-dua ekor tengah minum dari aliran air sungai tersebut.


"Kamu lihat kuda putih yang tengah minum itu? Dekati dan tunggangi."


"Aku naik kuda itu?" tanya Aji meragu. Sebelumnya memang Aji pernah menaiki kuda, namun belum semahir pasukan berkuda dari kerajaan. Aji juga takut kuda itu sulit untuk dijinakkan.


Aji bergerak ke arah pohon yang ditunjuk oleh suara gaib tersebut. Benar saja, lagi-lagi suara itu tidak berbohong. Pohon itu memiliki buah-buahan yang terlihat lezat untuk dimakan. Tangan Aji segera meraih salah satu dahan yang terdekat, lalu memetik buahnya. Sepertinya buahnya bisa dimakan. Aji segera memakan buah tersebut.

__ADS_1


"Wah, manis juga," seru Aji yang segera melahap sampai habis buah tersebut. Buah yang satu habis, Aji mengambil buah yang lainnya lagi.


"Aji, jangan lama-lama. Kamu harus bergerak cepat. Mereka akan mendekat. Segera ambil kuda itu. Tenang saja, kuda itu sudah jinak. Tunggangi saja dan bergegaslah."


Terpaksa Aji menunda untuk memakan buah yang berikutnya. Sebelum Aji menaiki kuda putih itu, Aji sempatkan diri untuk minum air dulu. Rasa air ini sungguh luar biasa. Hilang sudah dahaga yang sudah lama ditahankan Aji. Selanjutnya Aji mendekati kuda putih yang ternyata malah mendekati Aji sendiri.


Wah benar kuda ini sudah jinak, pikir Aji nyengir, sebetulnya apa maksud ini semua, kenapa aku harus mengalami banyak hal aneh yang tak masuk akal.


Terima kasih yang sudah membaca PETUALANGAN AJI DI MASA DEPAN. Jangan lupa like, vote, dan share-nya. Jangan lupa juga ide-idenya untuk pengembangan ceritanya. Bagaimanapun Author juga manusia biasa, yang tak luput dari kesalahan. Hehe.


Sudahkah kalian menerima Vaksin Booster? Jika belum, dan tinggal di Jabodetabek, yuk datang ke kampus Atmajaya. Ada pula di PMI Kota Tangerang. Stay safe!

__ADS_1




__ADS_2