
...
Saat tengah menonton sebuah drama yang tengah ditayangkan di Netflix, sekonyong-konyong Pretty mulai merasakan ada yang aneh dengan saluran pencernaannya, khususnya bagian lambung. Dengan tergesa-gesa Pretty bergegas menuju kamar mandi yang tak jauh dari kamarnya. Pretty langsung menghampiri ****** dan memuntahkan isi perutnya.
"Aneh," desis Pretty. "Gue salah makan apa, yah? Mendadak perut gue nggak nggak enakan."
...
Kebetulan saja Pretty melewati rak tersebut. Pikiran Pretty terbayang-bayang kepada kejadian tadi pagi. Apa mungkin, pikir Pretty gelisah. Pretty beringsut lebih dekat. Diambilnyalah, salah satu produk yang terpajang. Sekarang sebuah testpack tengah berada di tangan Pretty.
Pretty tersenyum sendiri. Agak kalut juga. Jantung Pretty mendadak berdebar-debar lebih kencang dari biasanya. Pretty lalu menimang-nimang testpack tersebut. Bibir bawah Pretty tanpa sengaja tergigit. Pretty sedikit mengaduh kesakitan.
Salah seorang pramuniaganya menghampiri Pretty. Tampaknya si pramuniaga memiliki pemikiran tersendiri. Lagipula dari postur Pretty saja, itu merupakan hal yang wajar jika si pramuniaga itu memiliki pemikiran bahwa Pretty hamil. Di jaman sekarang remaja SMA saja sudah hamil. Apalagi Pretty yang berusia di atas dua puluh tahun. Kelihatanya juga Pretty merupakan wanita pengusaha. Lihat saja blazer warna biru tua yang Pretty kenakan. Tas tangan itu juga, walau Pretty lebih suka mengenakan ransel atau tas selempang. Ah, Pretty sangat mirip seorang pekerja-pekerja korporat yang masuk di jam sembilan pagi, lalu keluar di jam lima sore, dan jam kerjanya bisa bertambah jika membutuhkan uang lebih atau ingin naik jabatan.
__ADS_1
Si pramuniaga tersenyum.
Pretty balas tersenyum.
Ujar si pramuniaga, "Ada yang bisa dibantu?"
Pretty hanya nyengir dan meletakkan testpack itu ke raknya lagi.
"Nggak usah malu, Kak, buat belinya. Hal yang wajar, kok. Kakak juga kelihatannya udah nikah. Pasangan muda, yah. Baru-baru nikah. Lagi hot-hot-nya." kata si pramuniaga asal saja. Walaupun demikian, dugaan si pramuniaga tak bisa disalahkan. Siapapun yang melihat Pretty dengan pakaian ala pekerja korporat dengan memegang testpack, pasti akan berpikir hal yang serupa. "Atau si kakak ragu-ragu, karena kehamilannya nggak diinginkan?"
Sembari berjalan secepat mungkin, samar-samar Pretty mendengar bisik-bisik tak enak. Yah, Pretty sepertinya tengah digosipkan. Pretty tak peduli dan terus berjalan menuju mobilnya. Di dalam mobil, entah ada angin apa, Pretty malah membuka bungkus testpack tersebut. Semuanya terjadi begitu saja tanpa bisa Pretty cegah.
"Ini, cara pakainya gimana?" tanya Pretty bingung.
__ADS_1
Tanpa pikir panjang lagi, Pretty mengambil ponsel dan mencarinya di mesin pencari. Kata kuncinya adalah 'cara menggunakan testpack'. Di saat itu, Pretty tersentak. Bagaikan seseorang yang terlepas dari hipnotis, wajah Pretty serta merta memerah. Testpack itu dilempar Pretty ke bangku di sebelahnya.
"Aduh, otak gue lagi korslet, yah?" gerutu Pretty. "Ngapain juga gue beli testpack? Mending uangnya gue pake beli nasi goreng. Perut gue laper. Lagian nggak mungkin juga gue hamil. Hamil sama siapa lagian. Ngelakuin aja belum pernah. Nonton BF sih pernah, tapi gue kan nggak pernah ngelakuin. Mungkin aja cuma gejala masuk angin aja, kali. Ada-ada aja."
Terima kasih yang sudah membaca PETUALANGAN AJI DI MASA DEPAN. Jangan lupa like, vote, dan share-nya. Jangan lupa juga ide-idenya untuk pengembangan ceritanya. Bagaimanapun Author juga manusia biasa, yang tak luput dari kesalahan. Hehe.
...Untuk pemesanan: ...
... Nuel Lubis ...
...📱 My Whatsapp (0877-9175-6320)...
__ADS_1
...📩 immanuel.lubis@gmail.com...
...Link ORL HDI: https://www.hdione.com/orl/nuellubis...