Petualangan Aji Di Masa Depan #PetualanganAji

Petualangan Aji Di Masa Depan #PetualanganAji
Di Tengah Meditasi, Masih Terpikirkan Aji


__ADS_3

Sekarang ini Pretty tengah berada di dojo kepunyaan temannya yang seorang master aikido. Aikido merupakan salah satu beladiri yang Pretty kuasai. Walau terlihat lemah, Pretty tidak selemah kelihatannya. Berani macam-macam dengan Pretty, terempas kalian ke tanah. Selain aikido, Pretty sudah bersabuk hitam di karate.


Pretty tengah berada dalam sesi meditasi. Ia duduk bersila. Kedua mata tertutup. Jiwa Pretty mulai lepas dan mengembara. Meditasi ini bukanlah pengalaman pertama Pretty. Jiwa Pretty tidak sampai mengembara hingga berkilo-kilometer jauhnya. Hanya di sekitar dojo saja.


Untuk menemani meditasi, Iman memasang musik yang sangat lembut. Berbahasa Mandarin, dan jelas, Pretty fasih berbahasa Mandarin. Pretty terlihat cukup paham apa makna dari musik meditasi tersebut. Tidak penting artinya, yang penting syahdu dan menenangkan batinnya yang akhir-akhir ini tengah gelisah. Pretty mulai bisa merelaksasikan. Pretty mengabaikan bayangan-bayangan yang mengganggu pikirannya. Menurut Iman, kunci dari suksesnya meditasi adalah penguasaan diri. Kita harus bisa menguasai dan mengendalikan diri.


"Tarik, embus,..." desis Pretty yang masih dalam posisi meditasi.


Akhir-akhir ini Pretty akui ia sulit fokus. Semenjak Aji menghilang, Pretty tak bisa berkonsentrasi dengan mudah. Sering terpikirkan sosok Aji. Pretty mulai merasa hal ini tidak wajar. Harus dilawan dan tak bisa begini terus. Walaupun demikian, bagi Pretty, itu terasa sulit sekali.

__ADS_1


Sekonyong-konyong Pretty mulai merasakan sesuatu yang aneh. Selama kedua matanya terpejam, Pretty melihat bayangan-bayangan aneh di pikirannya. Di dalam pikirannya, Pretty menyaksikan Aji tengah bergelut dengan banyak orang. Lebih dari sepuluh orang, yang coba dilawan Aji. Aji terkepung dan sepertinya Aji sudah babak belur, yang nyaris sekarat. Dalam hati, Pretty berharap Aji tidak kalah apalagi mati sia-sia. Jangan mati dulu, plis, cemas Pretty dalam hati, kamu pasti bisa, ayo dilawan.


Keringat mulai membasahi wajah Pretty. Yang tadinya tenang, sekujur tubuh Pretty mendadak tegang. Dahi Pretty berkerut. Spontan Pretty menggigit bibir bawah. Pretty juga menelan air liurnya. Tanpa tedeng aling-aling, Pretty membuka mata. Iman memperhatikan sedari tadi. Langsung saja Iman mendekati Pretty.


"Pretty, kenapa?" tanya Iman yang meletakkan tangannya di dahi Pretty. "Lu pucat banget. Sehat?"


Pretty membuka matanya. Napasnya terengah-engah. "Nggak apa-apa. Gue nggak apa-apa. Cuma dapet visual nggak enak aja barusan."


"Thank's, tapi beneran gue nggak apa-apa," ucap Pretty tersenyum.

__ADS_1


"Lu lagi mikirin seseorang?" tebak Iman tersenyum.


Pretty terperanjat dan tersenyum pula.


"Kelihatan dari mata lu. Kebaca aja dari sana. Gue kan udah lama mendalami aikido, Pretty. Gue paham banget kondisi mata kayak gitu." jawab Iman sebelum Pretty bertanya.



Terima kasih yang sudah membaca PETUALANGAN AJI DI MASA DEPAN. Jangan lupa like, vote, dan share-nya. Jangan lupa juga ide-idenya untuk pengembangan ceritanya. Bagaimanapun Author juga manusia biasa, yang tak luput dari kesalahan. Hehe.

__ADS_1


Jangan lupa baca juga novel SURAT BALON UNTUK IBU. Yang menulis juga aktif menjalankan sebuah toko buku online, loh. Kenalkan, namanya Sukma EQ. Cari buku dengan harga tak terlalu mahal, bisa ke akun Instagram @sukmaeq_cafebook yah.



__ADS_2