Petualangan Aji Di Masa Depan #PetualanganAji

Petualangan Aji Di Masa Depan #PetualanganAji
Morning Glory


__ADS_3


Pretty Morning Glory Sumaili. Itu adalah nama panjangnya. Sumaili itu nama keluarganya. Sementara Morning Glory merupakan nama bunga yang ibu Pretty lihat saat hendak melahirkan Pretty. Ibunya berharap Pretty bisa tumbuh seseorang yang cantik dan akan seperti bunga Morning Glory. Walau tumbuhnya sebentar saja, bunga itu sudah bisa memberikan kesan luar biasa mendalam saking indahnya.


Bunga itu masih Pretty pegangi. Bunga Morning Glory berwarna ungu ini masih tersimpan di dalam buku catatan hariannya. Dulunya bunga ini tumbuh begitu subur. Semenjak satu kejadian (yang berhubungan dengan Salman), Pretty seolah lupa untuk merawatnya. Yang tersisa, dan karena Pretty ogah untuk merawatnya lagi, satu tangkai diawetkan, lalu dijadikan pembatas buku. Pretty memang pemalas. Jangan pernah memberikan tugas kepada Pretty sesuatu yang berbau rutinitas. Kalau tidak malas, yah lupa. Karena Pretty sering lupa akan beberapa hal, segala sesuatu yang hendak dilakukan, harus tertulis dulu di buku catatan tersebut.


Dipandanginya lekat-lekat bunga Morning Glory tersebut, Pretty teringat momen-momen itu lagi. Sebab, bunga yang dipeganginya merupakan pemberian dari Salman, sepupu Shania. Bunga itu diberikan di hari ulang tahun Pretty yang ketujuhbelas. Perasaan Pretty saat itu berbunga-bunga. Itu kali pertama Pretty diberikan kado oleh lawan jenis. Jangan salah, Pretty tidak mencintai Salman. Hanya berbunga-bunga dengan pemberiannya, mencintai Salman tidak. Itu baru disadari Pretty beberapa hari setelah ulang tahunnya. Pretty sadar ia menganggap Salman hanya sebatas teman. Tidak lebih dari sahabat yang sering memberikan nasehat-nasehat berharga untuk Pretty. Pretty tidak merasakan keberadaan Salman sebagai seseorang spesial yang harus diingat, dirindukan, apalagi diperjuangkan. Feel sebagai seorang kekasih itu tidak dirasakan oleh Pretty kepada Salman.

__ADS_1


Lantas, kenapa bunga itu terus disimpan hingga Pretty muak untuk merawatnya? Pretty hanya baru kali pertama melihat bunga Morning Glory, yang ternyata seindah gosipnya. Bunga itu mengingatkan dirinya akan kata-kata ibunya agar membuat hidupnya seperti bunga Morning Glory. Walau sebentar, sudah memberikan kesan luar biasa mendalam. Hanya itu, dan tidak lebih. Bukan karena perasaan cinta belaka.


Sekonyong-konyong Pretty teringat kata-kata Salman kepada dirinya tempo lalu. "Kita, kan, udah sering chat, yah, Pretty. Kalau kamu nanya, aku jawab. Aku juga sering kasih nasehat berharga ke kamu kalau kamu lagi ada masalah. Aku makin merasa kamu udah kayak pacar aku aja, sih. Kamu gimana? Apa kamu merasakan perasaan yang sama?"


Awalnya Pretty hanya bergeming beberapa menit, hingga bibirnya terbuka juga. Pretty tertawa. "Yah, kita kan sahabat, Salman. Bukannya sesama sahabat harus begitu? Kalau sahabatnya butuh, dia selalu ada."


Pretty tertawa terbahak-bahak. Mungkin jika Salman melihat, Salman akan mengira Pretty sebagai seorang psycho. Pretty tertawa karena sedikit menyesali keputusannya menolak Salman langsung. Pretty serasa jahat sekali akan kata-katanya kepada Salman.

__ADS_1


"Yah, habis mau gimana lagi, feel gue untuk dia selalu sama. Dia sahabat yang menyenangkan, teman berbagi yang asyik, tapi gue belum merasa dia itu sebagai someone special. Bahkan waktu dia nembak gue pertama kali, gue aja bingung cinta itu apa. Sorry deh, kalau gue jadi jahat. Nggak ada maksud matahin hati dia."


Pretty mengepalkan sebelah tangan. "Udah, ah. Cewek secantik Pretty Morning Glory pantang buat menye-menye. Gue harus bisa bikin hidup gue kayak bunga Morning Glory ini."


Hingga beberapa tahun setelahnya, sepertinya Pretty mulai bisa merasakan apa itu cinta sebenarnya. Serasa berbeda dan sangat menyenangkan. Apakah ini yang namanya jatuh cinta? Pretty sangat merasakan hal itu saat dirinya tengah bersama laki-laki asing yang belum lama ia kenal, yang bernama Aji. Rasanya Pretty ingin terus bersama Aji. Wajah sosok Aji sudah menguasai segenap pikirannya.


Terima kasih yang sudah membaca PETUALANGAN AJI DI MASA DEPAN. Jangan lupa like, vote, dan share-nya. Jangan lupa juga ide-idenya untuk pengembangan ceritanya. Bagaimanapun Author juga manusia biasa, yang tak luput dari kesalahan. Hehe.

__ADS_1


__ADS_2