Petualangan Aji Di Masa Depan #PetualanganAji

Petualangan Aji Di Masa Depan #PetualanganAji
Aji Dibawa ke Suatu Tempat


__ADS_3


Aji kaget. Luar biasa kaget saat Aji membuka mata. Apa yang sebenarnya tengah terjadi. Ratusan orang ini terkapar di atas rerumputan. Bau darah di mana-mana. Bau anyir ini sangat menusuk hidung Aji pula.


Kedua mata Aji menjelajahi sekitar Aji. Salah satu korban didekati Aji. Sudah tak bernapas, pikir Aji menelan air liur. Karena masih tak yakin, Aji mendekati dua-tiga orang korban. Hasilnya tetap sama. Mereka semua memang sudah tidak bernapas. Yang Aji bisa ingat, mendadak Aji diserbu, lalu badannya bergerak sendiri seperti kesurupan, hingga pedang Excalibur ini seperti menuntun Aji agar melawan gerombolan orang yang memusuhi Aji ini. Saking bergerak secara cepatnya, kedua mata Aji sampai terpejam. Samar-samar Aji memang mendengar suara lenguhan.


Aji memandangi baik-baik pedang tersebut. Tangan Aji mengelus-elus bilahnya. Kata Aji dengan kagum, "Ini benar-benar pedang sakti. Mungkin pedang keramat juga. Aku beruntung memiliki pedang seperti ini. Sungguh anugerah dari Sang Pencipta."


Sekonyong-konyong ada suara tanpa wujud yang berujar ke Aji. "Segeralah pergi dari tempat itu. Berbahaya jika kamu terus menerus di sana. Jangan terlalu terbuai dengan apa yang sudah terjadi. Pergilah, Aji."


Aji berusaha mencari-cari asal suaranya. Tak ditemukan orang lain selain jenazah-jenazah ini. Suara itu juga bukan sembarang suara. Seperti ada unsur magis. Bagaikan datang dari dunia para dewa.

__ADS_1


"Pergilah, Aji."


"Kamu suruh aku pergi ke mana?" tanya Aji mengerutkan dahi.


"Balikkan badanmu dan mulailah berjalan."


Aji mulai membalikkan badan. "Lalu, aku hanya berjalan tanpa arah begitu saja?"


Aji menelan air liur. Walau masih meragu, hati nurani Aji juga sepertinya menyuruh hal yang sama. Tampaknya berbahaya jika Aji terus berada di tempat ini. Orang-orang ini sepertinya memiliki penggerak tersendiri. Mungkin mereka semua dikendalikan untuk menyerang Aji beramai-ramai. Aji baru sadar dan ingat setiap perkataan dan gerak-gerik mereka aneh nan mencurigakan. Jika analisa Aji benar, apa landasan ini semua bisa terjadi?


Bagaikan bisa membaca pikiran Aji, suara itu menjawab, "Hanya bergeraklah. Berjalanlah sesuai tuntunanku. Aku pasti akan menjelaskan segala sesuatu yang ingin kamu ketahui. Aku di pihakmu juga. Tidak akan pernah mungkin aku menjerumuskanmu dalam marabahaya."

__ADS_1


Aji malah bengong. Pikir Aji, wah, mungkin ini suara dewa. Dewa sendiri yang berbicara kepada aku.


Tanpa berpikir lagi, Aji mulai berjalan. Selangkah demi selangkah ia mulai menapakkan kaki. Sekarang di pikiran Aji hanyalah berjalan dan terus berjalan. Jika berada di persimpangan, suara itu akan memilihkan jalan mana yang terbaik. Selalu seperti itu hingga tanpa terasa Aji sudah berada di depan mulut sebuah gua. Dari dalam gua, terdengar suara raungan beruang. Aji takut beruang ini memiliki tubuh yang cukup besar dan hendak mencabik-cabik Aji. Membayangkan hal itu saja, sudah membuat Aji merinding setengah mati.


"Jangan takut, Aji. Aku sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Beruang itu juga sudah aku jinakkan."


Entah mengapa ketakutan Aji segera sirna. Aji memantapkan diri untuk masuk ke dalam gua. Benar saja, beruang itu sama sekali tidak menyerang Aji. Keluarga beruang itu sama sekali jinak.


"Beristirahatlah di dalam gua ini terlebih dahulu. Tunggu instruksi dari aku."


__ADS_1


Terima kasih yang sudah membaca PETUALANGAN AJI DI MASA DEPAN. Jangan lupa like, vote, dan share-nya. Jangan lupa juga ide-idenya untuk pengembangan ceritanya. Bagaimanapun Author juga manusia biasa, yang tak luput dari kesalahan. Hehe.


__ADS_2