
Aji memperhatikan Pretty diam-diam. Entah mengapa jantung Aji menjadi berdebar-debar. Pun, Aji merasa Pretty sedikit lebih gendut dari biasanya. Rasa-rasanya bentuk fisik Pretty berubah sekali. Pinggul Pretty sedikit lebih naik ke atas dan agak membesar. Perut Pretty agak lebih membesar dari biasanya. Walau terlihat agak lebih gendut, di mata Aji, Pretty tetap terlihat cantik. Malah lebih cantik dari biasanya.
"Ehem," Pretty berdeham, yang tengah berkonsentrasi menyetir mobil. Diperhatikan seperti itu oleh laki-laki yang ia taksir, wajah Pretty memerah. "Kenapa, Aji?"
"K, kamu agak berubah, Pretty," jawab Aji agak takut-takut.
"Lebih cantik, kah?" tanya Pretty iseng saja, malu-malu.
"Maaf, kamu agak gendut sekarang. Seperti orang hamil." ujar Aji tertunduk malu. Aji takut dengan ekspresi marah Pretty. Takut sekaligus tidak suka. Menurut Aji, sebaiknya Pretty jangan sampai marah-marah. Jika sampai marah-marah, kecantikan Pretty akan luntur.
Entah mengapa Pretty sendiri malah tertawa. Aji jadi kebingungan. Pretty dan Aji dalam perjalanan menuju makam Lani, mantan satpam rumah Pretty yang sudah lama meninggal. Beberapa bulan setelah Aji menghilang, telah banyak kejadian aneh (menurut Pretty) terjadi. Salah satunya, Lani tiba-tiba saja ambruk di hadapan kedua orangtua Pretty. Walau sempat dilarikan ke rumah sakit, sayangnya takdir berkata lain, Lani mengembuskan napas terakhir di dalam mobil ayahnya Pretty. Pretty sendiri mendadak ingin berziarah ke makam Lani setelah dinyatakan positif hamil oleh dua buah testpack (yang nantinya Pretty berencana untuk menguji sekali lagi ke dokternya langsung).
"Aku lagi agak banyak makan aja sekarang. Cuma itu, kok." ucap Pretty tersenyum.
"Oh," kata Aji balas tersenyum. "tapi kamu tetap terlihat cantik walau agak gendut. Aku tetap suka."
...Demi Lovato - Cool for the Summer...
...Tell me what you want, what you like, it's okay...
...I'm a little curious too...
__ADS_1
...Tell me if it's wrong, if it's right, I don't care...
...I can keep a secret, can you?...
Pretty tidak menjawab dan malah menyalakan sebuah lagu. Lagu yang pernah dipopulerkan oleh Demi Lovato. Pretty menyanyikan lagu tersebut sambil sesekali nyengir ke arah Aji, yang bagaikan tengah berusaha memberikan kode-kode tertentu untuk Aji. Kali ini, jelas sekali Pretty sangat menyukai Aji. Pretty jatuh cinta terhadap sosok Aji yang masih misterius keberadaan dan asal-usulnya. Sepertinya Pretty menyukai sesuatu yang berada di dalam diri Aji, bukannya sesuatu yang terlihat oleh mata fisik. Jarang sekali ada seseorang yang menyukai inner beauty orang lain. Jikalau ada, ada yang bilang mungkin itu cinta yang tulus seperti langit yang sudah menerima senja yang tak elok kelihatannya.
Pretty tersenyum ke arah Aji.
Aji balas tersenyum.
Di saat keduanya saling menatap, mendadak sepertinya ada yang mengusik batin Aji. Telinga batin Aji sepertinya mendengar sebuah bisikan. Aji merasa itu seperti suara Slamet.
__ADS_1
"Aji, kamu baik-baik saja? Sehat, kah?" tanya Pretty yang kebingungan menyaksikan bibir Aji yang mendadak komat-kamit sendiri.
Aji tersentak. "Eh, a, aku, aku baik-baik saja, Pretty."
Ada semacam kelegaan yang luar biasa di dalam diri Pretty saat ia mendengar langsung bahwa Aji baik-baik saja. Juga, ada semacam kekhawatiran yang dirasakan Pretty jika Aji tidak dalam kondisi baik-baik saja. Seharusnya Pretty memperhatikan kondisinya. Walaupun persoalan hamil belum terbukti seratus persen benar, tetap Pretty harus lebih memperhatikan kondisi dirinya. Akhir-akhir ini Pretty tengah sibuk sekali. Sebagai seorang wedding organizer, Pretty tengah kebanjiran orderan. Belum lagi, sekitar tiga minggu yang lalu Pretty diganggu oleh beberapa orang. Sepertinya ada beberapa orang yang tengah menjatuhkan Pretty. Masa Pretty dituduh melakukan sesuatu yang Pretty tidak merasa melakukan? Setelah dikroscek ke Tasya yang cukup paham mengenai dunia digital, tangkapan layar chat yang disodorkan ke Pretty ternyata palsu. Seperti sebuah tangkapan layar yang sudah didesain agar terlihat asli. Yang mana Pretty amat terganggu dengan keberadaan tangkapan layar tersebut. Sangat terintimidasi.
"Sebaiknya Pretty yang seharusnya lebih menjaga diri. Sejak kira bertemu lagi untuk pertama kali, aku merasa Pretty tidak dalam kondisi yang bagus. Kasihan juga dengan janin kamu, Pretty." kata Aji berusaha menyemangati Pretty.
Pretty terbelalak. "Hah? Janin?"
Terima kasih yang sudah membaca PETUALANGAN AJI DI MASA DEPAN. Jangan lupa like, vote, dan share-nya. Jangan lupa juga ide-idenya untuk pengembangan ceritanya. Bagaimanapun Author juga manusia biasa, yang tak luput dari kesalahan. Hehe.
...Untuk pemesanan:...
...Nuel Lubis...
...📱 My Whatsapp (0877-9175-6320)...
__ADS_1
...📩 immanuel.lubis@gmail.com...
...Link ORL HDI: https://www.hdione.com/orl/nuellubis...