Petualangan Aji Di Masa Depan #PetualanganAji

Petualangan Aji Di Masa Depan #PetualanganAji
Aji Kembali


__ADS_3

Aji kaget. Pemandangan di sekitarnya berubah drastis. Sebelumya Aji masih berada di satu ruangan yang disewa untuk dirinya. Tempat itu nyaman sekali. Aji merasa seperti di surga. Ada air mancur pribadi (maksudnya, shower), kotak aneh ajaib nan misterius (televisi), hingga sinar matahari (lampu apartemen) dan udara dingin seperti di pegunungan (AC). Kini Aji berada di tempat yang sepertinya Aji kenal.


Yah, ini sepertinya di dunianya. Apakah Aji sudah berada di jamannya? Aji langsung merebahkan diri di atas rerumputan. Aji sangat merindukan bau rumput asli, bukannya rumput jadi-jadian (karpet). Ada pemandangan hutan belantara di depannya. Dengar juga suara gemericik air sungai. Baru kali ini Aji senang melihat seekor babi hutan, yang tidak untuk diburunya. Dipeluknya, babi hutan tersebut. Babi hutan itu meronta-ronta.


"Gusti, terima kasih sudah mendengar doa hamba. Mungkinkah hamba sudah pulang?" Aji mengedarkan pandangan ke sekelilingnya.


Langitnya, bebauan yang masuk ke hidung Aji, suara gemericik sungai, beberapa ekor babi hutan di sekitarnya, juga seekor anak sapi muda yang melintasinya. Aji makin yakin ia sudah pulang. Segera Aji merentangkan kedua tangan dan berteriak, "AKU PULAAAAAAANGGGG!!!!"


Aji sekonyong-konyong berlari sejauh instingnya menuntunnya. Ia hanya ingin berlari dan segera menuju rumahnya. Ingin rasanya menemui ibunya yang sudah cukup tua dan sering sakit-sakitan. Setelah itu, Aji kangen berburu menjangan, menyembelihnya, memasaknya, dan mempersembahkan dagingnya kepada ibu tercinta. Belum pernah Aji sebahagia ini. Sangat luar biasa. Seperti seorang anak kecil yang dibebaskan dari hukuman kurungan di dalam gudang nan gelap.

__ADS_1


Terus saja Aji berlari hingga melewati sawah. Ah, itu bukannya Krisna. Krisna, teman seperguruannya, tengah membajak sawah. Aji mempercepat langkahnya menuju Krisna.


Krisna berhenti sejenak dan terenyak. "Ini benar kamu, Aji?"


"Ini aku, Krisna. Rekanmu di perguruan milik Empu Batara. Apa kabar, kamu?" jawab Aji yang langsung memeluk Krisna.


Krisna tersedu sedan. Ia meninju bahu Aji. "Orang-orang sekampung mencari kamu selama ini. Ke mana saja kamu selama ini? Setahun menghilang tanpa jejak. Banyak yang mengira kamu diculik genderuwo. Ada juga yang mengira kamu diculik pasukan Mongol yang masih berkeliaran di daerah sini. Aji, semuanya merindukan kamu. Aji mana, Aji mana. Aku sampai iri. Kamu begitu terkenal sampai ke istana."


"Jangan menghilang lagi, Kawan. Kasihan ibumu. Selera makannya hilang sejak kepergianmu. Selama ini aku yang mengurus beliau." Giliran Krisna yang memeluk Aji.

__ADS_1


Aji menangis. "Terima kasih, sahabat setiaku. Panjang ceritanya. Aku sendiri bingung apakah aku harus menceritakannya atau tidak. Jika kuceritakan, kamu pasti tidak akan percaya."


"Ceritalah. Kita sudah berteman sejak kecil, bukan? Masalahmu, masalahku juga. Ada apakah gerangan?" desak Krisna.


Aji tersenyum. "Ternyata bidadari itu ada, Kawan. Aku bertemu bidadari-bidadari cantik. Yang paling cantik bahkan mencium bibirku. Seperti mimpi saja. Aduh, bahagianya hatiku."


Krisna tertawa terbahak-bahak. "Kamu tidak terus menerus tidur atau bertapa dalam gua, bukan? Bidadari itu tidak ada. Itu hanya karangan para empu agar kita patuh."


"Tidak, aku benar-benar pergi ke dunia lain dan bertemu bidadari-bidadari cantik. Awalnya aku tengah berburu, mendadak langitnya terasa aneh. Ada lubang hitam di langit dan aku seperti tertarik ke sana. Seketika itu juga aku berpindah tempat dan bertemu bidadari-bidadari cantik. Mereka memperlakukan aku seperti bangsawan saja. Yang namanya Pretty itu luar biasa cantik. Putih, mulus, sentuhan bibir yang menakjubkan,... berbeda sekali dengan perempuan-perempuan di desa ini." tutur Aji dengan sangat antusias.

__ADS_1


Krisna mengamat-amati wajah Aji. Tampaknya Aji sangat serius dalam menceritakan ceritanya. Mungkin benar Aji pergi ke dunia lain. "Ya, aku percaya. Sekarang, lebih baik kita ke rumah kamu dulu. Selebihnya ceritakanlah kepadaku. Ibumu pasti senang sekali melihat kamu, Aji."


Terima kasih yang sudah membaca PETUALANGAN AJI DI MASA DEPAN. Jangan lupa like, vote, dan share-nya. Jangan lupa juga ide-idenya untuk pengembangan ceritanya. Bagaimanapun Author juga manusia biasa, yang tak luput dari kesalahan. Hehe.


__ADS_2