Petualangan Aji Di Masa Depan #PetualanganAji

Petualangan Aji Di Masa Depan #PetualanganAji
Entah Di mana Aji Berada


__ADS_3

Aji menyaksikan ke sekelilingnya. Ia bingung untuk menggambarkan tempat ini. Serba hitam. Serba gelap. Ada banyak garis yang bergerak maju-mundur. Ada yang searah dengan Aji. Ada pula yang berlawanan dengan Aji. Sementara Aji, ia tak bisa berbuat apa-apa. Sekujur tubuhnya terasa kaku. Tak bisa digerakkan. Walaupun demikian, seperti ada kekuatan misterius yang terus mendorong tubuh Aji, lalu membawa Aji entah ke mana.


Aji bingung, juga takut. Dalam hati, Aji terus menerus mengucapkan doa kepada Sang Pencipta. Aji meminta kejelasan kepada Sang Pencipta untuk apa yang terjadi kepada dirinya. Segala sesuatunya terjadi begitu saja. Ini bukan kemauan Aji. Aji tidak menginginkan kehidupan yang seperti ini. Aji tak pernah menduga dirinya akan mengalami ini semua. Hidup yang nomaden. Hidup yang berpindah-pindah, entah berpindah-pindah apa (jamankah? dunia lainkah?).


"Kali ini aku hendak Kau bawa ke manakah?" desis Aji kalut.


Sekonyong-konyong di hadapan Aji muncul sinar yang begitu terang dan mengalahkan kegelapan di sekeliling Aji. Aji merasa seperti mendapatkan pengharapan. Aji tersenyum lebar, walau kalut juga. Kali ini ke dunia yang mana Aji akan dibawa?


Tubuh Aji terus bergerak maju dan menuju lingkaran yang bercahaya terang tersebut. Sepertinya cahaya itu menyedot Aji. Aji berdoa, semoga tempat ini sama baiknya dengan dunia Pretty. Satu hal lagi, Aji tak perlu belajar bahasa. Omong-omong, tokoh Aji di novel ini pemalas. Aji cenderung bersikap ogah-ogahan jika menemui satu hambatan. Entah siapa yang mengajarkan, entah sejak kapan juga, Aji cenderung lesu jika dalam menghadapi sesuatu, hambatannya itu sukar untuk dihadapi dirinya.

__ADS_1


ZEEEP!!!


Tubuh Aji terlempar. Aji langsung melihat ke sekelilingnya. Serba gelap. Ini lebih parah daripada dunia Pretty. Bulu roma Aji berdiri. Aji menelan air liurnya. Entah kenapa Aji merasa dunia kali ini benar-benar ditempati oleh makhluk-makhluk yang bukan manusia. Mungkin yang sejenis dengan Sabda Palon dan sebangsanya.


Aji bangkit berdiri. Dengan ketakutan masih menyelimuti sekujur tubuh, Aji memberanikan diri untuk mulai berjalan. Selangkah demi selangkah. Biar bagaimanapun berjalan lebih baik daripada berdiam diri di satu tempat. Aji berjalan sembari merapalkan doa. Aji juga terus menelan air liur saking takutnya. Pun Aji berharap ada keajaiban. Semoga saja Aji dibawa pergi dari tempat semengerikan ini.


"HAHAHAHA....."


Aji kaget. Sekonyong-konyong ada sosok berjubah serba hitam yang berdiri di hadapan dirinya. Sosok berjubah hitam itu membawa semacam tongkat yang mana ujungnya berduri. Yang membuat Aji makin ketakutan, ternyata sosok berjubah hitam itu tidak memiliki wajah. Aji tak mendapati adanya mata, hidung, atau mulut di wajah sosok tersebut. Ya Gusti, ke mana Engkau bawa hamba ini, doa Aji dalam hati.

__ADS_1



Terima kasih yang sudah membaca PETUALANGAN AJI DI MASA DEPAN. Jangan lupa like, vote, dan share-nya. Jangan lupa juga ide-idenya untuk pengembangan ceritanya. Bagaimanapun Author juga manusia biasa, yang tak luput dari kesalahan. Hehe.


Rekomendasi buku-buku murah, nih 👇


083134145402 @sukmaeq_cafebook


Jangan lupa untuk membaca juga "Terpaksa Menikahi Tuan Muda" yang ditulis oleh La Sheira. Ada, kok, di NovelToon ini. Belum menghilang seperti tokoh Aji yang suka menghilang di #PetualanganAji ini.

__ADS_1



__ADS_2