Petualangan Aji Di Masa Depan #PetualanganAji

Petualangan Aji Di Masa Depan #PetualanganAji
Mendadak Aji Kesakitan


__ADS_3

Awalnya Aji bersikap biasa saja. Cenderung seperti orang yang tengah jatuh cinta. Karena memang Aji tengah jatuh cinta. Aji sepertinya begitu tergila-gila dengan Pretty. Aji coba memejamkan mata sembari nyengir, yang membuat ia diledeki Lani dan anaknya.


"Ya sudah, kamu tidur," ujar Lani ikut nyengir dan *******-***** kepala Aji. "Mbak Pretty nggak bakal ke mana-mana. Yang namanya jodohnya nggak bakal pergi. Kata orang, bakal selalu di hati. Beruntung juga kamu, Aji. Perasaan kamu terbalaskan. Mbak Pretty juga suka sama kamu."


"Ah, Pak Lani, bisa saja," timpal Aji yang lalu mengambil sarung berwarna hijau untuk menutupi tubuh bagian bawahnya dari serangan nyamuk. Entah di jamannya, entah di jaman sekarang ini, yang namanya nyamuk tetap saja menjadi pengganggu terbaik saat kita tidur.


Lani dan anaknya juga mulai meninggalkan Aji agar Aji bisa berkonsentrasi untuk masuk ke dalam alam mimpi. Aji coba memejamkan kedua mata. Aji tetap mengumbar senyum pertanda ia tengah kasmaran. Di kepalanya Aji membayangkan wajah Pretty yang menurut Aji secantik bidadari dari kahyangan. Semenit, dua menit, lima menit, enam menit, hingga lima belas menit sudah berlalu. Dasar Aji. Bukannya tertidur, Aji masih saja terus membuka kedua matanya. Sekonyong-konyong Aji mulai merasakan ada yang aneh dari raganya. Seperti ditusuk oleh jarum, jantung Aji. Mendadak kaki kiri Aji seperti terbakar api. Sementara kaki kanan Aji seperti dipukul oleh balok kayu. Sakit sekali setiap Aji akan meluruskan kedua kaki. Padahal jam sudah menunjukkan pukul satu pagi, apesnya Aji malah ingin ke kamar mandi. Perutnya terasa sakit sekali. Aji langsung bangkit dan terbirit-birit menuju kamar mandi.

__ADS_1


Sembari mengisap rokok kreteknya, Lani memperhatikan Aji dengan heran. Tak hanya heran, Lani juga takut dan bingung. Apalagi di luar terdengar bunyi tak jelas dari arah langit. Seperti mau hujan, padahal seharian ini langit sangat cerah dan jauh dari kata hujan. Lani bergegas keluar rumah dengan paniknya. Begitu di luar rumah, Lani


sontak bergidik. Tak biasanya angin malam sekencang ini. Suara geluduk-geluduk di langit makin terdengar tidak menyenangkan untuk Lani. Seperti mau turun hujan badai. Seingat Lani, reporter berita beberapa jam yang lalu tidak pernah mengabarkan akan turun badai. Ini jelas di luar prediksi. Lani mendadak menggigit bibir bawahnya, lalu kembali menuju ke arah kamar mandi.


Tok, tok, tok. Lani mengetuk pintu kamar mandi. Seru Lani, "Kamu baik-baik saja, Aji?"


Tampaknya Aji benar-benar menghilang. Seluruh sudut sudah Lani datangi bersama anaknya. Aji tak kunjung ditemukan. Kejadian ini sama persis saat Aji menghilang dari apartemen Shania.

__ADS_1


"Edan ini Aji!" umpat Lani. "Aji, sampeyan pergi ke mana malam-malam begini?"



Terima kasih yang sudah membaca PETUALANGAN AJI DI MASA DEPAN. Jangan lupa like, vote, dan share-nya. Jangan lupa juga ide-idenya untuk pengembangan ceritanya. Bagaimanapun Author juga manusia biasa, yang tak luput dari kesalahan. Hehe.


Eh, ternyata novel "TERPAKSA MENIKAHI TUAN MUDA" yang tayang di NovelToon seru juga. Yahud, deh! 👍

__ADS_1


__ADS_2