Petualangan Aji Di Masa Depan #PetualanganAji

Petualangan Aji Di Masa Depan #PetualanganAji
Tasya Naksir Aji


__ADS_3

"Nih, CD JKT48 punya lu, Anastasia," ujar Shania menyorongkan CD JKT48 berjudul "Refrain Penuh Harapan" kepada Tasya. Shania menyerahkan CD tersebut ke tangan Tasya saat hanya berdua dengan Tasya.


Oh, Anastasia itu nama pertamanya, sementara Tasya merupakan nama panggilannya. Begitulah Shania, yang senang memanggil seseorang dengan nama pertama yang versi resmi, dan bukan nama panggilannya. Tasya dipanggil Anastasia. Anin dipanggil Anindita. Terakhir, Aya dipanggil Rohaya. Sementara, jika tengah gemas, Shania memanggil Pretty dengan nama Pretty Morning Glory.


Tasya nyengir dan tergesa-gesa memasukkan CD JKT48 tersebut ke dalam tas tangannya. "Makasih, yah, Shania, udah bantuin gue beli CD-nya ke theater langsung."


Shania mendengus. "Apa bagusnya? Demen banget sama mereka, lu, Anastasia. Dulu juga, gue inget tahun lalu lu heboh banget beli CD mereka. Apa itu judulnya yang keluar tahun lalu? Yang papan, papan, papan itu. Yang ada cewek centil dengan rambut dicat kayak bule aja. Cakepan juga gue, ketimbang cewek itu. Dih, sok manis banget. Siapa, sih, namanya?"


Tasya geli. Karena perempuan yang dimaksud itu kebetulan bernama sama dengan Shania. Hanya berbeda nama belakangnya.


"Perempuan itu bernama Shania Junianatha." jawab Tasya tertawa. "Nama depannya sama kayak lu, Shania."

__ADS_1


"Dih, ngerusak nama Shania aja, cewek itu." cibir Shania.


"Lu ngomong kayak orang lagi sirik, hahaha..." seru Tasya geli.


"Eh,--" Pipi Shania bersemu merah. "--gue balik ke apartemen. Nanti kalau anak-anak nyari, bilang gue ada di apartemen gue. Lain kali, jangan gue, lah. Lu yang suka, gue yang dikira. Bisa turun pasaran gue, kalau yang lain tahu gue suka lagu begituan."


Tasya mengangguk dan kembali berkumpul bersama teman-temannya. Tasya melihat kelima temannya tengah mengelilingi Aji yang bercerita tentang dunia Aji. Kelima temannya itu seolah tak percaya saat Aji bercerita dirinya mungkin datang dari masa lalu--dan dari jaman saat Jayakatwang baru saja terbunuh. Sebetulnya yang menyadari Aji datang dari masa lalu itu Anin. Anin merasa sedikit aneh dengan cara bicara dan gaya bahasa Aji. Belum lagi, Aji ternyata sangat fasih berbahasa Sansekerta. Dari situlah, Anin menduga kemungkinan Aji datang dari masa lalu. Dugaan Anin sempat dibantah Shania. Menurut Shania, itu tidak masuk akal. Hal seperti time travel adalah sesuatu di luar akal sehat, yang sama seperti Ponari atau kesembuhan ilahi yang sering diadakan di gerejanya.


"...suka sekali dengan Aji..." Tanpa sengaja Tasya memelesetkan lirik lagu "Refrain Penuh Harapan" dengan versinya, yang baru saja kejatuhan cinta. Bahkan, Tasya tidak sadar ia sudah bersama dengan Aji dan teman-temannya yang lainnya. Bahkan ada Salman yang ternyata juga ikut memperhatikan cerita Aji tersebut.


Salman tertawa terbahak-bahak, lalu bangkit berdiri dan menuju dapur. "Ada cinta di mana-mana. Dahsyat kamu, Aji!"

__ADS_1


Anin memelototi Tasya. "Sya, elu?"


Pretty spontan berdeham. Tampaknya Pretty risih saat Aji bertambah lagi gebetannya. Mungkin karena Aji merupakan ciuman pertama Pretty, Pretty tak terima jika Aji ditaksir perempuan lain. Apalagi jika perempuan lain itu adalah sahabat sendiri.


Yang lainnya memandangi Tasya keheranan. Bahkan Febe berdesis, "Lagi ada virus cinta di geng ini kayaknya,"


Wajah Aji langsung merah dan berkata kepada Tasya, "Anastasia, kamu suka dengan Aji juga?"


"Eeee..." Tasya menelan saliva.


"Berarti, pacar Aji bertambah satu lagi. Aji senang banget." ujar Aji bahagia.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah membaca PETUALANGAN AJI DI MASA DEPAN. Jangan lupa like, vote, dan share-nya. Jangan lupa juga ide-idenya untuk pengembangan ceritanya. Bagaimanapun Author juga manusia biasa, yang tak luput dari kesalahan. Hehe.


__ADS_2