
LETTO - RUANG RINDU
Kau datang dan pergi, oh, begitu saja
Semua kut'rima apa adanya
Mata terpejam dan hati menggumam
Di ruang rindu kita bertemu
Alunan lagu--dari sebuah band yang namanya melambung karena sebuah sinetron--terdengar. Seorang penjual nasi goreng keliling yang memperdengarkan lagu tersebut hingga gendang telinga Aji. Lalu, dengan suara pas-pasan, Aji coba menyanyikan lagu "Ruang Rindu" tersebut. Sebetulnya dibilang pas-pasan, tidak juga. Salah satu dari Geng Tujuh Bidadari (begitu Aji menyebutnya)--yang bernama Aya--berkata bahwa suara Aji cukup merdu, namun Aji memiliki kekurangan dalam hal solmisasi. Suka seenaknya mengambil nada. Harusnya dinyanyika dengan nada begini, Aji malah menyanyikannya dengan nada begitu. Aya spontan berteriak yang saking jengkelnya, "Bodoh nada ini, si Aji. Susah pisan, euy, ngajarkeun Aji."
__ADS_1
Sejak saat itulah, kadang Geng Tujuh Bidadari sering meledeki Aji sebagai Si Bodoh Nada. Anin sering mengerjai Aji dengan menyuruh Aji menyanyikan lagu-lagu yang memiliki nada-nada tinggi dan berirama lumayan cepat. Ambil contoh, "I'm Yours" yang dipopulerkan oleh Jason Mraz. Aji memang lemah dalam menyanyikan lagu-lagu yang banyak memiliki nada tinggi, Aji lumayan kesulitan menyanyikan lagu yang berbahasa Inggris. Dengan kepayahan, Aji coba menyanyikan "I'm Yours" tersebut. Anin merupakan perempuan pertama yang tertawa paling kencang, yang kemudian disusul oleh Shania. Pretty, seperti biasanya, menggeleng-gelengkan kepala dan mulut bawelnya langsung keluar.
"..." so-ai-wan-hesitait-nomo-nomo..." Baru Aji coba menyanyikan sebagian liriknya, Anin langsung tertawa, disusul Shania, Mareta, dan yang lainnya. Tumben Pretty tidak tertawa dan sedikit cemberut, yang malah mengomel-ngomel kepada Anin, si biang kerok.
Dengan iseng, walau tidak digubris yang lainnya, Febe menyanyikan sebuah lagu. Tujuannya, tentu saja, untuk ikut mengusili Aji. Febe melirihkan lagunya, "...semua orang ingin bahagia menjalani hidup di dunia ini. Ingin kubukakan jawaban, misteri kesenangan sejati,..."
Aji spontan menyanyikan lagu yang dinyanyikan oleh Febe (lagunya J-Rocks yang berjudul "Ceria"). Lagi-lagi Aji tidak becus dalam memainkan not demi notnya. Suara Aji seperti baru saja menelan tulang ikan. Sudah kocar-kacir tidak karuan nada-nadanya, makin sumbang pula. Aji memaksakan dirinya untuk terus memainkan nada-nada tinggi di dalam lagu "Ceria" tersebut.
Penjual nasi goreng yang mengenakan topi SMA (walau sudah menjadi bapak-bapak berkumis) menoleh sebentar ke arah Aji di saat ia sendiri tengah mengoseng-oseng nasi. Celetuk si penjual, "Mas, sampeyan punya suara apik tenan, meski nada musiknya nandi-nandi wae. Bisa nyanyi, ndak?"
Aji hanya tersenyum, walau pada akhirnya, ia tertawa juga. Dalam hati, tak sopan jika ia menunjukkan ketidaksukaannya begitu saja ke penjual nasi goreng yang mana Aji kurang mengenal dengan akrab.
__ADS_1
"Begini, Mas, nyanyinya," Si penjual mematikan kompornya sebentar agar tidak gosong, lalu mulai menyanyikan lagu Letto tersebut. "Di daun yang ikut mengalir lembut, terbawa sungai ke ujung mata, dan aku mulai takut terbawa cinta, menghirup rindu yang sesakkan dada..."
Aji lalu mengikuti. Di saat bersamaan, Pretty datang. Wanginya, Aji tersentak dan mencium aroma parfum yang digunakan Pretty. Pretty mengenakan daster berwarna biru langit dengan motif bunga matahari. Terlihat Pretty hendak tidur, namun mendadak seperti tengah berencana keluar rumah mendadak. Si penjual nasi goreng cekikikan. Aji tersadar juga dengan suara cekikikan si penjual nasi goreng. Aji yang cukup lugu, sulit menyembunyikan kesalahtingkahannya.
"Aji, temenin aku pergi, ada perlu sebentar," ucap Pretty tersenyum nan malu.
Wah, wah, ada apa dengan Aji dan Pretty? Para pembaca bingung, kan? Tetap simak "Petualangan Aji di Masa Depan".
*****
Oh iya, mohon maaf, jarang update. Aku lebih produktif di aplikasi tetangga. Hehe.
__ADS_1