Petualangan Aji Di Masa Depan #PetualanganAji

Petualangan Aji Di Masa Depan #PetualanganAji
Pretty Mengaku Suka


__ADS_3

Thank, God, akhirnya melebihi target juga. Lewat 20.000 kata juga. Kontrak menyusul, nih.


And then, enjoy the story!



Begitu sampai di basement, Shania langsung keluar dan menghampiri mobil Chevrolet merah kepunyaan Pretty, yang terparkir di samping persis mobil Ayla berwarna kuning milik Shania.


Pretty keluar pula, mengumbar senyum kepada sahabatnya tersebut.


Shania balas tersenyum. Ia menepuk pundak Pretty.


"Udah ditunggu sama anak-anak, langsung aja ke Mujigae." kata Pretty tersenyum penuh arti. Ada secercah kelegaan di dalam diri Pretty. Itu terkait dengan kembalinya Aji. Baru kenal sebentar, Pretty merasa sudah berabad-abad mengenal Aji. Sepertinya Shania sudah mulai bisa menerka arti dari senyuman Pretty.


Shania nyengir. "Pretty, gue boleh nanya, nggak?"


"Tanya apa, Shan?" tanya balik Pretty masih tersenyum.

__ADS_1


"Ini perasaan gue doang, atau emang lu ada perasaan khusus sama Aji?" Shania langsung saja ke yang diutarakan. Shania mengucapkan itu dengan nada yang aneh. Seperti tengah cemburu, walau Pretty belum yakin itu cemburu. Lagipula Shania memang seperti itu orangnya. Shania itu sok bossy dan suka iri tidak jelas juntrungannya. Shania bisa iri untuk hal-hal sepele.


"Bukan urusan lu, Shan, sorry." jawab Pretty tersenyum. "Ya udah, kita ke Mujigae dulu. Anak-anak udah nunggu. Anin bisa bawel mulutnya nanti."


Shania tertawa. "Kasih tahu kenapa? Kita best friend, kan? Temen segeng. Masa ditutup-tutupin dari teman segeng?"


"Shania, ada yang perlu gue ceritain ke temen gue, ada yang nggak perlu gue ceritain. Soal hati, gue nggak perlu kasih tahu ke lu." ujar Pretty tersenyum penuh ketegasan.


Shania tertawa lagi. "Gitu, yah, sama temen? Gue juga nggak bakal cemburu kalau lu emang naksir Aji. Itu hak lu naksir sama Aji atau ke cowok-cowok yang lainnya. Tapi, masa iya dirahasiakan dari temen segeng sendiri?"


Pretty balas tertawa. "Nada bicara lu kayak lagi cemburu. Bilang aja kalau lagi cemburu."


...Lyn - You are My Destiny...


...You Are My Destiny geudaen...


...You Are My Destiny geudaen...

__ADS_1


...You Are my everything...


...geudae man bomyeonseo...


...ireohge sori eobshi bulleo bobnida...


"Lu juga kayaknya naksir sama Aji, yah," terka Pretty nyengir.


Shania tersenyum. "Aji itu beda aja sama cowok-cowok lainnya. Kelucuan dia selalu sukses ngilangin bad mood gue."


"Oh," Hanya satu kata yang keluar dari mulut Pretty. Senyuman yang agak aneh. Pretty sering menyodorkan senyuman aneh setiap Aji dipuji oleh teman-temannya yang lainnya. Pretty belum yakin itu perasaan cemburu. Untuk mengetahui apakah ia jatuh cinta dengan Aji saja, Pretty belum seratus persen meyakini.


"Pretty, yang tadi gue minta maaf. Itu privasi lu juga. Ga berhak gue labrak." ucap Shania tersenyum. "Oh iya, gue makin lama makin penasaran sama Aji. Pertama kali muncul di hadapan kita semua, di jalan raya yang banyak kendaraan lewat. Lalu, ngilang di dalam apartemen. Eh, muncul mendadak di rumah lu. Ajaib banget orang kayak Aji ini. Kayak punya kesaktian gitu. Jadi takut banget gue."


"Positive thinking aja, Shania," ucap Pretty tertawa, yang lalu mengikuti suara tawa Shania. "Aji juga nggak kelihatan kayak cowok berandalan, menurut gue. He's so cute guy. Very sweet. I do really like him, I guess."


Oke, tanpa perlu dikroscek lebih lanjut lagi, Shania tampaknya cukup peka untuk mengetahui apa yang tengah terjadi. Sesuatu yang kurang Shania sukai. Ia benci harus kembali bersaing lagi dengan Pretty untuk sesuatu yang disukai.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah membaca PETUALANGAN AJI DI MASA DEPAN. Jangan lupa like, vote, dan share-nya. Jangan lupa juga ide-idenya untuk pengembangan ceritanya. Bagaimanapun Author juga manusia biasa, yang tak luput dari kesalahan. Hehe.


__ADS_2