Petualangan Aji Di Masa Depan #PetualanganAji

Petualangan Aji Di Masa Depan #PetualanganAji
Peperangan Aji di Dunia Lain


__ADS_3

Tanpa sadar, anehnya juga, televisi plasma di kamar Pretty memasang kanal yang tengah memutar tayangan Tokusatsu ala Indonesia. Soundtrack-nya terdengar hingga telinga Pretty. Sekonyong-konyong mata Pretty tertuju ke tontonan tersebut, yang sebetulnya kurang disukai Pretty. Menurut Pretty, terlalu sadis, dan siapapun bisa menjadi pahlawan tanpa harus menggunakan kekuatan fisik.



...UNGU - KEMBALI BERTAHAN...


...Hatiku kini dambakan kehadiranmu...


...Dan aku yang terbelenggu...


...Tak lagi berhenti mencari...


...Kembali 'tuk bertahan lagi...

__ADS_1


Pretty kembali memikirkan Aji. Entah di mana dan bagaimana kabar Aji. Pretty juga merasa, lagu "Kembali Bertahan" itu merupakan luapan isi hati Aji kepada dirinya. Aduh, Pretty jadi tersipu malu.


Lalu Pretty bagaikan terhipnotis dengan aksi berubah dari Ray Bramasakti yang berubah menjadi Bima Satria Garuda. Di penglihatan Pretty, sosok Ray itu menjelma menjadi Aji dan bersiap menghadapi pasukan Vudo. Aji si Bima Satria Garuda langsung dengan kerennya mengayun-ayunkan pedangnya ke arah pasukan Vudo tersebut. Satu persatu pasukan Vudo berhasil ditumpas oleh Aji yang mengenakan kostum Bima Satria Garuda.


Andai saja Pretty tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kondisi Aji yang sekarang tak jauh berbeda dengan Ray yang melawan pasukan Vudo. Aji pun melawan pasukan yang bahkan lebih mengerikan daripada pasukan Vudo yang dipimpin oleh Rasputin. Musuh-musuh Aji jauh lebih menyeramkan, bertenaga, licik, dan lebih dari segalanya yang dimiliki oleh pasukan Vudo dalam tayangan Bima Satria Garuda.


Di suatu dunia yang tak ada Pretty di dalamnya, Aji sangat mengaduh kesakitan. Beberapa kali Aji menunjukkan gestur hendak muntah. Tiba-tiba saja Aji memegangi pipi kanannya. Gigi geraham Aji sangat terasa sakit. Pelan tapi pasti mulut Aji mengeluarkan darah. Punggungnya masih sangat kesakitan akibat dikeroyok segerombolan orang yang sepertinya manusia, namun seperti setan kelakuannya. Ingin sekali Aji membalas. Sayangnya Aji tak kuasa untuk membalas. Mereka terlalu tangguh dan gesit. Baru saja Aji hendak melemparkan tinjuan ke salah satu dari mereka, eh ada yang memukuli Aji dengan sebuah gada besar. Aji sungguh dikeroyok beramai-ramai. Dasar curang, mereka itu. Kalau berani satu lawan satu, jangan keroyokan, keluh Aji sangat kesakitan karena tak bisa membalas.


"Ya Gusti, siapakah mereka-mereka ini? Kenal juga tidak, kenapa mereka mengeroyok hamba beramai-ramai? Hambamu ini salah apa, Gusti?" ujar Aji dengan wajah menengadah ke langit.


"Ibu, tolong Aji," rintih Aji menangis dan muntah lagi. Aji segera memegangi perut sebelah kirinya. "Aku minta maaf. Tunjukkan pertolongan-Mu yang sungguh ajaib, Gusti."


Di saat seperti itulah, telinga Aji samar-samar mendengar suara merdu seorang gadis yang sepertinya Aji sangat mengenali. Asa itu perlahan-lahan muncul lagi. Sebuah senyuman terbit di wajah Aji dan spontan Aji ikut menyanyikan sebuah lagu:

__ADS_1


..."...hadirmu membawa hati yang rapuh...


...Hangatkan jiwa yang beku...


...Untuk kembali bertahan lagi...


...Diriku hampir lelah 'tuk mencari...


...Di mana cinta itu berarti...


...Untuk jiwa yang sendiri..."...


__ADS_1


Terima kasih yang sudah membaca PETUALANGAN AJI DI MASA DEPAN. Jangan lupa like, vote, dan share-nya. Jangan lupa juga ide-idenya untuk pengembangan ceritanya. Bagaimanapun Author juga manusia biasa, yang tak luput dari kesalahan. Hehe.


Jangan lupa baca juga novel SURAT BALON UNTUK IBU yang tayang juga di NovelToon. Yang menulis juga aktif menjalankan sebuah toko buku online, loh. Kenalkan, namanya Sukma EQ. Cari buku dengan harga tak terlalu mahal, bisa ke akun Instagram @sukmaeq_cafebook yah.


__ADS_2