Petualangan Aji Di Masa Depan #PetualanganAji

Petualangan Aji Di Masa Depan #PetualanganAji
Analisa Shania - Bagian Pertama


__ADS_3


[bersumber dari FTV "Cantik-Cantik Supir Angkot" yang ide ceritanya ditulis oleh Nuel Lubis]


...AMPM - Bangun Cinta...


...Lebih baik bangun cinta daripada jatuh cinta...


...Jatuh itu sakit, bangun itu semangat...


...Lebih baik bangun cinta daripada jatuh cinta...


...Meski tak mudah namun cinta jadi punya tujuan...


"Sayang, nggak mungkin. Ini tuh nggak mungkin."


"Sayang, ini tuh mungkin. Kamu nurut aja sama apa kata Babeh."


Lagi-lagi Shania yang lebih dulu datang di restoran tersebut. Shania memperhatikan salah satu adegan sebuah FTV sembari menyesap air jeruknya. Ia tertawa menyaksikan adegan seorang perempuan yang malah menyuruh pacarnya untuk menjalin hubungan dengan perempuan lain, yang ternyata karena harta. Si perempuan hanya mengincar harta si laki-laki yang anak seorang juragan angkot. Sambil tertawa, Shania malah terbawa suasana untuk menganalisa adegan tersebut. Pikir Shania dalam hati, apa iya ada yang kayak gitu sekarang ini, lucu ah.


"Uhuk, uhuk,..." Shania tersedak. "Ya elah, gara-gara mikirin yang bukan-bukan, gue jadi keselek. Ini kan cuma FTV. Belum tentu kejadian di kehidupan sehari-hari. Mana ada cewek yang relain cowoknya buat cewek lain."

__ADS_1


"Eh, Shania," tegur Anin yang menepuk bahu Shania. "Yang lain belum dateng?"


Shania mengangkat bahu. "Lu lihat sendiri, kan. Lagi-lagi gue yang dateng duluan. Kenapa sih lu semua hobi ngaret?"


"Sori, deh, Shan," Anin langsung duduk.


"Kali ini pake alesan apa lagi lu? Waktu itu lu beralasan bantuin nyokap lu bikin kue. Yang kemaren-kemaren, lu harus jagain adek lu yang dirawat gara-gara kecelakaan motor. Sekarang, mau alesan apa lagi?" keluh Shania menggeleng-gelengkan kepala, menghela napas.


"Ya elah, Bu, segitunya inget semua kesalahan gue. Eh, lu hobi nonton FTV sekarang, nih?" ujar Anin yang melihat ke arah mata Shania memandang.


"Dih, amit-amit, tontonan gue bukan FTV juga kali, Nin. Yang nyetel pelayan restonya. Tapi, FTV-nya lucu aja. Beda sama yang lainnya." dalih Shania yang ingin sekali mengganti saluran menjadi HBO. "Tentang cowok dan cewek yang dijodohin gitu sama ortu masing-masing. Yang cowok udah punya pacar, yang cewek jomblo, tapi punya gebetan. Mereka kayaknya nggak suka gitu dijodohin gitu. Gue sih kayaknya udah bisa nebak alurnya gimana. Ah, paling nanti si cowok sama si cewek yang tadinya jual mahal, malah naksir beneran. Jadian, deh. Basi. Gak kreatif yang bikin."


Anin tertawa. "Serius banget bahas alur FTV, Shan? Katanya, nggak suka."


Satu gadis lagi muncul. Tasya muncul dan duduk di bangku yang berada di sebelah Shania. "Sori, yah, Shania, gue telat. Kerjaan kuliah ternyata lebih sulit dari dugaan gue. Mana adek gue ngegerecokin mulu. Pretty mana?"


"Nah, itu dia, si biang masalahnya malah yang belum dateng." ucap Shania berdecak.


"Dia janji mau bawa Aji, kan?" tanya Tasya yang setelah itu memanggil pelayan restoran.


"Gue makin lama agak ngeri sama Aji, sih." ujar Anin yang ikut memesan menu yang sama dengan Tasya, yaitu seporsi Cordon Bleu.

__ADS_1


Shania menghela napas. "Dulu gue curiga, eh gue malah kalian hajar. Sekarang, lu malah bilang ngeri sama Aji. Plin-plan lu, Anindita!"


"Sabar aja. Kita selidiki pelan-pelan aja. Jangan gegabah. Kalau dilihat-lihat, bener kata Pretty, Aji nggak kelihatan kayak orang jahat." kata Tasya tersenyum yang coba mengondusifkan suasana.


"Iya, sih. Kalau inget lagi kejadian demi kejadian, kayaknya nggak boleh juga negative thinking dulu. Kita amati dulu aja gerak-gerik si Aji. Gue sebetulnya makin penasaran sama Aji, Anastasia." kata Shania yang membenarkan opini Tasya.


"Shania, Shania, nggak biasanya lu gini," sindir Anin nyengir.


Dari FTV tersebut, terdengar alunan lagu "Magic" dari Lyla. Bersamaan dengan itu, entah berhubungan atau tidak, Pretty datang bersamaan dengan Aji, laki-laki yang akan tujuh gadis ini sidang.


...LYLA - MAGIC...


...Semua yang kau lakukan, it's magic...


...Semua yang kau berikan, it's magic...


...Semua yang kau lakukan, it's magic...


...Semua yang kau berikan, it's magic...


...Bagiku kau yang terindah...

__ADS_1


.


Terima kasih yang sudah membaca PETUALANGAN AJI DI MASA DEPAN. Jangan lupa like, vote, dan share-nya. Jangan lupa juga ide-idenya untuk pengembangan ceritanya. Bagaimanapun Author juga manusia biasa, yang tak luput dari kesalahan. Hehe.


__ADS_2