Petualangan Aji Di Masa Depan #PetualanganAji

Petualangan Aji Di Masa Depan #PetualanganAji
Aji Merindukan Pretty


__ADS_3

Aji menghampiri ibunya yang masih terbaring di atas tempat tidur yang terbuat dari bahan bambu. Untuk ibunya, Aji membawakan makanan yang merupakan hasil buruannya.


Hari ini Aji berhasil mendapatkan seekor harimau yang tengah sekarat. Sebetulnya bukan hasil buruan Aji. Saat Aji tengah berburu rusa atau babi, ada seekor harimau yang terkapar. Sepertinya harimau itu terkena tombak dan pelaku sebenarnya tidak tahu tombaknya sudah mengenai tubuh harimau. Tanpa pikir panjang lagi, Aji menuntaskan hasil buruan seseorang, lalu membawa potongan-potongan daging harimau ke rumah untuk disajikan ke ibunya. Aji beranggapan mungkin harimau yang tengah sekarat--yang tak jauh dari tepi sungai--merupakan anugerah dari dewa untuk dirinya.


Sembari menyuapi ibunya, Aji sekonyong-konyong teringat akan Pretty, perempuan yang Aji kenal dari tempat yang terasa jauh, walau sebetulnya dekat. Aji sontak tersenyum serta tersipu malu. Pikir Aji, andai dewa-dewi berkehendak, suatu saat Aji akan berjumpa dengan Pretty lagi. Ciuman bibir dengan Pretty sulit untuk dilupakan oleh Aji.


"Kamu kenapa, Aji?" tanya ibunya yang sepertinya bisa menebak isi pikiran Aji. "Bahagia betul, anak ibu. Dagingnya enak. Daging apa ini? Seperti bukan daging yang biasanya."


"Aku tengah beruntung, Ibu. Tadi di dekat sungai, ada harimau yang nyaris sekarat. Tanpa pikir panjang lagi, aku langsung habisi dan kujadikan makan malam hari ini." jawab Aji berbinar-binar.


"Yang Ibu perhatikan, sepertinya kamu bahagia sekali. Ada yang kamu sembunyikan dari Ibu. Ceritalah, Nak. Ibu dengarkan." kata ibunya Aji sembari tersenyum dan mengusap-usap kepala Aji.


Memang belum Aji ceritakan seluruh pengalamannya di masa depan. Aji hanya berkata ia pergi ke negeri yang jauh. Hanya kepada Krisna saja, Aji bercerita. Aji takut untuk menceritakan pengalaman tersebut kepada ibu kandungnya sendiri.

__ADS_1


"Aku takut ibu tidak akan percaya. Aku juga takut ibu marah." kata Aji tersenyum.


"Apa kamu tengah menyukai seorang perempuan?" tanya ibunya tersenyum, cemas.


"Ibu bisa tahu?" tanya balik Aji terkesiap.


"Wajahmu menyiratkan bahwa kamu baru saja bertemu dengan perempuan yang sudah membuatmu jatuh hati. Cantikkah dia?"


"Luar biasa cantik. Ia seperti bidadari. Bidadari tercantik yang pernah aku lihat. Aku belum pernah berjumpa dengan perempuan secantik dirinya."


"Mungkin. Karena rumah si perempuan sangat luar biasa megah."


"Itu hak kamu untuk jatuh cinta. Kalau kamu siap, Ibu dukung. Ibu hanya mengingatkan kamu untuk berhati-hati. Tak mudah untuk jatuh hati dengan perempuan dari keluarga ningrat."

__ADS_1


"Iya, Bu."


"Kamu beristirahatlah. Ibu bisa makan sendiri."


Aji tersenyum dan meninggalkan ibunya sendirian saja di dalam kamar. Sembari berjalan menuju selasar yang berada tak jauh dari rumahnya yang kecil, Aji bersiul-siul sembari menatap bulan purnama. Di penglihatan Aji, bulan purnama itu menjelma menjadi wajah Pretty.


"Pretty, pancen ayu iku sampeyan. Aku pancene pengin nggawe sampeyan bojoku." desah Aji menatap bulan.


Aji sekonyong-konyong duduk di atas atas tempat duduk kecil. Entah ada apa yang terjadi, mata Aji terasa berat, sepertinya dewa-dewi mengabulkan doa Aji juga, Aji sudah berpindah tempat. Di hadapan Aji, seorang ibu paruh baya sontak berteriak. Di saat itulah, perempuan yang didambakan Aji akhirnya muncul di hadapan Aji.


"Aji,"


"Pretty,"

__ADS_1


"Pretty, did you know this freak guy?" tanya Lidya yang masih kaget.


Terima kasih yang sudah membaca PETUALANGAN AJI DI MASA DEPAN. Jangan lupa like, vote, dan share-nya. Jangan lupa juga ide-idenya untuk pengembangan ceritanya. Bagaimanapun Author juga manusia biasa, yang tak luput dari kesalahan. Hehe.


__ADS_2