
Sosok berjubah hitam sontak mencengkeram leher Aji. Aji makin bergidik. Wajah Aji menjadi sangat tegang sekali. Dahinya menjadi bercucuran keringat. Entah mengapa tangan si sosok berjubah hitam ini terasa amat panas. Siapakah sosok berjubah hitam ini? Aji menengarai sosok berjubah hitam ini sepertinya bukan Sang Pencipta.
"Akhirnya kau datang juga ke mari," ujar sosok berjubah hitam dengan sepertinya menunjukkan seringai yang cukup menyeramkan.
"Anda siapa?" tanya Aji heran. Yang membuat Aji heran adalah kenapa sosok ini bisa mengerti bahasanya. Sekali sosok ini berucap, di telinganya Aji langsung mendengar kata-kata dengan bahasa yang cukup familier.
"Tersesat? Tengah tersesat, hingga datang ke mari?" tanya balik si sosok berjubah hitam tersebut.
"Aku tidak mengerti yang Anda bicarakan." jawab Aji yang mulai mengatur napas setelah si sosok berjubah hitam ini melepaskan cengkeramannya dari leher Aji. Tampaknya Aji begitu terengah-engah.
__ADS_1
Sosok itu mengeluarkan suara tawa yang menggelegar yang membuat Aji semakin ketakutan. "Nanti juga kau tahu aku siapa. Intinya, kau jangan macam-macam. Aku memiliki pasukan yang bisa membuat kau terjebak selamanya."
Dahi Aji berkerut. Aji bingung sekaligus ketakutan.
"Sekarang, kau pilih yang mana, kembali ke jamanmu lagi? Atau, ke jaman perempuan yang tengah kau taksir itu?" tanya sosok tersebut yang seolah-olah tidak memberikan Aji pilihan lain.
Aji bingung hendak menjawab apa. Sepertinya Aji menduga jawaban itu harus sesuai kehendak si sosok tersebut. Dua opsi yang diberikan itu mungkin tidak menguntungkan Aji sebenarnya. Jika Aji memilih untuk kembali ke jamannya, Aji langsung tahu ia pasti akan terus menerus diikuti sosok berjubah hitam ini.
Aji menelan air liur. Wajahnya semakin pucat pasi.
__ADS_1
Genggaman tangan si sosok di leher Aji makin kuat. Aji menggeliat kesakitan. Ingin meronta-ronta agar terbebas, Aji tak mampu. Sosok ini memiliki kekuatan yang kelihatannya lebih dahsyat. Apalagi tampaknya sosok ini bukanlah manusia dan memiliki banyak nyawa.
"Bertambah kuat sedikit, langsung berani berkoar-koar? Mana keberanian itu, keberanian yang kau tunjukkan saat itu? Hanya segitu kemampuanmu?" tantang si sosok berjubah hitam. "Asal kau tahu, aku juga memiliki wewenang untuk mengambil nyawa setiap makhluk yang hidup. Jika aku sudah sangat berniat, hilang sudah nyawamu itu."
Ketakutan iya, bingung iya. Aji tidak tahu harus memberikan respon yang bagaimana. Aji juga makin kesakitan. Siapakah sebenarnya sosok berjubah hitam ini? Kapan juga Aji pernah menantang sosok ini? Apa ini semua terjadi sejak keterlibatan Aji di perguruan beladiri tersebut? Sejak Aji masuk perguruan itu, Aji sering mendapatkan mimpi-mimpi yang serba aneh. Aji juga sering berjumpa dengan beranekaragam orang yang Aji tidak kenal sebelumnya (bahkan Aji sampai sekarang menganggap seluruh orang itu sebagai halusinasinya, padahal sembilan puluh persen yang datang ke mimpi Aji itu bukan halusinasi Aji). Apa karena itu?
Dalam hati, Aji mengharapkan datangnya keajaiban dari Sang Pencipta.
__ADS_1
Terima kasih yang sudah membaca PETUALANGAN AJI DI MASA DEPAN. Jangan lupa like, vote, dan share-nya. Jangan lupa juga ide-idenya untuk pengembangan ceritanya. Bagaimanapun Author juga manusia biasa, yang tak luput dari kesalahan. Hehe.
Jangan lupa untuk membaca juga "Terpaksa Menikahi Tuan Muda" yang ditulis oleh La Sheira. Ada, kok, di NovelToon ini. Belum menghilang seperti tokoh Aji yang suka menghilang di #PetualanganAji ini. Lol.