Petualangan Aji Di Masa Depan #PetualanganAji

Petualangan Aji Di Masa Depan #PetualanganAji
Aji Bosan di dalam Gua


__ADS_3


Beberapa hari ini Aji terus menerus berada di dalam gua. Ia tinggal bersama keluarga beruang yang seluruhnya berjumlah dua belas orang. Dua ekor beruang yang berukuran besar, dan sisanya yang berukuran kecil (yang mungkin anaknya). Yang dua ekor berukuran besar seharusnya akan menerkam dan mengoyak-ngoyak Aji. Nyatanya dua ekor yang berukuran besar ini malah sangat jinak. Aji malah lebih sering dijahili oleh kesepuluh ekor beruang yang berukuran kecil. Beruang-beruang kecil ini sering iseng mempermainkan Aji seperti seekor anak anjing yang mendatangi majikannya, lalu seenaknya menjilat-jilati wajah majikannya.


Sesekali Aji melihat ke arah luar gua. Oh, Aji belum diberikan ijin untuk ke mana-mana terlebih dulu. Setiap Aji keluar dari arah gua, anehnya salah satu dari beruang ini mengekori Aji. Mereka seperti diperintah agar menjaga Aji tetap berada di dalam gua untuk sementara waktu. Itulah kenapa Aji lebih sering berada di dalam gua. Bahkan, gilanya, kebutuhan hidup Aji malah dipenuhi oleh keluarga beruang ini. Saat perut Aji keroncongan, salah satu dari beruang ini membawakan Aji buah-buahan nan segar. Kadang mereka juga membawakan Aji ikan yang Aji sendiri bingung kenapa ikan-ikan ini berada dalam kondisi sudah siap dimakan.


Aji menatap proses terbenamnya matahari. Ternyata entah di dunianya, entah di dunia ini, matahari terbenam, yah matahari terbenam. Dalam kondisi suasana hati tertentu, proses terbenamnya matahari akan menjadi pemandangan yang sangat luar biasa indah. Menyaksikan matahari terbenam tersebut, sirna sudah kejengkelan Aji. Raut muka yang cemberut itu berubah menjadi sebuah senyuman lebar. Aji menggigit buah yang sepertinya pir itu sembari tersenyum menatap matahari terbenam.

__ADS_1


Entah apa yang terjadi juga, sekonyong-konyong suasana hati Aji berubah lagi. Tidak jengkel, tidak bosan, melainkan perasaan yang sangat aneh. Jika Aji merindukan ibu kandungnya, itu hal yang sangat wajar sekali. Bagi Aji, ini tidak wajar dan yang tidak wajar itu adalah bayangan sosok gadis berambut panjang yang belum lama dikenal Aji. Yah, wajah Pretty terus menerus menghampiri pikiran Aji. Inikah yang namanya rindu?


Di dalam gua yang cukup gelap di malam hari ini, Aji mendesiskan nama Pretty. Pikir Aji seraya menyunggingkan senyuman manis, di sana Pretty sedang apa, baik-baik sajakah, masihkah dia ingat aku. Belum pernah Aji menghela napas hingga seperti sekarang ini. Aji membuang napas seperti saat melihat Lani tengah merokok. Hanya saja napas Aji terdengar agak berat dan sedikit lebih terengah-engah.


Aji tertawa terbahak-bahak dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Inikah rasanya memiliki seseorang di dalam hati kita, pikir Aji nyengir. Aji juga berpikir apakah Pretty memikirkan Aji juga.


Pretty tersenyum dan coba membersihkan pecahan-pecahan gelas yang berceceran di lantai.

__ADS_1


Lidya langsung melarang dan meminta pembantu yang bekerja di rumah untuk membersihkan pecahan-pecahan tersebut. Lidya menyuruh Pretty untuk beristirahat di dalam kamar. Begitu Pretty berjalan ke arah kamarnya, Lidya tersenyum. Sepertinya ibu paruh baya itu melihat anak sulungnya tengah jatuh cinta. Akhirnya Pretty bisa jatuh cinta juga, beruntung laki-laki yang sudah membuat Pretty jatuh cinta, ujar Lidya dalam hati.



Terima kasih yang sudah membaca PETUALANGAN AJI DI MASA DEPAN. Jangan lupa like, vote, dan share-nya. Jangan lupa juga ide-idenya untuk pengembangan ceritanya. Bagaimanapun Author juga manusia biasa, yang tak luput dari kesalahan. Hehe.


Yang tinggal di daerah Jonggol, Bogor, yuk, mampir ke Den' Ar Cafe. Itu kepunyaan abang dari juniorku di fakultas Hukum Atmajaya.

__ADS_1



__ADS_2