Petualangan Aji Di Masa Depan #PetualanganAji

Petualangan Aji Di Masa Depan #PetualanganAji
Aji Cemburu


__ADS_3

Kali ini Aji tengah menemani Shania berjalan-jalan di sebuah mal. Aji berjalan bagaikan ia adalah bodyguard yang dipekerjakan oleh Shania. Karena memang lebih banyak berjalan di belakang Shania, yang seperti tengah menjagai perempuan itu dari orang-orang jahat yang mengintai.


Shania melirik ke arah Aji yang berada di belakangnya melalui cermin yang berada di perlengkapan make-up-nya. Perempuan itu tersenyum. Pipi Shania menjadi merah semerah buah stroberi.


Aji sadar ia tengah diperhatikan. Spontan Aji menelan air liur dan menggaruk-garuk rambutnya yang sudah gondrong. Saking tumbuh lebat rambut Aji, Aji seperti tokoh Wolverine di serial X-Men.


Shania tertawa dan berkata, "Aji, sini. Ngapain di belakang aku? Kaku amat. Santai aja lagi sama aku. Aku nggak gigit, kok."


Aji berjalan menuju Shania dengan malu-malu. Kedua tangan Aji makin berkeringat. Padahal ini bukan kali pertama Aji berdekatan dengan perempuan apalagi yang secantik Shania. Apakah Aji memiliki perasaan khusus untuk perempuan berwajah India tersebut?


Begitu Aji berada di dekatnya, Shania langsung saja menyambar Aji. Tangan Aji digandeng begitu saja. Shania tertawa.


"Shania," ujar Aji. "aku malu. Tidak enak dilihat banyak orang. Bisa disangka suami istri nanti."


"Emangnya kamu nggak mau punya istri kayak aku?" tanya Shania tersenyum nakal.


Aji makin pucat pasi. Ini maksudnya apa, pikir Aji gelisah. Kenapa makin lama-lama perempuan-perempuan ini makin aneh kelakuannya? Beberapa hari yang lalu Tasya sok menyuapi Aji dan spontan bilang menyukai Aji. Yang sebelumnya masih belum hilang dari benak Aji bagaimana kata-kata 'I love you' itu keluar dari mulut Pretty (bersyukur Aji diberitahukan artinya oleh Slamet).


Shania makin tertawa terbahak-bahak.


Aji ikut tertawa.


Shania lalu melepaskan rangkulannya dari Aji. Perempuan itu mencubit pipi Aji. "Aji, Aji, kamu itu lucu banget. Wajah kamu manis. Aku suka lihat wajah kamu. Cute banget. Kayaknya kamu lebih tua dari aku dan yang lainnya. Tapi, entah kenapa secara wajah kamu kelihatan lebih muda. Kayak boyband-boyband Korea yang rata-rata baby face. Jungkook kalah, deh, sama kamu."


"Hah? Jongkok?" tanya Aji yang merasa aneh saja ada orang dengan nama 'jongkok'.

__ADS_1


"Jung-kook. J-u-n-g-ko-o-k." eja Shania yang kembali mencubit pipi Aji. "Eh, kamu dipijit juga, nggak? Temani aku, Aji."


Memang sekarang Aji dan Shania tengah berada di klinik pijat refleksi.


"Ng-nggak, kamu aja, Shania. Aku nggak terbiasa dan nggak mau merepotkan." ujar Aji.


"Oh, ya sudah, kamu tunggu di sini saja. Duduk di situ sampai aku selesai dipijit. Badan aku pegel-pegel, nih, Aji." ucap Shania langsung masuk ke klinik pijat refleksi tersebut.


Sementara Aji bergerak menuju bangku yang tersedia yang tak jauh dari klinik tersebut. Aji segera duduk. Karena Aji sungguh tidak kuat dengan dinginnya udara dari mesin pendingin yang berada di mal, mata Aji serasa berat sekali. Tak butuh waktu lama Aji jatuh ke alam mimpi. Pada saat kesadaran Aji mulai menipis, Aji melihat Pretty tengah berada di sebuah kafe. Bersama seorang laki-laki, yang entah siapanya Pretty. Melihat itu, entah kenapa dada Aji berdebar tiga kali lebih kencang. Aji seolah-olah merasakan sekujur tubuhnya dibakar oleh api. Seperti ada perasaan tidak suka menyaksikan Pretty berdua dengan seorang laki-laki. Kesal sekali Aji saat laki-laki itu memegang tangan Pretty. Muncul hasrat ingin meninju laki-laki itu sampai mampus di dalam kepala Aji.


Beberapa menit kemudian Aji terbangun. Sudah berdiri Shania di hadapan Aji yang agak bingung kenapa Aji begitu pucatnya.


"Aji, kamu kenapa?" tanya Shania. "Sehat?"


Aji menelan air liur. "Kamu nggak jadi pijitnya?"


Aji tertawa, juga terkesima dengan aksi joget Shania yang bagaikan personel Blackpink. Walau demikian, Aji tetap tak bisa melupakan apa yang ia lihat di alam mimpi barusan. Nyatakah itu? Kenapa juga Aji merasa sangat gelisah saat melihat Pretty bersama laki-laki lain? Inikah yang namanya cemburu? Ingin rasanya Aji mengonfirmasi langsung ke Pretty. Akan tetapi, Aji bingung juga. Reaksi Pretty bagaimana? Apakah Pretty akan marah?


Sekonyong-konyong Aji teringat dengan kejadian saat itu. Pretty bilang ia tengah hamil? Aji mulai sembarangan berpikir bahwa mungkin saja Pretty main gila. Membayangkan itu saja, Aji makin terbakar api yang Aji duga itu mungkin api kecemburuan.


Di saat itu, dari salah satu gerai, terdengar alunan sebuah lagu.


...Calvin Harris - Feels...


...Hey...

__ADS_1


...No nothing ever lasts forever, no...


...One minute you're here and the next you're gone...


...So I respect you, wanna take it slow (hey)...


...I need a mental receipt to know this moment I owe...


Samar-samar Aji seperti mendengar bisikan Pretty yang berkata, "Jangan salahkan aku selingkuh, kalau kamu terus menerus cuekin aku."


(Mendadak Author jadi ingat novel karangan Renita April yang berjudul "Jangan Salahkan Aku Selingkuh". Eh, kenapa lagi marak isu perselingkuhan? Kenapa jadian juga, kalau ujung-ujungnya selingkuh?)



Terima kasih yang sudah membaca PETUALANGAN AJI DI MASA DEPAN. Jangan lupa like, vote, dan share-nya. Jangan lupa juga ide-idenya untuk pengembangan ceritanya. Bagaimanapun Author juga manusia biasa, yang tak luput dari kesalahan. Hehe.


...Untuk pemesanan:...


...Nuel Lubis...


...📱 My Whatsapp (0877-9175-6320)...


...📩 immanuel.lubis@gmail.com...


...Link Registrasi HDI: https://www.hdione.com/orl/nuellubis...

__ADS_1



__ADS_2