Petualangan Aji Di Masa Depan #PetualanganAji

Petualangan Aji Di Masa Depan #PetualanganAji
Ide ke Orang Pintar


__ADS_3

Setelah memarkirkan mobilnya ke salah satu sudut di halaman rumahnya yang cukup luas, Pretty dengan nyengir dan bersemu merah menghampiri Lani.


Lani ikut nyengir dan berusaha menerka alasan di balik betapa ceria suasana hati anak majikannya tersebut. "Mbak Pretty lagi seneng banget. Terjadi sesuatu, yah?"


Aji ikut keluar dari mobil. Seperti Pretty, Aji juga tersenyum riang. Siapapun pasti akan menyangka telah terjadi sesuatu antara Aji dan Pretty.


"Eh, cowok kampungan itu dateng lagi, lah?" ujar Lani heran, mengerutkan dahi. Sepengetahuan Lani, berdasarkan informasi dari mulut Pretty sendiri, Aji dikabarkan menghilangkan bak angin.


"Iya, Pak. Dia dateng lagi. Eh, Pak, aku nitip dia lagi, yah, Pak. Ini sedikit uang rokok buat bapak." ucap Pretty tersenyum sumringah dengan memberikan uang siap agar satpam itu tidak membocorkan ke keluarga Pretty tentang Aji. Pretty tidak mau kedua orangtuanya, khususnya Mommy, panik sejadi-jadinya.


"Yah, nggak masalah sih, Mbak. Tapi, apa sebaiknya kita berhati-hati sama cowok itu?" Saat mengucapkan 'cowok itu', Lani memelankan suaranya semata agar tidak didengar oleh Aji yang beringsut ke arah Pretty dan Aji.

__ADS_1


"Kamu ke rumah bapak ini dulu aja, Aji. Istirahat, yah. Mandi juga biar bersih sama wangi." kata Pretty lembut.


Lani tertawa. Sepertinya Lani mulai paham apa yang tengah terjadi. Jelas sudah terjadi sesuatu antara Aji dan Pretty. Pikir Lani, namanya juga anak muda, mungkin cuma sebatas pegangan tangan, Mbak Pretty tau diri kok.


Aji berjalan begitu saja menuju arah yang ditunjuk Pretty seraya menyiul-nyiulkan sebuah lagu yang Pretty tak begitu kenal. Lagu itu jelas lebih familier untuk orang-orang yang berada di jaman Aji.


"Hayo, Mbak Pretty sama cowok itu abis ngapain? Seneng banget, sih, Mbak." seloroh Lani nyengir, menunjuk-nunjuk Pretty.


"Owalah, pantes dari tadi mesem-mesem aja," kata Lani nyengir. "Eh, tapi saya yang tadi bener, loh. Kalau inget segala cerita Mbak Pretty tentang cowok itu, Mbak sudah selayaknya berhati-hati. Waspadalah, waspadalah, begitu kata yang di tivi, Mbak."


"Yah, itu juga jadi bahan perhatian temen-temen saya juga, Pak. Tapi, untuk sekarang ini, positive thinking aja, lah. Sejauh ini, yang saya lihat, Aji belum ngapa-ngapain saya dan teman-teman saya. Dia cuma suka ngilang mendadak, dan tiap ngilang itu, sejauh ini juga, nggak ada yang hilang. Kita cuma panik aja sih. Nanti juga diomongin lebih lanjut. Lagi kita selidiki juga soal Aji ini, Pak."

__ADS_1


Lani mengangguk-angguk mendengarkan penjelasan Pretty. "Yah, sudah sepatutnya waspada, Mbak. Positive thinking boleh-boleh aja, tapi kalau udah ngelihat gelagat-gelagat yang sedikit mencurigakan, sudah sepatutnya waspada. Kalau Mbak dan teman-temannya membutuhkan, saya ada kenalan orang pinter yang mungkin bisa menyelidiki asal-usul cowok yang namanya Aji itu."


Giliran Pretty yang menganggukkan kepalanya. "Makasih, Pak, sarannya. Sejauh ini, masih diselidiki dulu. Belum terlalu butuh bantuan orang pinter. Lagian, kayak yang saya bilang tadi, belum ada yang kenapa-napa. Semua masih baik-baik aja. Yang ada, yah cuma Aji yang suka ilang mendadak. Itu aja, kok."


"Justru itu, Mbak. Bagian yang itu, jangan dianggap remeh. Langsung hubungi saya aja, biar saya hubungi orang pinternya." desak Lani yang sepertinya benar-benar mempedulikan keselamatan anak majikan dan teman-temannya tersebut.


"Yah, nanti saya langsung ke Bapak, deh. Untuk sementara, khusus malam ini aja, saya titip Aji di rumah bapak dulu. Jangan sampai ketahuan Daddy dan Mommy. Saya nggak mau Mommy jadi heboh sendiri. Bisa berabe urusannya." ujar Pretty tersenyum. "Rencananya Aji biar tinggal di apartemen dekat apartemen Shania aja. Masih inget sama Shania, kan, Pak?"


"Masih, dong, yang kulitnya item manis itu, kan. Yang eksotis kayak penari India?" jawab Lani sembari menggoyang-goyangkan kepala ala artis Bollywood.


Pretty tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah membaca PETUALANGAN AJI DI MASA DEPAN. Jangan lupa like, vote, dan share-nya. Jangan lupa juga ide-idenya untuk pengembangan ceritanya. Bagaimanapun Author juga manusia biasa, yang tak luput dari kesalahan. Hehe.


__ADS_2