
Terima kasih yang sudah membaca PETUALANGAN AJI DI MASA DEPAN. Jangan lupa like, vote, dan share-nya. Jangan lupa juga ide-idenya untuk pengembangan ceritanya. Bagaimanapun Author juga manusia biasa, yang tak luput dari kesalahan. Hehe.
Yeay, sudah masuk chapter 30! Enjoy!
Sebuah lagu dari Girl Generation terputar di Mujigae. Lagu "Galaxy Supernova" menghiasi makan malam yang penuh kemelut di antara tujuh gadis. Topik obrolannya adalah Aji yang muncul mendadak di rumah Pretty dan disaksikan oleh keluarga Pretty.
Shania meletakkan beberapa potong daging ke dalam panci seraya menyanyikan lagu Girl Generation tersebut. Ia nyengir. Dirinya merasa di atas angin.
Anin mendesah, menatap Shania. "Iya, lu bener kayaknya."
"Gue mulai curiga sejak dia masuk tanpa ketuk pintu dulu. Pandangannya rada gimana gitu." ucap Shania yang seperti tanpa merasa bersalah. Walaupun demikian, sebetulnya Shania tidak seratus persen meyakini Aji orang jahat. Di sisi lainnya--yang menyukai Aji, Shania tahu Aji bukan orang jahat.
Pretty malah asyik sendiri menyaksikan Girl Generation yang terlihat di layar kaca televisi. Sejak lama sekali, Pretty ingin sekali bisa berbahasa Korea secara fasih seperti layaknya Shania.
"Jadi, kita harus gimana?" tanya Tasya yang kewalahan sendiri dalam mencicipi minuman ginseng yang ia pesan. Tasya menyesal sudah memesan minuman ginseng. Kepedasan.
Shania mengangkat bahu. "Gue nggak tahu. Lagian Aji nggak tinggal di samping gue lagi. Ehem,..."
Pretty tersentak dan menoleh ke arah Shania. "Iya, apa?"
"Jadi, gimana?" tanya Shania memelototi Pretty. "Menurut lu, soal Aji gimana?"
__ADS_1
Bukannya Pretty yang menjawab, malah Aya yang menggubris. "Gimana kalau Aji tinggal lagi saja di apartemen itu? Selain yakin dia orang baik, aku kok penasaran sama sosok Aji, yah, teman-teman?"
"Gue ngerasa ngeri, malah, Ay," timpal Anin. "Gue takut Aji ini punya semacam aji-aji gitu. Mungkin bukan buronan polisi, tapi dia buronan yang lain, yang ada kaitannya sama aji-ajinya itu."
"Aji-aji itu apa, sih?" timpal Pretty yang betul-betul tidak tahu.
"Aji-aji itu semacam ilmu kebatinan, Pretty. Kesaktian begitu." Malah Febe yang menjawab.
"Oh, jadi kayak Wiro Sableng sama kapak maut naga geninya, yah?" ucap Pretty mengangguk-anggukan kepalanya. "Keren banget, dong, Aji itu?"
Keenam gadis lainnya langsung tertawa terbahak-bahak. Mereka selalu tertawa, jika Pretty dalam mode anak kecil, yang mana suara Pretty terdengar imut-imut seperti seorang anak kecil.
"Teman-teman," ucap Febe yang sambil menyantap Ttettokbokki-nya. "Aku punya usul. Daripada kita terus berpikiran negatif tentang Aji, lebih baik coba selidiki sendiri dulu saja. Kita ingat baik-baik bagaimana kita bertemu dengan Aji. Lalu, ingat juga bagaimana cara Aji berbicara. Menurutku, terserah kalian percaya atau tidak, Aji sepertinya bukan datang dari masa sekarang."
Shania terperanjat. "Jadi, maksud lu, Aji bertualang waktu ke tahun 2015 sekarang ini? Jujur, yah, Febe, gue kurang percaya sama konsep time travel. It doesn't make sense to me."
"Daripada dikaitin ke time travel, kenapa nggak bilang aja, Aji dateng dari daerah terpelosok di Indonesia, lalu karena aji-aji yang dibilang Anin, entah gimana caranya, gue nggak ngerti juga, dia malah tersesat ke sini, dan ketemu kita bertujuh. Yang kayak gitu, lebih masuk akal." ucap Tasya ikut memberikan opininya. "Gue sih emang agak takut sama Aji, tapi penasaran juga. Kayak pengen nyelidikin lebih jauh Aji itu siapa."
"Sepakat sama Tasya." seru Mareta yang mana mulutnya terengah-engah karena tanpa sengaja menelan kimbap. "Kayaknya Aji bukan orang jahat. Pas Aji menghilang, kok gue kayak kangenin Aji?"
Anin tidak mengejek, melainkan ikut membenarkan Tasya dan Mareta melalui anggukan kepalanya. Anin mendesis, "Lu suka sama Aji?"
__ADS_1
Pipi Mareta bersemu merah.
Shania hanya mengangguk-angguk seraya coba mengunyah daging sapi yang cukup alot tersebut.
Pretty tersenyum dan nyaris tertawa.
Kemudian hening yang cukup lama hingga satu lagu terputar di layar kaca televisi.
...GIRL GENERATION - OH!...
...[ALL] Oh Oh Oh ppareul saranghae...
...Ah ah ah ah manhi manhihae...
...[Sunny] Sujubeuni jebal utji mayo...
...[Taeyeon] Jinsim ini nollijido marayo...
...[All/Taeyeon] Tto babogateun mal ppunya...
Ah, siapakah Aji yang sebenarnya? Lalu, kenapa tujuh gadis ini seperti terobsesi untuk mengenal lebih jauh tentang Aji? Sudahlah, biarkan saja tujuh gadis yang masih berusia early twenties ini asyik sendiri dengan obsesi dan mainan barunya tersebut. Sepertinya juga itu bukan sekadar obsesi, masing-masing dari mereka menyukai sosok Aji. Mereka juga perlu berhati-hati, jika ingin menyelidiki tentang Aji.
Ingat ungkapan berikut ini: 'curiosity kills the cat'? Menyelidiki tentang Aji, itu berarti mereka harus siap dengan seluruh konsekuensinya. Aji memang bukan orang jahat. Siapapun dari mereka yang bertahan hingga akhir, mungkin mereka akan menjadi orang yang paling beruntung di dunia.
__ADS_1