Petualangan Aji Di Masa Depan #PetualanganAji

Petualangan Aji Di Masa Depan #PetualanganAji
Aji Muncul di Hadapan Tasya


__ADS_3

Aji mengantuk di atas gendongan kuda putih tersebut. Teman-teman barunya tertawa terbahak. Aji pun ikut tertawa. Langsung Aji mengucek-ucek kedua matanya agar semata-mata ia dalam keadaan tersadar.


Lama juga perjalanannya. Sepertinya sudah enam jam Aji dan teman-temannya berkelana. Hah? Berkelana? Anggap saja seperti itu. Anggap saja apa yang dilakukan Aji dan teman-temannya sebagai 'berkelana'. Sebagai suatu pengembaraan yang tak tentu arah. Matahari di atas Aji sudah sangat membakar saja. Saking panasnya, perut Aji keroncongan. Aji menelan air liur. Tanpa sengaja Aji menatap Slamet yang mana Slamet dan kudanya berada persis di samping Aji.


Slamet tersenyum dan segera menghentikan laju kudanya. Kebetulan di dekat mereka, ada sebuah danau. Selain danau, ada beberapa pohon berbuah yang buahnya sepertinya aman untuk dikonsumsi. Slamet maju terlebih dahulu ke arah salah satu pohon yang berbuah. Slamet turun dari kudanya, dan memetik salah satu buahnya.


Slamet menggigit buah tersebut. "Teman-teman, kita beristirahat saja dulu. Buahnya enak dan aman untuk dimakan. Berikan kuda-kuda kita minum air juga. Sepertinya juga daerah ini aman. Tak terlihat ada orang-orang mereka di sini."


Orang-orang mereka, Aji mengerutkan dahi. Siapa yang dimaksud dengan orang-orang mereka? Apakah ini berkaitan dengan segerombolan pasukan yang berhasil Aji dan teman-temannya tumpas secara ajaib?


Tanpa pikir panjang Aji juga turun dari kuda putihnya. Kuda putihnya segera menuju kuda-kuda lainnya ke arah pinggir danau untuk minum air danaunya. Sementara Aji ikut memetik buah tersebut, lalu memakannya. Kedua mata Aji terbelalak. Enak sekali, pikir Aji tersenyum.


"Benar, kan?" kata Slamet seolah ia bisa membaca pikiran Aji. "Intuisi seorang Slamet tidak pernah salah. Makan yang banyak. Kita memerlukan energi yang cukup untuk perjalanan kita yang masih cukup jauh."


"Sebetulnya kita mau ke mana?" tanya Aji penasaran.

__ADS_1


Slamet tersenyum, menggeleng. "Aku belum boleh memberitahukan ke kalian semua. Tapi, percayalah, aku membawa kalian semua makin lama makin menghindar dari orang-orang yang akan mencelakakan kalian."


Lalu Slamet berjalan menuju danau tersebut. Begitu sampai Slamet berjongkok dan minum air danau dengan menggunakan mulutnya. Air danau ini kelihatannya sangat murni. Tak hanya dahaga Slamet yang hilang, Slamet merasa terisi kembali energi demi energi dirinya.


Tampaknya air danau ini mengundang Aji lainnya untuk ikut mencicipi juga. Aji maju lebih dulu ke arah pinggir danau. Setapak demi setapak. Di saat itu, sekonyong-konyong Aji mulai merasa mengantuk. Keseimbangan tubuh Aji mulai goyah. Elkann tergesa-gesa berusaha menangkap tubuh Aji. Sayangnya Elkann seperti berusaha menangkap angin. Sebab, entah bagaimana caranya, Aji malah menghilang.


...JKT48 - Koisuru Fortune Cookie...


...Yang mencinta Fortune Cookie...


...Hey! Hey! Hey!...


...Mengembangkan senyuman 'kan membawa keberuntungan...


Begitu Aji membuka kedua mata, di hadapannya sudah ada seorang perempuan yang sepertinya sudah Aji kenal. Walau Aji sudah lama tak melihat wajah si perempuan, Aji masih mengenali si perempuan tersebut. Itu Tasya, kan, terkait Aji dalam hati.

__ADS_1


Tasya yang mendengarkan salah satu lagu favoritnya tersebut dari ponselnya, yang tengah menyantap soto ayam, begitu kaget melihat apa yang terjadi di hadapan matanya. Orang yang selama ini Tasya dan teman-temannya cari, akhirnya muncul kembali. Entah kenapa kali ini malah muncul di hadapan Tasya. Biasanya Aji lebih sering menampakkan diri di hadapan mata Pretty. Kenapa Tasya sekarang ini?


"Loh, cowok ini kapan datengnya?" tanya si tukang soto. "Perasaan si eneng sendirian aja. Eh, ini cowoknya eneng?"


Dengan tergeragap, Tasya menjawab, "I-i-iya, Bang,"



Terima kasih yang sudah membaca PETUALANGAN AJI DI MASA DEPAN. Jangan lupa like, vote, dan share-nya. Jangan lupa juga ide-idenya untuk pengembangan ceritanya. Bagaimanapun Author juga manusia biasa, yang tak luput dari kesalahan. Hehe.


Oh iya, sekadar mengingatkan, cari Propoelix atau Clover Honey, bisa ke aku. Hubungi aku di 087791756320 atau immanuel.lubis@gmail.com.


Maaf, aku baru update sekarang. Seharusnya aku update hari senin kemarin. Pasalnya aku memiliki kesibukan lain selain menulis novel.


__ADS_1


__ADS_2