
...HiVi - Siapkah Kau 'tuk Jatuh Cinta Lagi?...
...Ketika ku mendengar bahwa...
...Kini kau tak lagi dengannya...
...Dalam benakku timbul tanya...
...Masihkah ada dia di hatimu bertahta?...
...Atau ini saat bagiku untuk singgah di hatimu?...
...Namun siapkah kau 'tuk jatuh cinta lagi?...
__ADS_1
Dengan telinga tersumbat headset dan mendengarkan lagu dari HiVi, Pretty memandangi Aji yang sibuk menyiram tanaman. Untuk berjaga-jaga, Aji disamarkan sebagai pembantu rumah tangga di rumah keluarga Sumaili. Bukan sekadar pembantu rumah tangga, melainkan pembantu yang paling istimewa. Karena Aji merupakan pembantu yang khusus melayani Pretty. Anehnya ide Pretty ini malah disetujui oleh ibu kandungnya. Pretty menengarai ibunya curiga dirinya jatuh cinta dengan pemuda dengan penampilan biasa saja macam Aji.
Jatuh cinta? Yah, makin lama, dari hari ke hari, Pretty sepertinya mulai menyadari bahwa ia memang menyukai Aji. Ini bukan lagi naksir kecil-kecilan layaknya gadis-gadis remaja menggoda tiap laki-laki tampan di mal. Pretty sadar betul bahwa mungkin ia tak sekadar naksir. Ini bukan suka belaka. Seperti inikah yang namanya jatuh cinta? Tiap detik jantung Pretty seperti dipukul-pukul oleh penebang kayu. Siang dan malam Pretty memikirkan Aji yang Pretty sadar Aji mungkin lebih tua dari dirinya.
Pretty mendesah. Ia memandangi Aji yang tengah menyiram tanaman. Diam-diam Pretty memotret Aji. Begitu hasilnya muncul di layar ponsel, Pretty nyengir sendiri. Tak hanya sekali klik, Pretty memotret Aji hingga beberapa kali. Pretty lalu duduk dengan kedua mata yang masih suka mencuri waktu untuk mengamati Aji. Entah apa yang merasukinya, Pretty iseng saja mengusili foto-foto Aji. Kadang wajah Aji dibuat mirip seperti kera. Kadang Aji didandani seperti Hulk. Ada kalanya Aji dibuat mirip seperti Antasena. Ada-ada saja, ulah seorang perempuan yang tengah dimabuk asmara.
Tanpa sadar Pretty mencium foto wajah Aji, dan itu tepat di bibir Aji. Tanpa Pretty sadari, ternyata Aji sudah berada di dekat Pretty yang entah sejak kapan. Aji ikut tersipu malu.
"Kamu juga imut, Pretty, tapi lebih ke arah cantik menurut aku." kata Aji yang sepertinya kata-kata itu keluar begitu saja dari bibir Aji.
Dug. Pretty tergesa-gesa mematikan sementara pencahayaan ponselnya. Ujar Pretty panik, "Eh, Aji,"
__ADS_1
"Kamu, suka, aku, P-pretty?" tanya Aji yang agak terbata-bata.
"Eee..." Pretty sepertinya kehabisan kata-kata untuk merespon langsung. Sepertinya kata-kata itu juga tercekat di tenggorokan.
"Aku juga suka kamu, Pretty. Kamu itu cantik, wajah kamu manis, kamu juga punya sifat baik dan lebih baik daripada teman-teman kamu lainnya. Aku sudah beberapa hari ini memikirkan kamu. Saat aku memikirkan kamu, entah kenapa aku sering merasa gelisah."
Astaga, mimpi apa Pretty semalam? Pagi ini Pretty ditembak oleh laki-laki yang ia taksir? Pretty menelan saliva sebagai wujud dari rasa panik dan senang yang bercampur. Dalam hati, Pretty berkata, iya, Ji, aku juga suka sama kamu. Aku bahkan mau jadi pacar kamu. Pacaran, yuk, Ji.
"Eh, kita jadi pergi? Apa aku harus mandi dulu?" tanya Aji yang sepertinya sangat berharap kali ini Pretty berkata langsung bahwa gadis itu menyukai Aji juga.
Terima kasih yang sudah membaca PETUALANGAN AJI DI MASA DEPAN. Jangan lupa like, vote, dan share-nya. Jangan lupa juga ide-idenya untuk pengembangan ceritanya. Bagaimanapun Author juga manusia biasa, yang tak luput dari kesalahan. Hehe.
__ADS_1