Pewaris God Of War

Pewaris God Of War
Ch 100 - Yun Tian Vs Tetua Ketiga


__ADS_3

“Mengapa aku tidak berani? Toh... sebentar lagi kau juga akan berduka mengikuti teman - teman Three Star Palace mu yang lain.” Yun Tian dengan santai mengejek sambil tersenyum dingin kepada tetua ketiga.


Yun Tian mengangkat Heaven Splitting Swordnya dan nyala api yang kuat muncul di pedang itu dan terus memanjang menjadi beberapa meter. Mengayunkannya kedepan nyala api itu bergegas menuju arah tetua ketiga.


“Kau sialan! Beraninya kau meremehkanku! Aku akan memotongmu menjadi ribuan keping!” teriak tetua ketiga dengan marah.


Sebuah pedang sabit juga muncul di lengan tetua ketiga, energi angin yang kuat keluar dan menyatu dengan pedangnya.


Dia mengayunkan pedang sabit itu dengan kuat, dan berhasil membubarkan serangan Api Phoenix milik Yun Tian.


Setelah tetua ketiga menghilangkan api Yun Tian dengan serangannya, dia tidak diam saja.


Swosh!


Dalam sekejap dia melompat tinggi ke udara. Mengangkat pedangnya ke atas dia segera meluncur langsung ke arah Yun Tian dengan ayunan pedang.


Yun Tian juga tidak mau kalah. Dia juga melompat ke arah tetua ketiga sambil mencengkram erat Heaven Splitting Swordnya. Mereka berdua pun akhirnya saling berbenturan.


Ding!


Clang!


Percikan api dan angin yang dahsyat terbang kesegala arah. Kedua tubuh mereka bergetar hebat pada saat bersamaan.


Boom!


Keduanya sama - sama terlempar kebelakang, Yun Tian mendarat ke tanah dengan rapih, Namun berbeda dengan tetua ketiga, dia tampaknya mendarat jatuh sebelum mundur lima sampai enam langkah.


Terlihat retakan di pedang sabit milik tetua ketiga.


Setalah bertukar pukulan dengan Yun Tian. Tetua ketiga akhirnya mengerti mengapa tetua kelima bisa mati dengan sekali serang.


Bahkan dirinya sendiri pun dibuat terlempar mundur beberapa langkah hingga tidak stabil.


Saat memikirkan kekuatan yang dimiliki Yun Tian, terdapat perubahan ekspresi di tetua ketiga. Bola matanya sedikit bergejolak saat menatap Yun Tian dengan tidak percaya.


Pemuda di depannya jelas - jelas baru berada di ranah Nescent Soul tingkat sembilan, sementara dia sendiri sudah berada di Earth Realm tingkat empat.


Bagaimana bisa, kekuatan Qi Spirtual beserta fisik nya setara dengan dirinya sendiri?


“Ini sama sekali tidak mungkin! Itu mustahil!” pikir Tetua ketiga.


Namun, meski dia menolak fakta dan tidak mempercayainya, tetapi bukti kebenarannya sudah di depan mata.


Memiliki kultivasi yang lebih rendah darinya, namun kekuatan Qi Spiritualnya sama dan bahkan fisik yang dimiliki bocah itu tampak sedikit lebih kuat darinya.


Selain itu juga, dia memiliki pedang yang jelas luar biasa kuatnya, bahkan pedang sabit nya pun dibuat retak dalam sekali bentrokan.


Bagaimanapun, pedang sabitnya adalah salah satu artefak senjata Earth rank, tapi masih bisa dibuat retak semudah itu.

__ADS_1


“Sepertinya kau tidak lebih dari itu.” Yun Tian berkata dengan dingin sambil mengangkat Heaven Splitting Sword dan membelainya.


“Jangan terlalu sombong bocah! Ini barulah awal, sebelumnya aku hanya mengujimu! Kau hanya lah seorang praktisi Nescent Soul! Bagaimana kau bisa melawanku? Aku adalah tetua ketiga Three Star Palace, aku bukanlah orang yang bisa kau anggap remeh!”


“Rasakan ini! Strom Strike!”


Swosh!


Dia bergegas ke arah Yun Tian dengan kecepatan yang sangat cepat, tubuhnya tiba - tiba berputar cepat membentuk energi badai angin yang kuat.


Saat tetua ketiga yang sedang berputar seperti badai angin itu mencapai Yun Tian dan dengan cepat terus menerus menyerangnya.


Ding!


Clang!


Clang!


Yun Tian mundur beberapa langkah saat dia bereaksi dan memblokir serangan Tetua ketiga yang terus menerus datang dengan Heaven Splitting Swordnya.


Setiap kali putaran tubuh tetua ketiga bertabrakan dengan pedangnya, itu menghasilkan suara berdentang dengan keras.


Menghasilkan percikan api yang tak terhitung jumlahnya.


Setelah lebih dari tiga puluh serangan berturut - turut, Yun Tian terlempar terbang mundur, dan mendarat jatuh kembali setelah beberapa meter jauhnya.


Serangan tetua ketiga juga berhenti saat itu, dan dia berteriak dengan keras, “Sesali lah apa yang kau katakan! Matilah untukku!”


Tetua ketiga dalam keadaan marah saat dia mengeluarkan kekuatan penuhnya, menyerang Yun Tian dengan penuh amarah.


Ratusan bola angin berbentuk padat melesat keluar dari kehampaan dan bergegas ke arah Yun Tian mengepungnya di segala arah.


“Feng Luansan! Larilah, lindungi dirimu sendiri dengan hati - hati!”


Melihat serangan bola angin yang dahsyat mengepungnya di segala arah, Yun Tian tidak berani ceroboh.


Dengan keadaan seperti ini, dia tidak bisa lagi melindungi Feng Luansan, dan menyuruhnya untuk menjauh dari kawasan serangan tetua ketiga.


“Mati!”


Swosh!


Lebih dari selusin bola angin, melesat dengan kecepatan yang cepat ke tubuh Yun Tian.


Yun Tian tidak menghindari bola angin yang datang kepadanya, dia malah tersenyum dingin.


Dengan kuat memegang Heaven Splitting Sword nya dan mencengkeramnya dengan keras dia berteriak, “Ayo Api Phoenix! Membakar lah!”


Woosh!

__ADS_1


Nyala api yang kuat muncul dari pedang Yun Tian, akhirnya nyala api itu menyebar ke segala arah. Melingkari sekeliling area disekitarnya.


“Serang!”


Woosh!


Boom!


Api Phoenix itu akhirnya mengenai bola angin yang pertama, dan menghasilkan gelombang kejut yang cukup keras.


Yun Tian sekali lagi mengangkat pedangnya yang terbakar oleh nyala api Phoenix, lalu menyanyikannya ke segala arah secara horizontal.


Boom!


Boom!


Terdengar ledakan - ledakan yang tak terhitung jumlahnya saat Api Phoenix Yun Tian bentrok dengan bola angin tetua ketiga.


Ratusan bola angin akhirnya telah tersapu bersih oleh Yun Tian, dan hanya meninggalkan tanah serta pohon - pohon disekitarnya yang telah menjadi gersang hancur lebur akibat bentrokan mereka.


Bang!


Saat Yun Tian baru saja selesai menghentikan semua bola angin yang menyerangnya, tiba - tiba tetua ketiga datang dan melintas dengan cepat tepat berada di belakangnya.


Tetua ketiga menyelinap dengan cepat dan mencoba menyerang Yun Tian saat dia lengah.


“Matilah!”


Namun tidak seperti yang diharapkan tetua ketiga, Yun Tian tampaknya sudah menyadari keberadaannya dan bereaksi lebih cepat.


Tangan Yun Tian terangkat ke dadanya dan dia langsung memblokir serangan mendadak milik tetua ketiga.


Setelah dia berhasil memblokir serangannya, Yun Tian memutuskan untuk menyerang balik tetua ketiga.


“Tinju Perang!”


Boom!


Tetua ketiga dipukul olehnya, sampai tulang dadanya tergeser dan dia terlempar mundur hingga memuntahkan banyak darah.


“Uhuk! Uhuk!”


Tetua ketiga berdiri sambil terengah - engah saat darah terus mengalir keluar dari mulutnya, dia memandang Yun Tian dengan penuh kejutan dan ketakutan yang mendalam.


Yuk bantuin authornya supaya rajin upload.


Caranya gampang! kalian tinggal like, vote dan rate bintang 5.


Jangan cuma baca doang tapi ga di like sama vote. Nanti authornya bakal nge down dan jadi males up. 👍🏻

__ADS_1


Bagi yang udah Vote dan Like Terimakasih ya... Semoga rejekinya lancar.


__ADS_2