
Merasakan aroma dari tanaman obat yang dia butuhkan, Yun Tian merasa terkejut dan senang di saat yang bersamaan.
“Aroma ini... Ya! Ini adalah aroma tanaman obat yang kubutuhkan, Bunga Lotus Ungu!” Yun Tian berkata dengan ekspresi bahagia saat mencium aroma tanaman obat yang bernama Bunga Lotus Ungu tersebut.
Bunga Lotus Ungu ini adalah salah satu dari bahan tanaman obat yang akan digunakan untuk membuat Pill Resurrection.
Pill Resurrection berguna untuk mengembalikan Kultivasi seseorang ke masa jayanya, ini berguna untuk menyembuhkan Xuan Ling secara total, dengan Pill ini juga mungkin bisa membuat ingatan Xuan Ling kembali lagi atau akan menyembuhkan penyakit amnesianya.
Sambil terus memperbesar Indra penciumannya, Yun Tian akhirnya menemukan arah dimana Bunga Lotus Ungu itu berada.
Mengalihkan pandangannya kebelakang, Yun Tian berbalik dan berkata, “Aku tidak menyangka, aroma Bunga Lotus Ungu ini berasal dari arah tempat Keluarga Lan berada.”
Dalam pikirannya suara Xia Jingyu terdengar sambil tertawa, “Hehehe, aku juga tidak menyangka bahwa hal ini akan terjadi. Apakah kau akan kembali dan meminta secara langsung Bunga Lotus Ungu itu kepada wanita bernama Lan Ruo itu?”
Mendengar perkataan Xia Jingyu, Yun Tian tersenyum sedikit masam dan berkata, “Tidak ada pilihan lain, aku harus mendapatkan Bunga Lotus Ungu tersebut dengan cara apapun, namun setidaknya aku tidak akan menggunakan cara - cara tercela seperti mencurinya.”
Setelah berbincang dengan Xia Jingyun selama sesaat, Yun Tian bersiap untuk berbalik arah dan kembali ke arah tempat Keluarga Lan.
Swosh!
Dalam sekejap mata, dia langsung berlari melintas menuju ke tempat tujuannya dan hanya meninggalkan sedikit siluet bayangan putih.
***
Di halaman Keluarga Lan.
Terdapat sesosok gadis cantik bergaun putih dengan tubuh ramping.
Dia sedang duduk di kursi ruang kamarnya sambil menatap lurus jendela luar dengan wajah tanpa ekspresi tampak seperti sedang membayangkan sesuatu.
Wanita itu tidak lain adalah Lan Ruo, sambil menatap langit yang cerah lewat luar jendelanya, dia tampak berpikir.
“Mengapa wajah orang itu selalu saja terngiang-ngiang dalam pikiranku? Padahal orang itu sudah pergi, mungkin ini juga bisa menjadi perpisahan kita dan kita tidak akan memiliki kesempatan untuk bertemu lagi dimasa depan..”
__ADS_1
Lan Ruo terus berpikir dan bergumam dalam hatinya saat membicarakan Yun Tian yang selalu terngiang-ngiang di dalam pikirannya.
Dengan kesal mengepalkan tangannya, dia berkata sambil mengumpat, “Mengapa? Apakah pesona kecantikan yang kumiliki masih kurang? Tidak tidak tidak.... Penampilanku sendiri tidak ada masalah, mungkin hanya dia lah yang tampaknya tidak memiliki selera...”
“Ah!! Sialan.. Mengapa kau terus berada dalam pikiranku, Yun Tian!! Ayolah, Minggu depan kontes sudah akan dilaksanakan dan aku harus bersiap - siap untuk itu. Tapi sejak beberapa saat yang lalu pemuda bernama Yun Tian itu selalu saja menganggu dalam pikiranku...”
Lan Ruo berkata dengan cemberut kesal, tetapi juga dia memiliki sedikit ekspresi keengganan dalam wajahnya.
“Hei, tampaknya kau terus membicarakanku, apa yang terjadi padamu?”
Tiba - tiba terdengar suara yang familiar dalam telinga Lan Ruo.
Mengalihkannya ke asal suara tersebut, wajahnya menjadi tercengang dan membeku kaku sejenak.
“Tidak mungkin... Y-Yun Tian?!”
Orang yang baru saja berbicara adalah Yun Tian, dengan ekspresi dinginnya seperti biasa. Dia sudah berdiri di depan halaman luar kamar Lan Ruo sambil terus menatapnya.
“Ya, ini aku.” Jawab Yun Tian.
Lan Ruo bertanya kepadanya dengan suara gugup dan wajah yang tampak dipenuhi rona kemerahan malu.
“Aku tarik kata - kataku sebelumnya, aku memiliki beberapa hal yang kuperlukan di kota ini. Jadi aku akan menginap di sini selama beberapa hari.” Yun Tian berkata dengan tanpa ekspresi.
“Lalu... Bukankah diluar ada penjaga yang menjaga pintu gerbang Keluarga Lan? Mengapa kau bisa masuk ke sini? Jangan bilang... Apakah kau menerobos halamanku kamarku secara langsung?” Lan Ruo berkata dengan suara gugup sambil menatap Yun Tian dengan ekspresi aneh.
Mendengar perkataannya, Yun Tian sedikit mengalihkan pandangannya kesamping dan berkata, “Yah... Aku sedikit terburu - buru, ngomong - ngomong.. Kau tampaknya sedang kesulitan dalam rencana untuk kontes satu minggu mendatang, bisakah aku membantumu?”
“Tidak perlu, aku sudah bisa berpikir kembali.” Jawab Lan Ruo dengan wajah tersenyum sambil melambaikan kedua tangannya.
“Kalau begitu, bisakah kau sediakan halaman ruangan kediaman kosong yang lain? Tidak mungkin bagiku untuk tinggal satu kamar denganmu bukan?” ucap Yun Tian.
“Oh iya, kau benar... maka...”
__ADS_1
Sebelum Lan Ruo selesai berbicara, tiba - tiba terdengar suara langkah kaki yang mendekati halaman mereka.
Mendengar suara langkah kaki tersebut, kedua orang itu langsung sigap.
“Sepertinya akan ada orang yang datang.... Sebaiknya aku bersembunyi supaya tidak menimbulkan kesalahpahaman.” Yun Tian berkata, lalu dalam sekejap dia telah menghilang dan segera bersembunyi di balik bayang.
Melihat Yun Tian menghilang dalam sekejap mata, Lan Ruo belum bisa memulihkan ekspresi gugupnya saat mendengar suara langkah kaki seseorang yang datang.
Krek...
Suara pintu halaman terdengar dan terbuka, melihat ke arah pintu tersebut, itu adalah seorang pria tua tampak berusia hampir tujuh puluh tahun.
Pria tua itu melihat sekeliling halaman Lan Ruo selama sesaat, sebelum tatapannya beralih ke gadis itu dan berjalan ke arahnya dengan senyuman.
“Ruo'er, kau ternyata berhasil kembali selamat...” Berjalan ke arah Lan Ruo, pria tua itu berkata dengan wajah bahagia.
“Ternyata itu ayah...”
Lan Ruo menghembuskan nafasnya keluar dengan lega, ekspresi gugupnya menghilang digantikan oleh rasa kasih sayang terhadapnya orang tua saat melihat ayahnya datang.
Ayah Lan Ruo atau Patriak Keluarga Lan yang bernama Lan Qinchen menatap putrinya dengan senyum lega serta khawatir.
“Aku sangat terkejut saat mendengar kabar dari seseorang bahwa kau pergi ke bukit berbahaya itu. Untung saja kau berhasil kembali dengan kondisi selamat.”
“Maafkan aku atas kecerobohanku ayah... Tetapi aku berhasil selamat karena ada seorang Dermawan yang menyelamatkanku saat itu, aku cukup beruntung untuk bertemu dengannya di saat itu.” Jawab Lan Ruo sambil tersenyum.
“Baguslah kalau begitu, kuperingatkan sekali lagi untuk tidak mengulanginya kembali. Ngomong - ngomong dimana penyelamatmu itu? Apakah kau mengundangnya ke sini secara langsung?” tanya Lan Qinchen.
“Ya, aku sudah mengundangnya untuk menginap disini selama beberapa hari. Sekarang dia sedang dalam beberapa urusan, mungkin nanti malam dia akan ke sini secara pribadi, Oh iya, ayah siapkan juga halaman untuk tempat tinggalnya.” Tanya Lan Ruo sengaja menyembunyikan soal Yun Tian yang sudah berada di sini, agar tidak membuat kesalahpahaman.
Yuk bantuin authornya supaya rajin upload.
Caranya gampang! kalian tinggal like, vote dan rate bintang 5.
__ADS_1
Jangan cuma baca doang tapi ga di like sama vote. Nanti authornya bakal nge down dan jadi males up. 👍🏻
Bagi yang udah Vote dan Like Terimakasih ya... Semoga rejekinya lancar.