
“Benar, buku ini adalah pemberiannya, dan juga walaupun dalam rumor dia tampak seperti pembunuh berantai dengan hati yang kejam. Tetapi jika kau dekat dengannya, kau pasti akan mengerti bahwa dia bukanlah orang yang seperti itu.”
Lan Ruo berkata saat dia tersenyum mengingat masa - masanya dengan Yun Tian.
“Tampaknya sekarang terdapat jenius baru lagi yang muncul...” Tiba - tiba terdengar suara dari arah depan mereka.
Suara itu berasal dari seseorang Wanita Paruh Baya yang sedang terbang lurus memimpin, dia adalah wanita dengan Kultivasi Heaven Realm yang cukup kuat.
Wanita Paruh Baya itu berkata dengan suara rendah, “Namun... Dari yang di deskripsikan tampaknya pemuda jenius baru muncul ini memiliki temperamen yang sedikit buruk... Menghancurkan Hidden White Sect begitu saja...”
Ketiga orang dibelakangnya menatap Wanita Paruh Baya yang baru saja berbicara itu dengan sedikit terkejut, saat wanita muda di sana berkata, “Guru Mo, apakah kau tertarik dengan pemuda bernama Yun Tian ini?”
Wanita Paruh Baya yang disebut Guru Mo itu sedikit tersenyum tipis sebelum menggelengkan kepalanya, “Tidak, aku sekarang sudah menemukan murid baruku Lan Ruo yang sangat berbakat dalam hal Tabib.”
Lan Ruo merasa senang saat namanya disebutkan dan dipuji oleh Wanita Paruh Baya itu, dia menggelengkan kepalanya dengan rendah hati dan menjawab, “Hehe... Tidak usah terlalu memujiku Guru Mo!”
Guru Mo sedikit menghela nafasnya saat melihat wajah Lan Ruo yang setengah bangga dan setengah rendah hati itu.
“Yah... Lagi pula, pemuda bernama Yun Tian itu pasti memiliki Guru yang hebat di belakangnya, tidak mungkin bagiku untuk menerima murid orang lain secara langsung. Belum lagi aku tidak mengetahui pemahaman dan prospek masa depannya mengenai tabib.” Ucap Guru Mo, saat dia menjelaskan kepada Lan Ruo dan dua orang sisanya.
***
Kembali ke Yun Tian.
Yun Tian saat ini sedang tidur terlentang di punggung Burung Argentavis tersebut saat mereka terbang dengan kecepatan yang tinggi.
Yun Tian membuka matanya secara perlahan, dan matahari yang bersinar terang di langit langsung menutupi pandangannya.
Dia bangun dan langsung duduk di tempat, lalu dengan ekspresi terkejut dia melihat kondisi tubuhnya yang sekarang.
”Aku tidak terluka sama sekali? Apakah tidak ada efek samping dari membuka Gerbang Burning Soul itu?” Yun Tian bergumam kaget karena kondisi tubuhnya tidak hanya terluka, malah menjadi semakin baik dan bugar.
Kelelahan yang dia rasakan sebelumnya telah menghilang, serta beberapa luka sayatan pedang juga digantikan oleh kulit baru yang tampak lembut dan bersih.
Yun Tian sedikit menggeser tubuhnya, dan dia segera berdiri lalu melompat - lompat di punggung Burung Argentavis tersebut dengan leluasa.
”Bukan hanya itu saja... Tulang - tulangku bahkan kembali seperti semula!” Yun Tian bergumam dengan sedikit bingung, ”Hal ini tidak mungkin terjadi hanya dengan regenerasi dari fisik God Of War saja. Dewi Jingyu, apakah kau mengetahui penyebab penyembuhan ini?”
Yun Tian bertanya ke Xia Jingyu, keheningan terjadi selama beberapa detik, melihat tidak ada respon dalam pikirannya.
“Dewi...?”
Yun Tian segera bertanya sekali lagi, namun tidak peduli seberapa keras suaranya, tetap tidak ada balasan sautan dari Xia Jingyu sendiri.
__ADS_1
Yun Tian merasa sedikit gelisah karena Xia Jingyu tidak menyautnya sama sekali, dan dia merasa ada masalah yang tidak beres.
Perlahan Yun Tian menutup matanya dan mengonsentrasikan dirinya ke dalam tubuhnya saat dia memobilisasikan Qi Spirtual yang dia miliki masuk ke dalam Kalung Giok Warisan God Of Warnya.
Setelah itu, seluruh kesadaran Yun Tian langsung masuk ke dalam Kalung Giok tersebut.
Yun Tian melihat sekeliling, saat dia sekali lagi berada di dalam Padang rumput yang sangat luar, mata Yun Tian terfokus ke arah Istana kastil dengan jarak yang tidak terlalu jauh darinya itu.
Istana itu sendiri adalah istana yang Yun Tian masuki saat dia pertama kali membuka warisan Dewa Perang dari Kalung Giok ini.
Dalam sekejap, Yun Tian segera melintas dan masuk ke dalam istana tersebut, saat dia memasuki istana itu pandangannya langsung ter arah ke gadis dengan rambut bewarna merah darah yang sedang duduk di singgasana istana tersebut dengan mata tertutup rapat.
Yun Tian berjalan ke arah gadis itu yang tidak lain adalah Xia Jingyu sendiri dengan tatapan khawatir.
“Dewi Jingyu... Apa yang terjadi padamu?” Yun Tian memandang ke arah Xia Jingyu dengan tatapan bingung.
Xia Jingyu tetap tidak membuka matanya, tetapi tiba - tiba tranmisi suaranya langsung memasuki telinga dan pikiran Yun Tian.
“Yun Tian, tidak perlu khawatir dengan kondisiku. Ini hanyalah efek samping karena terlalu banyak menyumbangkan Energi Qi Spirtual ku keluar, kondisiku akan baik - baik saja, tetapi butuh sedikit waktu untuk pulih.” Suara Transmisi Xia Jingyu terdengar di telinga Yun Tian, saat dia menjelaskan hal - hal mengenai kondisinya.
“Jadi untuk beberapa waktu aku tidak bisa berkomunikasi denganmu secara langsung dan harus fokus untuk memulihkan diriku kembali ke posisi yang sebelumnya. Jadi... Jaga dirimu baik - baik dan jangan gegabah menggunakan Gerbang Burning Soul kecuali kau benar - benar menghadapi situasi yang diharuskan untuk membukanya...” lanjut Suara Transmisi itu saat secara perlahan menghilang dari telinga Yun Tian.
”Baik aku mengerti..” Yun Tian menganggukan kepalanya saat dia memahami kata - kata yang diucapkan oleh Xia Jingyu.
Setelah itu, segera kesadaran Yun Tian langsung kembali lagi ke tubuhnya.
Duduk di Burung Argentavis itu, Yun Tian langsung mengalihkan pandangannya ke arah Utara tepatnya ke arah Yuridiksi Sky Sword Sect.
“Aku tidak tahu sudah berapa lama diriku pingsan... Dan juga aku tidak tahu sudah dimana kita berada?” Yun Tian menatap ke depan dengan serius saat memikirkan posisi lokasinya sekarang.
“Yah... Tidak peduli apa, tujuanku ke Yuridiksi Sky Sword Sect yaitu menuju Kota Huang, tampaknya Burung Argentavis ini hanya mengetahui lokasi Yuridiksi Sky Sword Sect saja, dan tidak tahu lokasi tepat dimana Kota Huang berada.” Yun Tian berkata sambil menghembuskan nafasnya keluar.
“Huh... Yah itu adalah hal yang wajar lagipula letak Kota Huang adalah di daerah yang lumayan terpencil dan sulit ditemukan di Peta Benua Tian Wu biasa. Jika aku ingin menemukan letak Kota tersebut, maka aku harus mencari peta khusus Yuridiksi Sky Sword Sect sendiri.” Yun Tian bergumam saat dia memegang dagunya tampak berpikir.
Segera Yun Tian menepuk punggung Burung Argentavis dibawahnya dengan pelan sebelum berkata, “Hei, berapa hari yang dibutuhkan untuk mencapai Yuridiksi Sky Sword Sect?”
Yun Tian sendiri tidak mengerti bahasa dari Binatang Iblis seperti Burung Argentavis, tetapi Burung Argentavis adalah Binatang Iblis yang jinak dan cukup terlatih.
Atas kata - kata Yun Tian, Kepala Burung Argentavis itu segera melengkung ke samping dan membentuk angka dua dari kepalanya.
“Dua hari?” Tanya Yun Tian saat melihat respon dari Burung Argentavis tersebut.
Burung Argentavis itu mengangguk-anggukkan kepalanya mengkonfirmasikan jawaban Yun Tian.
__ADS_1
***
Dua hari berlalu dalam sekejap mata...
Kota Bulan Ribu, kota ini terletak di daerah paling timur dari Yuridiksi Sky Sword Sect. Kota ini juga sebagai tempat perbatasan dari Yurdiksi Sky Sword Sect menuju Yurdiksi lain.
Kota ini memiliki beberapa praktisi atau turis yang sering berdatangan dan berkerumun ramai.
Disisi gerbang Kota Bulan Ribu ini, terdapat seorang pemuda tampan dengan rambut perak yang berkibar di belakang kepalanya. Pemuda itu tampak berusia tujuh belas tahun, dan tampak matang yang tak terlihat seperti usia tersebut.
Pemuda itu berdiri diatas Burung Argentavis dan mendaratkannya dengan rapih ke depan gerbang Kota tersebut.
Pemuda itu tidak lain adalah Yun Tian, Yun Tian saat ini menatap kondisi Kota Bulan Biru dengan tatapan dinginnya, lalu dia secara perlahan melompat ke tanah.
Dia mengalihkan pandangannya ke arah Burung Argentavis yang berada dibelakangnya sebelum menepuk kepalanya dengan lembut dan berkata, “Kau tunggu sini untuk sementara waktu... Ada beberapa hal yang harus kucari di Kota ini.”
Setelah mengatakan itu, Yun Tian langsung mengalihkan pandangannya kembali dan berjalan masuk ke arah Kota Bulan Ribu tersebut.
Saat Yun Tian ingin berjalan memasuk ke dalam Kota tersebut, tiba - tiba seorang pria yang tampaknya adalah penjada gerbang Kota Bulan Biru ini langsung muncul di hadapan Yun Tian dan berkata, “Maaf jika saya menghalangi anda, tetapi untuk memasuki Kota Bulan Biru ini butuh pembuktian identitas terlebih dahulu.”
Yun Tian menatap ke arah penjaga itu selama sesaat, sebelum mengambil sebuah lencana identitas bewarna perunggu dengan lambang Dua Pedang yang menyatu di tengah.
Saat penjaga itu melihat lambang identitas Yun Tian, dia segera terkejut sebelum akhirnya menyambut Yun Tian dengan antusias.
“Jadi ternyata anda adalah Murid dari Sky Sword Sect, mari dan silahkan masuk!” Penjaga itu berkata dengan ramah, berbeda dari ekspresi acuh tak acuh sebelumnya.
Setelah mendapatkan izin dari penjaga gerbang tersebut, Yun Tian segera memasuki gerbang Kota Bulan Ribu tersebut sambil tersenyum.
“Sepertinya identitas Sky Sword Sect cukup baik di kalangan orang - orang Kota ini.” ucap Yun Tian lalu dia mulai meletakkan kembali lencana identitasnya sebagai murid Sky Sword Sect.
Segera Yun Tian melihat sekeliling Kota Bulan Ribu ini, dan dia sedikit terkejut dengan keramaian turis disini.
“Jadi begitu... wajar bagi penjaga itu untuk menanyakan identitas orang yang masuk satu per satu, karena populasi yang ada di Kota ini tampak sangat ramai.” Yun Tian bergumam.
Situasi Kota Bulan Ribu tidak jauh berbeda dengan Kota Pohon Pir yang sebelumnya, ini memiliki estetika keindahan yang sama serta keramaian yang sama.
Yuk bantuin authornya supaya rajin upload.
Caranya gampang! kalian tinggal like, vote dan rate bintang 5.
Jangan cuma baca doang tapi ga di like sama vote. Nanti authornya bakal nge down dan jadi males up. 👍🏻
Bagi yang udah Vote dan Like Terimakasih ya... Semoga rejekinya lancar.
__ADS_1