
Segera mereka berdua saling dengan intens, saat masing - masing after image mereka saling beradu.
Tapi di saat berikutnya, ekspresi wajah Tetua Pertama langsung mengalami perubahan drastis.
Karena ketika Bayangan After Imagenya beradu dengan milik Yun Tian, semua klon after image miliknya langsung musnah.
“Orang ini... Klon After Imagenya sama kuatnya dengan tubuh aslinya!!” ucap Tetua Pertama saat dia mengerutkan keningnya dan memutuskan untuk mundur kebelakang.
Boom!
Api Phoenix di tubuh Yun Tian menyala dan meledak langsung ke arahnya, cahaya menyilaukan dari Api itu membuat semua orang tidak bisa membuka mata mereka selama beberapa saat.
Swing!
“Argh!”
Saat semua orang menutup mata mereka, Yun Tian menggunakan kesempatan ini untuk menebas dan langsung membunuh mereka satu per satu.
Tangisan dan jeritan terjadi dimana - mana saat semua orang ingin membuka mata mereka tetapi terhalang oleh sinar cahaya Api yang menyilaukan tersebut.
Boom!
Di saat yang bersamaan letusan Api Phoenix yang besar terjadi sehingga membuat beberapa murid yang tak terhitung jumlahnya terbakar menjadi abu.
Saat sinar nyala Api itu menghilang akhirnya semua murid dan para tetua bisa melihat sekitarnya dengan leluasa.
Tiba - tiba ekspresi mereka langsung berubah drastis saat melihat ratusan mayat murid mereka yang telah hangus dan gosong tergeletak di tanah, dan bahkan ada beberapa yang telah menghilang menjadi abu.
Pandangan mereka akhirnya beralih kepada Yun Tian yang tampaknya sedang mencengkram erat leher tenggorokan seseorang.
Yun Tian mengangkat tangannya ke atas, dan orang yang di cengkeramannya langsung naik terangkat dari tanah.
Saat semua orang memandang siapa orang yang ada di tangan Yun Tian, ekspresi mereka langsung berubah menjadi keterkejutan dan kegelisahan.
“Lan- Lan Poyun!!” Teriak Patriak Qu Luo.
Orang yang dicekik oleh Yun Tian adalah Lan Poyun sendiri.
Tidak sampai beberapa nafas berlalu sejak Yun Tian menonaktifkan pandangan mereka, dia sudah membunuh ratusan murid - murid Hidden White Sect dan juga bahkan masih sempat untuk mengambil Lan Poyun ke cengkramannya.
Patriak Qu Luo dan para tetua semua menatap Yun Tian yang sedang mencengkram tenggorokan Lan Poyun dan mengangkatnya dari tanah.
Mereka semua tertegun tentang seberapa cepat pemuda ini bertindak. Dia sudah membunuh ratusan murid Hidden White Sect tanpa pandang bulu, bahkan mereka sendiri tidak percaya bahwa orang di depan mereka hanya seorang pemuda yang berusia tujuh belas tahun.
Terdapat ribuan murid serta Dua belas Tetua dan juga Patriak yang secara pribadi ikut serta dalam pertempuran. Namun disisi lain lawan tampaknya tidak merasakan takut akan hal itu sama sekali, malah dia berhasil mendapatkan sandera dalam genggamannya.
Dan orang yang disandera nya walaupun itu hanya berstatus murid, tetapi prospek masa depan Lan Poyun itu adalah hal yang penting bagi Sekte mereka.
Lan Poyun adalah satu - satunya murid dari Wakil Patriak Hidden White Sect mereka, bakatnya mengenai tabib adalah yang paling jenius diantara semua murid di sekte ini. Jika tidak ada kendala maka di masa depan dia pasti akan menjadi tabib dengan ketinggian Alkemis.
Jika dia mati, itu sama saja seperti Hidden White Sect kehilangan satu Alkemis masa depan mereka, dan itu adalah tamparan wajah yang merugikan bagi Sekte mereka sendiri.
“T-Tolong... Patriak... Tetua.... Selamatkan aku... Ugh..”
Lan Poyun berkata dengan suara serak yang dipenuhi rasa sakit saat Yun Tian menggenggam tenggorokannya dengan keras.
Yun Tian tidak peduli dengan apa yang dikatakan Lan Poyun, segera dia memperkuat cengkramannya sehingga membuat wajah Lan Poyun menjadi pucat dan semakin merasakan kesakitan.
”Lepaskan dia!”
“Yun Tian lepaskan dia! Jika kau berani membunuhnya, maka aku akan menghancurkan seluruh keluargamu!” Patriak Qu Luo berteriak kepada Yun Tian.
Dia sangat ingin bergegas kedepan dan langsung menyelamatkan Lan Poyun, tetapi dia tidak berani melangkah lebih jauh. Karena takut Yun Tian akan langsung bereaksi dan mematahkan leher Lan Poyun secara langsung.
__ADS_1
“Yun Tian! Lepaskan dia sekarang juga! Jika kau berani membunuhnya maka aku akan mengulitimu hidup - hidup sebelum kamu mati!!” Patriak Qu Luo berteriak sekali lagi, wajahnya tampak penuh urat saat menatap Yun Tian dengan penuh emosi.
“Oh begitukah?” Yun Tian tersenyum dingin atas reaksi dari Patriak Qu Luo.
Bukan hanya melonggarkan cengkramannya, tetapi dia langsung memperkuat dengan segenap kekuatannya.
Crack!
Suata tulang yang hancur bergema ke seluruh Hidden White Sect.
Yun Tian melihat ke arah leher dari Lan Poyun yang sudah tidak bertulang dan lemas lalu jatuh ketanah saat dia melepaskan cengkramannya.
Dia menatap mayat Lan Poyun yang sudah mati dengan dingin sebelum berkata sambil tertawa, “Adikmu juga ku patahkan di area lengannya... Hahaha.”
Keheningan singkat terjadi di tempat itu selama beberapa detik.
“Kau...!” Patriak Qu Luo langsung marah saat dia maju ke arah Yun Tian dengan ganas, kali ini dia tidak bisa mengawasi Yun Tian dan mampu mempertahankan ketenangannya yang awalnya dia miliki.
Kedua matanya tampak bewarna merah karena kemarahan yang luar biasa, Qi Spirtual dari Earth Realm tingkat tujuh terpancar darinya sangat kuat.
“Mati kau!!”
Dalam kemarahannya yang ekstrem, dia mengayunkan lengannya dengan keras dan memukul ke arah wajah Yun Tian.
Boom!
Lengannya memukul wajah Yun Tian dengan keras, Patriak Qu Luo ingin tersenyum lega saat dia telah memukulnya.
Retak!
Namun senyumannya tiba - tiba membeku, karena Yun Tian yang telah dia pukul dengan cepat berubah menjadi klon es dan hancur berserakan.
“Itu yang disebut sebagai Elementisasi.”
Tubuh Patriak Qu Luo sedikit berbalik saat dia menatap Yun Tian yang tiba - tiba pindah tempat, mengalihkan pandangannya ke arah yang dia sedang.
Itu adalah sebuah bongkahan es yang telah hancur dibawah pukulannya.
“Kau...Mustahil... Bagaimana bisa... Elemen Es... Apakah kau memiliki dua basis elemen Es dan Api sekaligus dalam tubuhmu?! Bagaimana bisa hal itu terjadi?!” Patriak Qu Luo berkata dengan ekspresi ngeri saat dia menatap ke arah Yun Tian.
“Apa?!”
“Dua basis elemen dalam satu tubuh?!”
“Hal itu belum pernah terjadi dalam sejarah Benua TianWu!!”
Semua orang disekitarnya juga menatap Yun Tian dengan pandangan terkejut dan penuh ketidak percayaan.
“Hehe, tidak ada kata mustahil dalam kamusku!” Yun Tian menatap ke arah Patriak Qu Luo sambil tersenyum dingin.
“Sekarang rasakan ini...” Sambil mengangkat pedangnya ke atas, Yun Tian segera berteriak, “Teknik tahap dua Frost Ice Divine Art!"
“Ice Shiny Arrow!”
Swosh!
Melambaikan pedangnya kelangit, tiba - tiba ratusan panah es keluar dari kehampaan, mereka berkumpul dan segera menyebar kesegala arah.
“Argh...!”
“Tolong aku...”
“Hentikan panah sialan ini!”
__ADS_1
Dalam sekejap ratusan murid - murid Hidden White Sect langsung terkena oleh panah - panah Es milik Yun Tian, dan beberapa dari mereka terluka dan beberapa lagi bahkan meninggal dunia.
Melihat jeritan - jeritan serta kekacauan yang terjadi, Patriak Qu Luo memiliki ekspresi gelap dan cemas di wajahnya, dia segera menghentakkan kakinya sebelum berteriak.
“Earth Wall!”
Boom!
Swosh!
Tiba - tiba tanah di pijakannya langsung mencuat naik hingga beberapa meter dan menyebar ke segala arah dan membentuk dinding.
Dinding itu langsung memblokir serangan - serangan dari panah Ice Shinny Arrow yang Yun Tian keluarkan.
Semua murid yang berusaha menghindari panah es tersebut akhirnya bernafas lega saat Patriak Qu Luo langsung memblokirnya dengan Dinding Bumi yang dia keluarkan.
Mereka semua memandang Patriak mereka dengan tatapan bersyukur dan berkata, “Hampir saja... Ini semua berkat Patriak!”
“Ya, benar! Patriak telah menyelamatkan hidup kami semua!”
“Serangan - serangan Yun Tian itu telah diblokir oleh Patriak, itu membuktikan seberapa kuat kekuatan yang dimiliki oleh Patriak sendiri!”
“Hidup Patriak!”
Mendengar pujian dari semua orang, Patriak Qu Luo tersenyum bangga dan kepercayaan dirinya yang sebelumnya kembali lagi, dia menatap ke arah Yun Tian dengan serius.
Melihat serangannya ratusan panah esnya diblokir oleh Dinding Tanah milik Patriak Qu Luo yang tampak kokoh.
Yun Tian sedikit tersenyum dingin, dia mengangkat Heaven Splitting Sword nya dengan tinggi ke langit.
“Hei kalian orang - orang Hidden White Sect, sebaiknya kalian lihat serangan milikku sebenarnya yang aku pelajari dari Sky Sword Sect sendiri.” Yun Tian berkata saat tiba - tiba Heaven Splitting Sword nya dipenuhi sinar cahaya bewarna kuning muda yang menyinari seluruh Hidden White Sect.
“Apa yang akan dia lakukan?” Patriak Qu Luo dan semua tetua disekitarnya menatap ke arah Yun Tian dengan khawatir.
Segera saat merasakan Qi Spirtual yang terpancar dari Yun Tian, Patriak Qu Luo langsung memerintahkan salah satu tetua untuk maju.
“Cepat hentikan dia! Aku merasakan bahwa dia akan melakukan sesuatu yang berbahaya. Dan juga tetua lainnya yang memiliki basis elemen Bumi, haraplah buat Dinding Bumi untuk memblokir tindakan yang akan dia lakukan selanjutnya!!” Patriak Qu Luo berkata dengan penuh peringatan saat dia dengan gelisah menatap pedang Yun Tian yang terus menerus bersinar cemerlang.
Yun Tian mengarahkan Heaven Splitting Sword nya keatas, sebelum cahaya sinar di pedang itu meledak saat dia mengayunkannya dengan kuat ke arah lawan.
“Rasakan ini, Heavenly Sorveign Sword Hell tahap ke dua!”
“Heavenly Sorveign Lamentation!!”
Dalam sekejap sinar cahaya kuning dari pedang Yun Tian bergerak melintas menuju ke arah barisan Patriak Qu Luo.
Para Tetua yang memiliki basis elemen Bumi segera maju beberapa langkah, sebelum menghentakkan tangan mereka ke tanah, dan mereka berteriak secara serentak.
“Earth Wall!”
Boom!
Woosh!
Dalam sekejap tanah di pijakan mereka langsung terangkat ke atas dan mencuat membentuk dinding yang tampaknya bertujuan memblokir serangan Yun Tian.
Yuk bantuin authornya supaya rajin upload.
Caranya gampang! kalian tinggal like, vote dan rate bintang 5.
Jangan cuma baca doang tapi ga di like sama vote. Nanti authornya bakal nge down dan jadi males up. 👍🏻
Bagi yang udah Vote dan Like Terimakasih ya... Semoga rejekinya lancar.
__ADS_1