Pewaris God Of War

Pewaris God Of War
Ch 109 - Konflik


__ADS_3

“Oke - oke, aku akan menyiapkannya nanti. Ngomong - ngomong aku kesini juga untuk memberitahumu bahwa besok pagi akan diadakan pertemuan di aula Keluarga Lan kita.” Lan Qinchen berkata sambil menatap dan memberi tahu supaya dia datang juga esok hari.


“Aula pertemuan? Sudah berapa bulan sejak kita tidak berkumpul disana, apakah itu masalah penting?” Tanya Lan Ruo dengan ekspresi terkejut.


“Ini sangat penting, topik utama pertemuan ini mengenai kontes Asosiasi Tabib yang akan diadakan minggu depan.” Jawab Lan Qinchen.


Mendengar bahwa topik ini berhubungan dengan kontes Asosiasi Tabib, wajah Lan Ruo menjadi semakin terkejut. Mungkin besok akan ada perdebatan penting antara para tetua dan Patriak Lan Qinchen ayahnya.


“Baiklah, aku mengerti. Ayah soal posisi Patriak Keluarga...”


“Jangan membahas itu lagi.”


Sebelum kata - kata Lan Ruo selesai atau keluar dari mulutnya, tiba - tiba Lan Qinchen menjawabnya dengan suara bantahan.


“Aku tidak ingin membebani putriku untuk posisi yang berat itu. Ruo'er kau juga pasti sudah tahu kondisi Keluarga ini bukan? Tidak lama lagi mungkin posisi Patriak Keluarga akan berbuah berada di tangan Tetua pertama.” Ucap Lan Qinchen dengan suara sedikit muram saat membicarakan hal tersebut.


“Ayah! Aku tidak akan membiarkan itu terjadi... Ayah pasti juga tahu seberapa tercela perilaku tetua pertama itu bukan? Jika posisi Patriak Keluarga Lan benar - benar berada di tangannya, maka di masa depan Keluarga Lan kami pasti akan membawa jalan keburukan.” Lan Ruo dengan keras mengepalkan tangannya saat dia berkata dengan penuh amarah membahas tetua pertama tersebut.


“Ayah! Aku berjanji padamu, aku pasti akan memenangkan kontes tabib yang akan diadakan Asosiasi Tabib minggu depan, jika aku berhasil memiliki kualifikasi untuk memasukkan Asosiasi Tabib tersebut, pasti para tetua itu tidak berani bertindak langsung kepada kita.” Sambil menyusungkan dadanya dengan bangga, Lan Ruo berkata dengan percaya diri.


“Baiklah, aku harap hal itu benar - benar terjadi...” Jawab Lan Qinchen sambil tersenyum tulus, lalu dia berbalik arah menuju keluar halaman dan berkata, ”Soal halaman orang yang menyelamatkanmu, pakai saja halaman tamu di sebelah yang kosong. Jangan lupa membawanya untuk mengikuti perjamuan Aula besok pagi juga. Aku ingin mengucapkan terimakasih secara pribadi kepadanya.”


Setelah siluet Lan Qinchen menghilang saat dia keluar dari balik pintu.


Yun Tian dalam sekejap telah melintas kembali tepat di sebelah Lan Ruo.


Melihat keberadaannya yang secara tiba - tiba datang, itu membuat Lan Ruo menjadi sedikit kaget.


“Kamu mengawasinya dari tadi?” Tanya Lan Ruo sambil menatap ke arah Yun Tian.

__ADS_1


“Ya benar, aku mendengar semuanya. Sekarang cepat beritahu dimana letak halaman yang ayahmu sebutkan itu, kita akan bertemu kembali esok pagi.” ucap Yun Tian tanpa basa - basi langsung menanyakan halamannya.


Lan Ruo segera memberitahu lokasi halaman yang akan Yun Tian tinggali selama beberapa hari. Setelah itu Yun Tian juga segera meninggalkan halaman milik Lan Ruo dan pergi menuju ruangan barunya.


***


Dalam sekejap sehari sudah berlalu.


Yun Tian yang sedang berada di kamar halaman Keluarga Lan sedikit menghembuskan nafasnya saat menghirup udara segar di pagi hari yang cerah.


Udara di Kota Pohon Pir ini tampak cukup sejuk, yang membuatnya merasa nyaman, walaupun baru satu hari dia tinggal disini.


Melangkah keluar dari halamannya, Yun Tian membuka pintu untuk menuju keluar sebelum dia melihat sosok wanita cantik yang tampak terlihat cerah saat wajahnya disinari oleh matahari pagi.


Lan Ruo yang sedang menunggunya setelah melihat Yun Tian yang telah keluar, matanya bersinar cerah sebelum berkata, “Jadi kau sudah bangun, ayo Yun Tian, seperti yang kau dengar dari ayahku sebelumnya. Mari pergi menuju Aula pertemuan Keluarga Lan bersama.”


Setelah beberapa menit berjalan, akhirnya mereka sampai ke pintu masuk Aula tersebut.


Memandangnya dari luar, Yun Tian melihat beberapa sosok yang berbaris di sana dengan rapih, diantara sosok itu Yun Tian mengenali salah satunya. Itu adalah pemuda bernama Lan Muyun.


Lan Muyun sekarang memiliki perban di area pergelangan tangannya, dia sekarang memiliki wajah yang sangat murung, tampaknya masih memikirkan hal - hal yang Yun Tian perbuat padanya.


Setelah mereka berdua masuk, semua pandangan langsung fokus menatap ke arahnya dengan mata serius dan waspada.


Wajar mereka waspada, karena ini pertama kalinya mereka melihat pemuda tampan yang tampak asing memasuki Aula Pertemuan yang jelas - jelas hanya diizinkan bagi anggota - anggota Keluarga Lan saja yang patut masuk.


Merasakan tatapan menusuk dari puluhan orang yang menatanya dengan tajam, ekspresi Yun Tian tampak tenang saat dia berjalan menuju area tempat duduk yang telah disiapkan di samping tempat Lan Ruo.


“Kamu! Kamu adalah orang yang mematahkan lenganku sebelumnya! Mengapa kau berada disini?!”

__ADS_1


Tiba - tiba teriakan dengan nada penuh amarah terdengar dari arah sampingnya.


Orang yang baru saja berteriak adalah Lan Muyun, sambil menunjuk Yun Tian, dia berteriak dengan dendam, “Ayah! Dialah orang yang mematahkan lenganku kemarin sore, mengapa dia bisa berada disini?”


Setelah mendengar perkataan dari putranya Lan Muyun, mata tetua pertama bersinar dingin saat menatap Yun Tian, dan dia berkata dengan suara serak dan kejam, “Jadi kau? Orang yang berani melukai putraku?”


Yun Tian membalas menatapnya dengan penuh berani, matanya juga bersinar dingin saat dia menjawab, “Iya benar, aku yang melakukannya. Aku hanya berbuat adil saat melindungi Lan Ruo dari pukulannya yang menuju daerah dantian wanita itu.”


Boom!


Saat mendengar perkataan Yun Tian yang sombong dan percaya diri, Aura Qi Spirtual yang terpancar dari tetua pertama langsung meledak dengan kuat.


Tetua pertama mengendalikan energi Qi Spirtual miliknya dan memfokuskannya ketubuh Yun Tian, mencoba untuk menindasnya.


“Cukup!”


Namun sebelum energi Qi Spirtual nya mencapai tubuh Yun Tian, tiba terdapat Energi Qi Spirtual lain yang melindungi tubuh Yun Tian ditemani oleh suara pria tua yang bergema keras dalam ruangan.


Semua orang dalam sekejap langsung mengalihkan pandangannya ke pria tua yang baru saja melindungi Yun Tian, pria itu tidak lain adalah Patriak Keluarga Lan sendiri Lan Qinchen.


Lan Qinchen menatap Tetua Pertama dengan dingin sebelum berkata dengan suara acuh tak acuh, “Tamu ini adalah Dermawan yang telah menyelamatkan putriku saat dia pergi ke bukit yang dipenuhi Binatang Iblis itu. Secara tidak langsung dia juga merupakan dermawan Keluarga Lan kami juga karena sudah menyelamatkan anggota Keluarga Lan. Jika kalian memperlakukannya seperti ini, yang berarti kalian tidak tahu rasa terimakasih!”


Yuk bantuin authornya supaya rajin upload.


Caranya gampang! kalian tinggal like, vote dan rate bintang 5.


Jangan cuma baca doang tapi ga di like sama vote. Nanti authornya bakal nge down dan jadi males up. 👍🏻


Bagi yang udah Vote dan Like Terimakasih ya... Semoga rejekinya lancar.

__ADS_1


__ADS_2