
Yun Tian bergerak mengikuti arah jatuhnya Pria Paruh Baya tersebut kembali.
“Earth Realm tingkat lima? Apa hanya itu?” Yun Tian berkata mengejek dengan ekspresi dingin.
Pria Paruh Baya tersebut bangun dari tanah secara perlahan, dia menatap Yun Tian dengan penuh amarah.
“Kau terlalu meremehkanku bocah! Apakah kau pikir aku tidak memiliki kartu truf lain yang tersisa?” Sambil mengatakan itu, Pria Paruh Baya tersebut mengangkat lengan kanannya.
Nyala api merah langsung muncul di atas tangan milik Pria Paruh Baya tersebut, lalu dia memutarnya dengan cepat.
Nyala api itu langsung berputar dengan ganas seperti tornado besar yang menyala, semua pohon disekitarnya langsung kering akibat suhu dari api tersebut.
Seperti binatang api ganas, tornado api itu bergerak ke arah Yun Tian.
Ekspresi Yun Tian tampak biasa saat melihat api tornado besar yang datang ke arahnya.
“Ternyata kau adalah Kultivator berbasis Elemen Api... Yah tidak aku juga merasa tidak heran, karena kau sendiri adalah seorang Alkemis. Jadi wajar untuk memiliki Basis Elemen Api.” ucap Yun Tian dengan tenang.
“Hehehe, kau benar! Setelah mengatakan ini kamu masih memiliki rasa percaya diri di wajahnya. Tetapi setelah merasakan api tornado tersebut, aku tidak sabar untuk melihat ekspresimu selanjutnya!” Pria Paruh Baya itu berkata dengan sombong.
Sambil mendengus dingin, Yun Tian berkata, “Hmph! Apakah kau pikir api belaka milikmu ini bisa menyentuhku?”
Melambaikan Heaven Splitting Sword nya ke langit, segera Qi Spirtual merah terbentuk di pedang tersebut.
Diikuti oleh Qi Spirtual Merah yang kuat, tiba - tiba nyala api phoenix yang jauh lebih kuat dari milik Pria Paruh Baya itu milik di ujung pedang Yun Tian.
“Tidak mungkin! Kau juga memiliki basis elemen api sepertiku?!”
Saat melihat nyala api yang kuat di tangan Yun Tian, Pria Paruh Baya itu memiliki ekspresi tercengang diwajahnya.
“Sepertimu? Tampaknya kau terlalu merendahkan nyala apiku ini... Milikku seratus kali lipat lebih kuat dari milikmu!” Yun Tian berkata dengan keras.
__ADS_1
Dia perlahan mengayunkan Heaven Splitting Swordnya dengan nyala api di ujung pedang tersebut ke arah Tornado Api yang dikeluarkan Pria Paruh Baya itu.
Boom!
Setelah ledakan keras, energi tornado api yang dikeluarkan oleh Pria Paruh Baya itu langsung dimusnahkan. Nyala Api Phoenix di pedang Yun Tian tidak padam sama sekali, api tersebut terus bersinar terang dengan warna emas kemerahan.
Pria Paruh Baya itu berdiri di tempat saat ekspresinya menjadi semakin terkejut.
“Kau benar - benar mengejutkanku, dengan nyala api seperti itu... Apakah kau berasal dari Fire Sword Sect?!” Pria Paruh Baya itu berkata sambil menatapnya dengan ngeri.
Fire Sword Sect adalah salah satu dari tiga Sekte Kelas Satu dengan rata - rata murid di sana memiliki Basis Elemen Api yang kuat di tubuh mereka.
Di sekte tersebut juga terdapat lebih dari sepuluh kultivator Heaven Realm yang menduduki posisi Tetua dan posisi yang lain.
Hanya memikirkan saja itu membuat bulu kuduk Pria Paruh Baya semakin merinding. Jika dia diketahui oleh semua orang bahwa dia menyinggung salah satu murid berbakat dari Fire Sword Sect, maka tamatlah riwayatnya, bahkan mungkin Hidden White Sect nya akan mengalami bencana terbesar yang mereka alami dalam sejarah.
Segera niat membunuh di matanya semakin besar saat dia menatap Yun Tian. Dia berniat untuk membunuh sebelum situasinya menjadi lebih besar, jika dia bisa membunuh Yun Tian disini, maka tidak akan ada yang tahu asal kematian dan bukti orang yang membunuhnya.
Namun tidak peduli seberapa besar usaha yang dikeluarkan Pria Paruh Baya, itu tampaknya adalah hal yang sia - sia.
Yun Tian sendiri bukan berasal dari Fire Sword Sect melainkan berasal dari Sky Sword Sect. Walaupun Sky Sword Sect jauh lebih kuat dari pada sekte Pria Paruh Baya tersebut, tetapi Sky Sword Sectnya juga masih lebih lemah dari pada Fire Sword Sect.
Saat Yun Tian sedang berpikir, tiba - tiba Pria Paruh Baya itu melintas ke arahnya dengan cepat.
“Aku baru saja pemanasan sebelumnya, ayo! rasakan kekuatan seseorang Earth Realm tingkat lima dengan basis elemennya!”
Sambil menjerit dengan sombong, Pria Paruh Baya itu menusukkan pedangnya ke arah mata Yun Tian.
Segera Yun Tian membelokkan kepalanya kesamping dan membalas serangan Pria Paruh Baya itu dengan pedangnya.
Ding!
__ADS_1
Ding!
Kibaran dan percikan pedang terjadi dimana - mana saat nyala api milik Pria Paruh Baya itu bersaing dengan Yun Tian.
Saat mereka berdua sedang bertarung dengan sengit, tiba - tiba terdengar suara langkah kaki yang banyak dari kejauhan.
Itu adalah langkah kaki yang berasal dari orang - orang Keluarga Lan. Semua orang dari Keluarga Lan menyusul untuk melihat pertarungan diantara Pria Paruh Baya dan Yun Tian.
Setelah mereka sampai disini, mereka melihat percikan api yang besar antara dua sosok yang terus beradu pedang.
“Mereka masih bertarung dengan sengit!”
Semua penonton berkata dengan terkejut saat melihat pertarungan antara Pria Paruh Baya dan Yun Tian.
Lan Poyun menatap pertarungan itu dengan ekspresi sama terkejutnya seperti semua orang. Dia benar - benar tidak berpikir bahwa yang dihadapi oleh gurunya akan menjadi sekuat itu dan bisa bersaing dengan gurunya tanpa berada di posisi yang tidak menguntungkan.
Tidak jauh darinya, Lan Ruo menatap ke arah pertarungan itu dengan pandangan yang berbeda.
Terdapat berbagai ekspresi yang tidak jelas terlintas di matanya, kekhawatiran juga kekaguman, dan antisipasi akan kemenangan.
Lan Qinchen disamping sedang menatap ekspresi putrinya yang tampak sedang dalam musim kawinnya, sebelum menghela nafas dengan rendah.
”Orang yang kau cintai tampaknya terlalu tinggi bagimu Ruo'er... Jika kau ingin mengejar laki - laki sepertinya maka kau harus bekerja dengan keras.” Lan Qinchen berkata kepada Lan Ruo.
Lan Ruo disampingnya mendengarkan perkataan dari Lan Qinchen dan dia menjawab sambil menganggukkan kepalanya, “Kau benar ayah... Semakin aku melihat tindakannya itu juga membuatku menjadi semakin terkejut. Setelah melihat kemampuan tabibnya serta kekuatannya yang luar biasa, itu membuatku senang tetapi juga khawatir tidak bisa mengejarnya. Tetapi aku tidak pernah menyerah! Aku akan mengejarnya dengan caraku sendiri, Asosiasi Tabib adalah salah satu peluang terbesar.”
Yuk bantuin authornya supaya rajin upload.
Caranya gampang! kalian tinggal like, vote dan rate bintang 5.
Jangan cuma baca doang tapi ga di like sama vote. Nanti authornya bakal nge down dan jadi males up. 👍🏻
__ADS_1
Bagi yang udah Vote dan Like Terimakasih ya... Semoga rejekinya lancar.