
Yun Tian menatap kepergian Lan Poyun, tetapi dia tidak melakukan apa - apa.
Karena stamina yang dia miliki sekarang sudah tidak cukup, untuk membuatnya mengejar orang itu. Jadi Yun Tian menyerah dan membiarkan Lan Poyun pergi begitu saja.
Tetapi kedepannya, Yun Tian pasti akan lebih menjadi waspada. Dia merasa bahwa kepergian Lan Poyun mungkin akan berdampak buruk kepadanya.
Hal itu wajar karena Lan Poyun sendiri pasti akan memiliki dendam yang sangat besar kepada dirinya.
Sambil menghela nafas, Yun Tian memejamkan matanya secara perlahan.
***
Tiga hari setelahnya...
Yun Tian membuka matanya, apa yang dia lihat saat ini adalah sebuah ruangan.
Dia Bangun dari tempat tidur dan melihat sekeliling.
Akhirnya Yun Tian menyadari bahwa dia sekarang sedang berada di halaman Keluarga Lan yang dia tempati.
Saat Yun Tian ingin bergerak leluasa, dia merasakan sesuatu yang terhambat. Yun Tian mengalihkan pandangannya ke tubuhnya dan akhirnya menyadari bahwa hampir seluruh tubuhnya dipenuhi perban.
“Ini...”
Yun Tian memiliki ekspresi bingung diwajahnya, segera dia melepas perban yang menutupi tubuhnya tersebut secara perlahan.
Kondisinya sekarang tampaknya telah seratus persen pulih, memar serta luka darah di tubuh Yun Tian telah menghilang digantikan oleh kulitnya yang halus tetapi juga keras dan kuat.
Merasa senang akan kondisinya sekarang, Yun Tian memutuskan untuk bergerak dan mencari udara segar diluar.
Tetapi sebelum dia keluar, dia tampak sedang berpikir dan akhirnya menyadari sesuatu.
“Oh iya! Jika aku tidak salah... Aku mengambil Cincin Penyimpanan yang dimiliki Wakil Patriak Hidden White Sect sebelum kematiannya. Saatnya untuk panen dan melihat apa isinya!” gumam Yun Tian, dia mengambil cincin penyimpanan milik orang itu.
__ADS_1
Segera dia memasukan Qi Spirtual nya dan mengkoneksikan langsung.
Saat dia melihat isinya, Yun Tian merasa sedikit senang dan bahagia.
Terdapat berbagai Teknik Skill Beladiri dan Senjata Roh tingkat Mendalam dan bahkan Yun Tian melihat beberapa yang berada di tingkat Bumi.
Namun barang itu bukanlah yang dia butuhkan, Yun Tian mengalihkan pandangannya ke samping Teknik Skill dan Senjata Roh tersebut.
Dalam pandangannya, terdapat Batu Roh kelas rendah dengan jumlah yang tampaknya sekitar lima ratus hingga enam ratus buah.
Dengan jumlah segitu, Yun Tian berpikir bahwa itu akan cukup baginya untuk meningkatkan Kultivasi miliknya hingga mencapai ranah Earth Realm.
Setelah Yun Tian mengambil seluruh harta tersebut ke cincin penyimpanannya, dia segera berdiri membersihkan dirinya.
“Apa tujuan yang akan kau lakukan setelah ini.” Suara Xia Jingyu terdengar dalam pikirannya.
Yun Tian menjawab, “Seperti yang ku katakan sebelumnya, aku akan kembali dulu mengunjungi Keluarga Yun di Kota Huang. Aku ingin bertemu ibuku dan merindukannya.”
“Tentu saja aku akan kembali, tetapi tidak sekarang. Nanti aku akan mengunjungi mereka dan membalaskan dendam kepada Zhang Shaoran! dan juga tampaknya aku masih memiliki satu musuh yaitu Leng Nuan..., Mungkin sebelumnya aku akan merasakan waspada kepada mereka berdua, namun dengan kekuatan yang kumiliki sekarang... Satu hempasan saja sudah cukup untuk membunuh mereka.” Yun Tian menjawab dan menjelaskan saat matanya bersinar dingin sesaat.
Krek!
Saat Yun Tian sedang berbincang - bincang dengan Xia Jingyu, tiba - tiba pintu kamarnya terbuka secara perlahan.
Yun Tian mengalihkan pandangannya langsung ke arah pintu dan melihat seorang gadis cantik dengan gaun putih masuk membawa beberapa peralatan obat - obatan di tangannya.
Gadis itu adalah Lan Ruo, Lan Ruo menutup pintu kamar Yun Tian pelan - pelan, lalu mengalihkan pandangannya ke arah tempat tidur.
Segera dia melihat Yun Tian yang telah bangun dari tidurnya dengan tubuh yang sudah tidak di perban lagi.
“Oh kau sudah bangun?” ucap Lan Ruo dengan nada terkejut sambil tersenyum senang.
Yun Tian sedikit mengangguk dan bertanya kepadanya, “Apakah kau yang merawat ku selama tiga hari ini?”
__ADS_1
Lan Ruo mengangguk dengan sedikit rona di pipinya.
Melihat gadis itu mengaku, Yun Tian berkata sambil tersenyum tulus, “Terimakasih...”
Melihat senyuman Yun Tian yang tampak tulus serta wajah tampannya yang mempesona. Gadis itu hanya bisa mengangguk dengan diam dan wajahnya tampak memerah karena bahagia dan malu.
Setelah hening beberapa saat, Lan Ruo segera berkata untuk memecahkan suasana.
“Oh ya! Ngomong - ngomong aku cukup terkejut dengan kecepatan fisik pemulihan penyembuhanmu, jika kultivator biasa memiliki luka yang sama seperti dirimu sebelumnya mereka pasti butuh beberapa bulan untuk menyembuhkan diri mereka. Tetapi kamu memulihkannya hanya dengan tiga hari saja!” Lan Ruo berkata kepada Yun Tian dengan ekspresi kagum.
Yun Tian melambaikan tangannya dan berkata dengan rendah hati, “Itu hanya keberuntungan bagiku untuk memiliki tubuh seperti itu, juga... Kamu baru saja merawatku selama tiga hari, apakah kau tidak takut akan Kompetisi Asosiasi Tabib yang akan datang dalam dua hari lagi?”
Saat Lan Ruo mendengar perkataan Yun Tian, dia langsung membalas dan mengepalkan tangannya ke atas, “Kepercayaan diri adalah hal yang utama bagi diriku, dalam hal tabib aku tidak akan takut kepada siapapun di seluruh Kota Pohon Pir ini.”
Mendengar perkataannya, Yun Tian menggelengkan kepalanya dan berkata, “Kata - katamu dipenuhi dengan kepercayaan diri dan juga kesombongan. Kamu benar - benar mirip seperti diriku.”
“M-mirip... Maksudmu..?” Wajah Lan Ruo memerah dan merasa tidak bisa berkata - kata saat Yun Tian mengatakannya bahwa dia mirip dengannya.
Yun Tian menganggukan kepalanya sekali lagi, “Ya, sifatmu mirip. Namun kepercayaan diri bukan lah hal yang utama.”
Segera Yun Tian tampak mengambil sesuatu dari cincin penyimpanannya.
Tiba - tiba sebuah buku muncul di tangan Yun Tian, dia menyerahkan buku itu kepada Lan Ruo sambil berkata, “Buku ini sebenarnya milik Wakil Patriak Hidden White Sect sebelumnya, tetapi buku ini terdapat beberapa hal tentang tabib yang mungkin belum kamu kuasai, walaupun buku ini berasal dari musuhku tetapi jangan lupa, dia tetaplah seorang Tabib dengan ketinggian Alkemis. Buku pengetahuannya akan menjadi harta yang berharga untuk menambahkan ilmu pengetahuanmu mengenai tabib.”
Lan Ruo mengambil buku itu dengan ekspresi tercengang di wajahnya, dia benar - benar tidak menyangka bahwa Yun Tian akan menyerahkan barang berharga ini kepadanya.
Yuk bantuin authornya supaya rajin upload.
Caranya gampang! kalian tinggal like, vote dan rate bintang 5.
Jangan cuma baca doang tapi ga di like sama vote. Nanti authornya bakal nge down dan jadi males up. 👍🏻
Bagi yang udah Vote dan Like Terimakasih ya... Semoga rejekinya lancar.
__ADS_1