
Tetua ketiga berdiri terengah - engah sambil menatap Yun Tian dengan penuh ketakutan.
Dia hanya berada di ranah Nescent Soul dan usianya tergolong sangat muda, namun memiliki kekuatan sekuat itu. Api Phoenix panasnya tampak bisa membakar apa saja.
Pikirannya tentang mengalahkan Yun Tian dan mencuri harta Phoenix Clan dengan cepat memudar saat menghadapi lawan yang mustahil untuk dikalahkannya, dia hanya bisa menyerah akan harta dan lebih memprioritaskan nyawanya sendiri.
Langkah kaki tetua ketiga menyusut, dan akhirnya dia segera berbalik lawan arah dan melarikan diri dengan sekuat tenaganya.
Swosh!
“Ingin melarikan diri?” Yun Tian melihat tindakan yang dilakukan tetua ketiga.
Sudut matanya menjadi dingin, memegang Heaven Splitting Swordnya dengan erat. Dia menendang tanah langsung melompat tinggi ke langit dengan segenap kekuatannya.
Woosh!
Tubuh Yun Tian langsung mengeluarkan api dan mulai terbakar saat tatapannya terkunci kepada tetua ketiga yang sedang melarikan diri.
“Empyrean Dance Of The Phoenix Wing!”
Nyala api Phoenix ditubuh Yun Tian semakin terpancar besar dan terang, kedua sayap api terbentang di punggungnya.
Screeee~~~
Dari kejauhan, dia terlihat seperti Phoenix kecil yang terbang menukik dari langit, ditemani oleh suara jeritan Phoenix yang tampak samar terdengar.
Dua sayap api menyebar di punggung Yun Tian dan seluruh tubuhnya langsung melesat ke bawah seperti Phoenix yang menukik turun dari langit.
Merasakan suhu yang panas datang mendekat, membuat Tetua ketiga mengalihkan pandangannya ke belakang.
Saat dia menoleh, dia melihat Yun Tian yang melesat dengan kecepatan luar biasa cepat. Bahkan jika dia telah mendeteksi serangan tersebut, dia tetap tidak bisa menghindari Empyrean Of The Phoenix Wing Yun Tian.
Boom!
Serangan tersebut langsung memicu ledakan api dengan skala yang sangat besar.
Ledakan yang menggelegar terdengar kencang di sepanjang cakrawala.
Tanah - tanah disekitar skala ledakan telah hangus menguap ke langit, hanya menyisakan lobang hampa yang luar biasa dalam.
Di dalam api yang mengamuk, terdapat tubuh yang tergeletak di tanah sambil berguling - guling. Tubuh itu adalah tetua ketiga yang sudah dalam keadaan terbakar sengsara.
__ADS_1
Feng Luansan berdiri menonton dengan kosong, dia menatap kobaran api yang dikeluarkan oleh Yun Tian dengan pandangan penuh keterkejutan.
Yun Tian perlahan berjalan ke kobaran api tersebut. Dia melihat tubuh tetua ketiga yang tergeletak di tanah dan tidak mampu berdiri.
Menggunakan teknik Empyrean Dance Of The Phoenix Wing cukup menguras staminanya, dan kali ini dia sudah melakukannya dua kali berturut- turut.
Menatap tubuh tetua ketiga yang sudah hangus gosong, tetua ketiga masih memiliki nafas di tubuhnya. Dengan tubuh lumpuh seperti ini benar - benar sudah tidak memiliki harapan lagi.
“Tolong... Ampuni aku... Aku tidak ingin mati...”
Setelah merasakan langkah kaki Yun Tian yang mendekat, tetua ketiga memohon dengan tangisan minta maaf.
Yun Tian menatapnya dengan dingin dan menjawab, “Hidupmu sudah tidak ada gunanya.”
Mengangkat pedangnya, Yun Tian langsung memotong leher tetua ketiga.
Swing!
Leher tetua ketiga langsung terputus, dengan mata penyesalan yang tercetak di wajahnya. Tubuh itu akhirnya tidak memiliki energi kehidupan lagi.
“Saudara muda Yun!” suara memanggil terdengar dari belakang.
Feng Luansan menatap Yun Tian dengan penuh kekaguman dan rasa terimakasih yang kuat, sambil berjalan perlahan mendekat kearahnya, dia berkata, “Sungguh... Aku tidak tahu bagaimana cara membalasnya, kau sudah menyelamatkan orang - orang Phoenix Clan kami dua kali.”
“Kau benar...” Feng Luansan berkata sambil menghela nafas lega sedikit, “Tapi aku masih tidak menyangka bahwa anda benar - benar berhasil melewati Ujian Altar Phoenix. Ini tampak seperti mimpi.”
Yun hanya mengangguk sebagai tanggapan, dan dia bertanya kepada Feng Luansan, “Pemimpin Feng... Apakah kau tidak marah atas hal yang kulakukan? Secara tidak langsung aku sama saja seperti mencuri atau mengambil harta yang ada di ujian Altar Clan mu.”
“Tentu saja tidak! Bagaimana mungkin aku akan marah kepada dermawanku, kau sekarang memiliki darah Phoenix yang terbakar di tubuhmu. Aku sudah menganggapnya sebagai anggota satu Clan sendiri.” Jawab Feng Luansan tersenyum tulus.
Setelah cukup berbincang, mereka berdua memutuskan kembali ke Phoenix Clan, sambil membawa jarahan sumber daya makan minum yang cukup banyak.
“Dermawan Yun... Kau benar - benar menyelamatkan kami semua, sungguh rahmat yang tidak bisa kami balas.”
Semua anggota Phoenix Clan berbondong - bondong, mengucapkan terimakasih yang tulus kepada Yun Tian, diantara mereka bahkan ada yang berkata
“Ini pastilah utusan yang dikirim Dewa Phoenix untuk menyelamatkan kita semua... Dewa Phoenix tidak pernah melupakan kita.”
Saat mereka terus mengungkapkan kegembiraannya, tiba - tiba sinar bewarna merah cerah terang muncul di logo Phoenix yang ada di dahi mereka.
“Ini... Apa yang terjadi?”
__ADS_1
“Mengapa segel kutukan di dahi Phoenix kita menyala?”
Semua orang menatap dahi mereka masing - masing dengan bingung.
“Ternyata sudah waktunya...” gumam Yun Tian saat melihat mereka.
Perlahan cahaya yang menyala di dahi mereka menjadi gelap kembali, dan akhirnya berhenti.
Mereka keheranan dengan situasi yang barusan terjadi, tiba - tiba suara teriakan dari salah satu Anggota Phoenix terdengar.
“Kultivasiku... Tidak mungkin! Kultivasiku meningkat terus secara perlahan!”
“Apa? Jika itu terjadi, maka segel kutukan Phoenix yang kita miliki sudah lenyap?”
“Tidak mungkin! Tetapi tampaknya ini benar - benar nyata, kultivasiku juga meningkat!”
Semua anggota Phoenix Clan berteriak terkejut, semua orang memiliki ekspresi bahagia dan bahkan ada yang menangis dipenuhi air mata hangat.
Feng Luansan melihat situasi sekarang dengan bingung, saat merasakan Qi Spirtual di tubuhnya, dia juga merasa terkejut.
Boom!
“Aku menerobos ke ranah Earth Realm? Qi Spirtual yang menumpuk di dantianku akhirnya bisa berjalan dengan benar! Apakah segel kutukannya sudah hilang? Tapi bagaimana bisa...” Feng Luansan berkata dengan bingung, dia mengalihkan pandangannya ke arah Yun Tian yang sedang tersenyum mengamati.
“Jangan - jangan...”
Sebelum Feng Luansan sempat untuk mengucapkan sesuatu, tiba - tiba suara dengan nada kecemasan datang dari belakang.
“Pemimpin Feng, Feng Ling'er sedang dalam kondisi yang kritis... Jika dia tidak diobati maka...” salah satu anggota Phoenix berkata dengan penuh khawatir.
Feng Luansan akhirnya tersadar dan teringat kondisi adiknya yang sekarat.
“Baiklah!”
Dengan sedikit rasa khawatir dan panik dia mendekati tubuh Feng Ling'er! yang tampak pucat
Yuk bantuin authornya supaya rajin upload.
Caranya gampang! kalian tinggal like, vote dan rate bintang 5.
Jangan cuma baca doang tapi ga di like sama vote. Nanti authornya bakal nge down dan jadi males up. 👍🏻
__ADS_1
Bagi yang udah Vote dan Like Terimakasih ya... Semoga rejekinya lancar.