Pewaris God Of War

Pewaris God Of War
Ch 102 - Kepergian Yun Tian


__ADS_3

Melanglang ke Feng Luansan, Yun Tian melihat kondisi Feng Ling'er yang tampak pucat.


“Berikan dia air bersih untuk dikonsumsi dan jangan membiarkan dia makan terlebih dahulu. Gadis kecil ini mengalami dehidrasi yang cukup parah.” Yun Tian berkata kepada semua orang Phoenix Clan.


Dia sendiri cukup khawatir akan keadaan gadis kecil bernama Feng Ling'er ini. Mungkin jika satu bulan yang lalu dia hanya menganggap Feng Lin'er sebagai seorang anak yang dia tolong.


Namun setelah Yun Tian berhasil melewati Ujian Altar Phoenix, saat dia keluar apa yang ada di pandangannya lebih dulu adalah Feng Ling'er.


Gadis kecil itu tampak masih menunggu bahkan dengan keadaan yang cukup kritis.


***


Beberapa hari setelahnya...


Yun Tian sedang berada di salah satu kamar halaman Phoenix Clan.


Dia tampak sedang duduk dan mengkondensasikan Cultivasinya. Dia telah menerobos dua belas tahap berturut - turut dalam satu bulan, hal itu membuat kultivasinya menjadi sedikit tidak stabil.


Hari ini adalah hari kepergian Yun Tian, saat dia keluar halaman kamarnya.


Tiba - tiba sesosok gadis kecil berlari dengan gembira menuju kearahnya.


Setiap langkah gadis itu tampak sangat lembut dan membawa rasa lucu atau keunikan yang luar biasa.


Gadis kecil itu tidak lain adalah Feng Lin'er, melihat Feng Lin'er yang bergerak lincah berjalan menuju arahnya, Yun Tian sedikit tersenyum lembut.


“Kakak Yun! Aku dengar dari saudara laki - laki, kau akan pergi hari ini... Kumohon, bisakah kau menginap sehari lagi... Tidak bagaimana tiga hari...., Ah itu belum cukup seminggu bagaimana?” Gadis kecil Feng Lin'er berkata dengan wajah polos, matanya bersinar cemerlang tampak sangat imut.


“Maafkan aku, adik Ling'er... Ada beberapa hal yang harus ku lakukan di tempat asal ku. Juga ada beberapa orang yang penting bagiku, sudah berbulan - bulan aku tidak melihat mereka.” Jawab Yun Tian dengan lembut.

__ADS_1


Sambil berjalan, Yun Tian mengabaikan wajah cemberut Feng Lin'er.


Yun Tian akhirnya sampai ketujuannya, yaitu aula tempat perkumpulan anggota Phoenix Clan berada.


Saat dia melangkah masuk, semua orang langsung menyambutnya dengan antusias dan keramahan. Mereka semua tampaknya sudah menganggap Yun Tian sebagai Pahlawan Abadi yang akan selalu membekas di hati mereka sampai tua.


“Saudara muda Yun? Sepertinya kau akan pergi sekarang...” Feng Luansan berkata dengan wajah penuh keengganan.


Yun Tian menjawab, “Ya, sudah waktunya bagiku untuk pergi...”


Tiba - tiba alis Yun Tian sedikit bergerak ke atas, saat dia merasakan Qi Spirtual yang dimiliki Feng Luansan.


“Kultivasimu... Heaven Realm?” Tanya Yun Tian dengan terkejut.


Mendengar perkataan Yun Tian, Feng Luansan sedikit tersenyum dia berkata, “Ya benar, sudah enam tahun aku terjebak di ranah Nescent Soul tingkat sembilan, walaupun kultivasiku di segel saat itu. Aku tetap tidak menyerah dan terus berkultivasi sampai sekarang, hingga Qi Spirtual di dantianku menumpuk. Sekarang setelah segel nya hilang, kami semua bisa menerobos dengan mudah. Bahkan mungkin saya akan menerobos hingga ranah Sea Expansion atau bahkan menyentuh Martial King.”


Dia juga sedikit terkejut, ranah Sea Expansion adalah ranah yang ada di atas Heaven Realm.


Di Benua Tianwu, tidak ada sama sekali orang yang memiliki ranah setinggi itu. Bahkan Kaisar Mo Feng dari Kekaisaran Tian Wu pun, tidak memiliki kultivasi setinggi itu.


“Memang garis keturunan Phoenix, mereka memiliki bakat yang sangat hebat...” gumam Yun Tian memuji.


“Hmph! Tidak perlu merasa rendah diri.” Tiba - tiba suara Xia Jingyu terdengar dari pikirannya, dan dia terus berkata, “Bakat darah Phoenix mu jauh lebih besar darinya, belum lagi kau memiliki darah God Of War yang mengalir di tubuhmu. Bahkan jika bocah Feng Luansan itu seratus kali lebih berbakat, bakatnya tetap tidak bisa dibandingkan denganmu.”


“Kau juga benar, dari yang ku alami sejak awal berada di Keluarga Yun sampai sekarang hanya berlangsung selama sepuluh bulan. Namun aku sudah menerobos tiga ranah sekaligus.” Yun Tian berkata sambil berpikir dengan sedikit bangga.


Yun Tian sedikit tertawa saat memikirkannya, mengalihkan pandangannya kepada Feng Luansan dia berkata, “Pemimpin Feng, aku akan pamit sekarang. Aku harap dimasa depan kita akan memiliki kesempatan untuk bertemu kembali.”


Feng Luansan mengangguk antusias, dia menjawab, “Yap, kau benar. Aku juga berharap saat kita bertemu kembali, itu adalah waktu saat bagi kami untuk bisa membalas budi. Ngomong - ngomong Saudara muda Yun, sebagai orang yang sama - sama memiliki darah Phoenix di dalam tubuhnya, aku menganggap mu sebagai saudaraku sendiri. Jadi tidak perlu formalitas, untuk kedepannya cukup panggil aku ‘Saudara Luansan.’”

__ADS_1


Saat Yun Tian ingin beranjak pergi, tiba - tiba langkah kecil terdengar dari kejauhan.


Itu adalah Feng Lin'er dengan wajah berlinang air mata sedang berlari menuju arahnya.


Setelah dia sampai dan memeluk kaki Yun Tian dengan tangan kecilnya, tampak seperti tidak akan membiarkan Yun Tian pergi.


“Kakak Yun... Sepertinya kau akan benar - benar pergi sekarang... Di masa depan, bisakah kau sering datang kembali kesini lagi? Aku akan selalu menunggu anda!” Feng Lin'er berkata dengan sedikit tangis.


Dia tampaknya adalah gadis kecil yang pintar, mengetahui bahwa Yun Tian memiliki hal yang harus di lakukan. Dia tidak lagi menghalangi Yun Tian atau egois untuk membiarkannya terus tinggal.


Yun Tian membelai kepala gadis kecil itu, dan berkata, “Baiklah... Jika ada senggang waktu atau saat aku membutuhkan bantuan kalian. Tentu saja, aku akan datang.”


Mendengar perkataan Yun Tian, wajah Feng Lin'er segera menjadi cerah, saat tangisannya berhenti dan dia melepaskan pelukannya secara perlahan.


Setelah berpamitan dengan semua anggota Phoenix, Yun Tian akhirnya beranjak pergi dengan cepat.


Siluet Yun Tian menghilang saat dia berlari melompat ke arah langit, hanya meninggalkan sedikit bayangan putih.


“Saudara laki - laki, apakah kakak Yun Tian benar - benar dikirim Dewa Phoenix untuk menyelamatkan kita?” Tanya Feng Lin'er polos, sambil dengan enggan menatap langit arah kepergian Yun Tian.


Feng Luansan membelai kepala adiknya, dan dia sedikit menggelengkan kepala, “Aku sendiri tidak tahu...”


Yuk bantuin authornya supaya rajin upload.


Caranya gampang! kalian tinggal like, vote dan rate bintang 5.


Jangan cuma baca doang tapi ga di like sama vote. Nanti authornya bakal nge down dan jadi males up. 👍🏻


Bagi yang udah Vote dan Like Terimakasih ya... Semoga rejekinya lancar.

__ADS_1


__ADS_2