Pewaris God Of War

Pewaris God Of War
Ch 81 - Phoenix Flaming Lotus!


__ADS_3

Tiba - tiba, cahaya merah dengan nyala api yang terang muncul dari pandangan Tetua ke delapan.


Feng Luansan menatap ke arah tetua tersebut sambil menahan parang yang berada di tangannya.


Tubuhnya tampak samar - samar dilapisi lapisan merah.


Wajah Feng Luansan tampak tenang dan tidak bergeming sedikitpun akibat serangan tersebut.


“Dengan serangan semacam ini... Kamu ingin mengalahkanku?” ucap Feng Luansan tampak meremehkan.


Saat tetua ke delapan mendengar suara tersebut, ia langsung melihat ke arah Feng Luansan dengan terkejut.


Pedangnya dengan kuat masih di tahan oleh pemuda itu, sambil bergetar dia berkata dengan panik,


“Kau! Bagaimana bisa? Bagaimana bisa kau tetap berdiri dan menahan serangan tersebut! Itu adalah serangan gabungan dari basis elemen Bumi ku!”


Tetua ke sembilan masih menatap Feng Luansan dengan tidak percaya, matanya sekarang membawa kepanikan dan ketakutan yang mendalam.


“Hahaha! Basis Elemen Bumi? Lalu apa?! Didepan elemen Api Phoenix kami yang agung, kekuatan bumi mu hanyalah sebuah benda bagaikan kertas yang mudah terbakar!”


Tawa Feng Luansan dengan nada bangga.


Mendengar perkataan Feng Luansan, Yun Tian terkejut sejenak dan berpikir.


'Sepertinya dalam keadaan bertarung mereka sangat bangga akan garis keturunan phoenix, namun saat keadaan biasa mereka tampak rendah diri, yah... mungkin ini adalah sebuah turunan sifat dari Phoenix yang rendah hati namun sombong.' gumam Yun Tian.


***


“Sekarang giliranku...”


Feng Luansan menghempaskan parang tersebut dengan lengannya.


Aura Qi yang kuat terpancar di tubuhnya, bahkan cahaya merah api yang melapisi tubuhnya menjadi semakin kuat dan besar.


Tangan Feng Luansan terangkat ke atas, seolah - olah dia mengambil sesuatu dari kehampaan.


Tiba - tiba sebuah pedang bewarna merah muncul dari lengannya, ia dengan kuat memegang pedang itu lalu mengalirkan api Phoenix kedalamnya.


Clang!


Swosh!

__ADS_1


Percikan api terbang ke segala arah, tubuh orang - orang disekitar yang menontonnya bergetar kepanasan.


Feng Luansan masih menatap lawannya dengan semangat, tubuhnya hanya sedikit bergoyang tapi dia tetap berdiri dengan tegak menatap pria di depannya


Tetua kesembilan yang tepat berada di depan Feng Luansan bergidik.


Merasakan hawa panas yang datang dari pemuda di depannya, akhirnya dia menyadari bahwa dia telah melakukan kesalahan yang besar.


Dengan aura kuat yang terpancar dari tubuh Feng Luansan, tetua ke sembilan merasa panik dan ketakutan, Api sepanas ini adalah sesuatu yang tidak bisa dia tahan.


“Apakah akhirnya kau menyadari seberapa kuat Api Phoenix?! Apakah kamu lupa? Atau Three Star Palacemu tidak belajar sejarah?!”


“Api Phoenix adalah api yang dimiliki oleh Mahluk Suci Dewa Phoenix sendiri! Walaupun milikku bahkan tidak seperseribu darinya, namun itu tetap tidak bisa di bandingkan dengan Three Star Palace sampah mu itu!” Ucap Feng Luansan sambil berteriak dengan amarah yang membara di matanya.


Tetua ke sembilan terkejut gemetar, dia tetap berusaha menyembunyikan ketakutannya dan berkata, “Bocah! Kau berani menghina Three Star Phoenix kami?! Three Star Phoenix kami adalah sesuatu yang tidak bisa kamu tanggung!”


“Kamu hanyalah kultivator belaka yang berada di ranah Nescent Soul! Tidak peduli sepanas apapun api yang kau miliki, kultivasi kita dibedakan oleh ranah! Kau tetap bukan lawan kami!” Ucap Tetua ke sembilan dengan nada arogan dan keras kepala.


“Jika itu yang kamu katakan, maka aku akan membuktikannya!” ucap Feng Luansan.


Swosh!


Sambil memegang pedang merahnya, dia mengayunkan dengan kuat ke arah tetua ke delapan.


Nyala api di pedang Feng Luansan langsung membesar membentuk seperti bunga teratai Lotus, terus membesar hingga beberapa puluh meter.


Nyala api itu dengan cepat menyambar menuju ke arah tetua ke sembilan.


Boom!


Setelah membesar dengan ukuran maksimalnya, nyala api berbentuk lotus yang dikeluarkan Feng Luansan meledak dengan keras.


Suara yang menggelegar terdengar kencang di sepanjang cakrawala.


Tanah hijau di sekitarnya langsung menjadi kering, terdapat banyak retakan tanah yang membentuk seperti jaring laba - laba.


Di dalam api yang mengamuk, seorang tokoh pria paruh baya berusaha melesat keluar dari gelombang yang besar itu.


Pria paruh baya itu adalah tetua kesembilan, pakaian dan tubuhnya telah hangus dan terlihat banyak luka bakar dimana - mana.


Tetua kesembilan menyemprotkan sejumlah darah yang besar dari mulutnya, sebelum jatuh ke tanah seperti karung hangus yang dibuang, dan akhirnya ia menghembuskan nafas terakhirnya.

__ADS_1


Setiap orang - orang di Three Star Palace membeku ketakutan di tempat mereka.


Dengan mata terbuka lebar, mereka menatap ngeri kepada sesosok di balik api.


Bahkan Yun Tian juga merasa terkejut dengan keheranan melihat kekuatan Api Phoenix.


Feng Luansan perlahan berjalan menuju kedepan, dia melihat banyak tubuh yang tergeletak di tanah dan tidak mampu berdiri dengan acuh tak acuh.


Wajahnya tampak sedikit pucat, sepertinya teknik yang bernama Phoenix Flaming Lotus cukup menguras stamina.


Tetua ke delapan yang sebelumnya juga ingin menyerang Feng Luansan, langsung mundur balik arah ke pria tua yang disebut tetua kelima.


“Tampaknya situasi tidak sesuai yang kita pikirkan, pemimpin Phoenix Clan yang bernama Feng Luansan itu... Kemampuannya diluar dugaan kita, sebaiknya kau saja yang bergerak secara langsung tetua ke lima.” Ucap tetua kesembilan dengan nada khawatir.


Tetua kelima tampaknya bisa memahami keadaan dengan baik, melihat setengah dari pasukannya yang telah musnah oleh Feng Luansan dia merasa sedikit marah dan mengerti.


“Kita sangat dirugikan, hanya satu orang yang menghadapi Three Star Palace, dan sudah banyak orang yang tumbang, sungguh memalukan!”


“Belum lagi masih ada anggota - anggota Phoenix Clan lainnya yang belum menunjukan kemampuan mereka, sebaiknya kau panggil bala bantuan! Aku yang akan menahannya disini.” Ucap Tetua kelima dengan kasar.


“Baiklah, aku akan pergi.” Jawab tetua kedelapan


Swosh!


Dalam sekejap sosok tetua kedelapan sudah hilang, hanya menyisakan siluet bayangan yang lari ke arah berlawanan.


Feng Luansan masih terengah - engah, dia melihat arah perginya tetua kedelapan dan bergumam, ‘Arah itu... Sialan! Apakah dia ingin memanggil bala bantuan?!'


Merasa sedikit kesal atas kepergian Tetua kedelapan, tatapan Feng Luansan beralih ke arah Pria tua yang tampaknya akan menunjukan aksinya.


'Sebaiknya aku fokus ke dia dulu..., kalau tidak salah orang itu disebut tetua kelima bukan, sepertinya dia yang paling kuat.' gumam Feng Luansan sambil merasakan Qi Spirtual yang kuat dari arah tetua kelima.


***


Tetua kelima adalah seorang kultivator Earth Realm tingkat tiga, jika pertarungan antara mereka berdua terjadi, mungkin Feng Luansan akan dirugikan.


Yun Tian memikirkan hal tersebut lebih lanjut, dan akhirnya dia memutuskan untuk melakukan sesuatu.


Yuk bantuin authornya supaya rajin upload.


Caranya gampang! kalian tinggal like, vote dan rate bintang 5.

__ADS_1


Jangan cuma baca doang tapi ga di like sama vote. Nanti authornya bakal nge down dan jadi males up. 👍🏻


Bagi yang udah Vote dan Like Terimakasih ya... Semoga rejekinya lancar.


__ADS_2