
Yun Tian mengangkat pedangnya ke samping dengan keras, nyala Api Phoenix yang kuat langsung membakar semua serangan milik Pria Paruh Baya tersebut.
Boom!
Yun Tian mengayunkan pedangnya dan membuat Pria Paruh Baya itu terpukul mundur hingga beberapa langkah.
Seteguk darah besar keluar dari mulutnya, saat dia menatap Yun Tian dengan ekspresi serius.
“Dengan kekuatanku mungkin aku tidak bisa mengalahkanmu, tetapi apakah kau lupa siapa aku? Aku adalah seorang Alkemis!” Saat Pria Paruh Baya mengatakan itu, dia tiba - tiba mengambil sesuatu dari cincin penyimpanannya.
Segera sebuah Pill bewarna gelap muncul di tangannya, saat Yun Tian melihat Pill gelap tersebut, ekspresinya langsung menjadi serius.
“Jangan - jangan... Hei apakah kau ingin menggunakan Pill Terlarang?!” ucap Yun Tian dengan ekspresi serius saat menatap ke arah Pill yang ada di tangan Pria Paruh Baya tersebut.
“Mengapa tidak? Hehehehe, Yun Tian... Setelah aku memakan ini, maka tamatlah riwayatmu.” ucap Pria Paruh Baya itu sambil tertawa dengan kejam.
“Apakah kau tahu resiko jika kau mengkonsumsi Pill Terlarang tersebut?” Yun Tian bertanya saat menatapnya dengan dingin.
Pria Paruh Baya itu tertawa dengan kejam saat mendengar perkataan Yun Tian, “Heheheh, resiko? Memang mengkonsumsi ini akan memiliki efek samping yang sangat besar setelah pemakaiannya, tetapi resikonya tetap tidak sebesar jika tidak berhasil membunuhmu.”
Di tengah tawa liarnya, Pria Paruh Baya itu langsung memasukan Pill Terlarang tersebut dengan cepat.
Setelah dia mengkonsumsi Pill Terlarang itu, tiba - tiba tubuhnya memerah secara perlahan. Otot dan urat di tubuhnya membengkak menjadi beberapa kali lipat lebih besar.
Qi Spirtual yang dia miliki juga melonjak menjadi beberapa kali lipat lebih kuat.
Boom!
Yun Tian merasakan lonjakan yang datang dari arah Pria Paruh Baya tersebut dan menatanya dengan penuh keseriusan.
Semua penonton melihat perubahan yang terjadi pada Pria Paruh Baya, masing - masing dari mereka memiliki ekspresi terkejut saat menebak.
“Dia... Apa yang terjadi padanya?”
“Penampilan seperti itu... Apakah dia mengkonsumsi Pill Terlarang?!”
Lan Poyun juga tertawa keras saat dia berkata, “Seperti yang dikatakan guru! Setelah guru memakan Pill Terlarang ini, maka tamatlah riwayat yang dimiliki Yun Tian itu!”
Lan Qinchen dan Lan Ruo menatap perubahan yang terjadi pada Pria Paruh Baya tersebut, dan mereka berdua mengalihkan pandangannya ke arah Yun Tian dengan khawatir.
“Hehehehe..., Bocah Yun Tian! Apakah kau lihat penampilanku saat ini?! Apakah kau merasakan takut?” Pria Paruh Baya itu berkata dengan suara serak saat sengaja merendahkan Yun Tian.
__ADS_1
“Ayo! Biarkan aku mendengar suara teriakan, memohon dan tangismu!”
Swosh!
Sambil tertawa terbahak - bahak, Pria Paruh Baya itu bergerak ke arah Yun Tian dengan kecepatan yang sangat cepat.
Dalam sekejap dia telah berada tepat di depan mata Yun Tian, Pria Paruh Baya itu mengangkat lengan kanannya yang dipenuhi dengan otot kuat bewarna merah.
“Sangat cepat!” Yun Tian menjerit terkejut saat melihat kecepatan yang dimiliki Pria Paruh Baya itu.
Segera setelah melihat tinju Pria Paruh Baya yang datang ke arahnya, Yun Tian segera bersiap untuk menghindar.
Dia melompat tinggi ke atas untuk menghindari serangannya.
“Tidak akan kubiarkan kau lari dari pukulanku.”
Saat Pria Paruh Baya tersebut mengatakan itu, dia juga dengan cepat melompat tinggi ke arah Yun Tian dengan kecepatan yang lebih cepat dari dirinya sendiri.
“Rasakan ini!”
Karena berada di atas langit, Yun Tian tidak bisa bergerak leluasa dan hanya bisa memblokir serangan milik Pria Paruh Baya iu.
Boom!
“Uhuk-uhuk!” Batuk Yun Tian saat seteguk darah keluar dari mulutnya.
Pria Paruh Baya itu juga segera mendarat ke tanah dengan rapih, dan berdiri di hadapan Yun Tian sambil tertawa dengan kejam.
“Hehehe, Apakah kau merasakan kekuatan yang ku miliki? Jangan mati dulu, itu belum seberapa.” ucap Pria Paruh Baya itu dengan seringai kejamnya.
Yun Tian menghapus noda darah di mulutnya sambil berkata, “Mati? Ku pikir seharusnya kau lah yang mati.”
Setelah mengatakan itu, Tubuh Yun Tian langsung mengeluarkan api dan mulai terbakar saat tatapannya terkunci kepada Pria Paruh Baya didepannya.
“Empyrean Dance Of The Phoenix Wing!”
Nyala api Phoenix ditubuh Yun Tian semakin terpancar besar dan terang, kedua sayap api terbentang di punggungnya.
Screeee~~~
Dari kejauhan, dia terlihat seperti Phoenix kecil yang terbang menukik dari langit, ditemani oleh suara jeritan Phoenix yang tampak samar terdengar.
__ADS_1
Dua sayap api menyebar di punggung Yun Tian dan seluruh tubuhnya langsung melesat ke bawah seperti Phoenix yang menukik turun dari langit.
“Suhu ini...” Pria Paruh Baya dan semua orang merasakan suhu panas yang datang dari Nyala Api di tubuh Yun Tian, mereka tidak bisa menahan keringat di dahi mereka sendiri.
Segera Yun Tian menukik ke bawah saat dia menjatuhkan dirinya ke arah Pria Paruh Baya itu dengan keras, seolah - olah dia adalah meteor yang turun dari langit.
Boom!
Gelombang kejut serangan tersebut langsung memicu ledakan api dengan skala yang sangat besar.
Tubuh Pria Paruh Baya itu terbakar oleh Api Phoenix milik Yun Tian dan dia menjerit dengan keras, “Arghh!! Panas...! Sialan!”
Setelah beberapa usaha yang keras, Api ditubuh Pria Paruh Baya itu padam dan meninggalkan beberapa luka bakar yang jelas terlihat di tubuhnya.
Yun Tian menatap ke arah Pria Paruh Baya itu dengan sedikit terkejut saat melihat bahwa dia berhasil selamat dari serangan Empyrean Dance Of The Phoenix Wing miliknya.
Sambil terbatuk - batuk, Pria Paruh Baya itu berkata dengan suara serak, ”Serangan yang sangat kuat, itu hampir membakar seluruh tubuhku. Bagaimana bisa serangan sekuat itu berasal dari Kultivator Nescent Soul tingkat sembilan?”
Pria Paruh Baya itu memandang ke arah tubuh Yun Tian dengan ekspresi bertanya.
Yun Tian mengabaikan perkataannya, sambil bernafas terengah - engah akibat mengeluarkan teknik skill World Ode Phoenix nya, dia sedang memikirkan rencana serangan selanjutnya.
Namun saat dia sedang berpikir, tiba - tiba Pria Paruh Baya itu melintas kembali dengan cepat dan sudah muncul tepat berada di depannya.
“Sekarang giliranku..”
Sambil mengepalkan lengannya, dia menarik Yun Tian dengan kuat lalu meninjunya dengan sekuat tenaga.
Boom!
“Rasakan ini! Hahahah!”
Sambil tertawa terbahak - bahak, dia terus meninju tubuh Yun Tian secara terus menerus.
Yuk bantuin authornya supaya rajin upload.
Caranya gampang! kalian tinggal like, vote dan rate bintang 5.
Jangan cuma baca doang tapi ga di like sama vote. Nanti authornya bakal nge down dan jadi males up. 👍🏻
Bagi yang udah Vote dan Like Terimakasih ya... Semoga rejekinya lancar.
__ADS_1