
Setelah berbincang - bincang dengan Xia Jingyu lewat pikirannya, tatapan Yun Tian beralih fokus ke batu potensi di depannya.
Seingat dirinya, Yun Tian memiliki bakat yang sangat tinggi yaitu bakat tingkat Ungu, dia pernah mengecek bakatnya di masa lalu saat masih berusia enam tahun.
“Jika di pikir - pikir lagi, bakat ku terlalu tinggi dan pasti akan mengejutkan semua orang di Sky Sword Sect, apakah aku harus menyembunyikannya?” Batin Yun Tian.
Namun dia menggelengkan kepalanya, dia memang bisa menyembunyikan bakatnya ke tingkat yang lebih rendah oleh bantuan Xia Jingyu, tetapi bagaimana dengan Xuan Ling?
Xuan Ling memiliki tubuh Teratai Hijau, tubuh itu hanya berlaku pada wanita saja dan setiap wanita yang mempunyai tubuh tersebut, mereka pasti akan memiliki energi Yin yang sangat murni dan mempunyai bakat yang sama dengannya yaitu bakat tingkat Ungu.
Mustahil bagi Yun Tian menyembunyikan bakat gadis tersebut.
Yun Tian menunduk merenungkan pikirannya beberapa detik, setelah itu ia mengangkat kepalanya dan berpikir dalam hati, “Sepertinya aku tidak perlu menyembunyikan bakat milik ku.”
Jika bakat Xuan Ling tidak bisa disembunyikan, mengapa Yun Tian harus menyembunyikannya juga?
Lagi pula jika bakat dirinya dan Xuan Ling diketahui oleh Patriak Sky Sword Sect, mereka pasti akan berusaha untuk merawat dirinya dan Xuan Ling.
Hal tersebut pasti akan berguna bagi mereka dan Sky Sword Sect, tetapi juga bisa membawa ancaman bagi sekte lain, mungkin mereka akan mengirim mata - mata atau pembunuh untuk Yun Tian dan Xuan Ling.
Memikirkan konsekuensi tersebut, Yun Tian dengan keras menggertak kan giginya.
“Dewi Jingyu, apakah ada cara untuk menyembunyikan tingkat Cultivasi Ling'er?” Yun Tian berkata kepada Xia Jingyu.
Mendengar hal tersebut, Xia Jingyu menggelengkan kepalanya dan menjawab, “Tidak ada cara, kecuali aku bisa keluar dari sini dan secara pribadi menyembunyikan tingkat bakatnya.”
“Apakah tidak ada cara lain selain itu?”
“Tidak.” Jawab Xia Jingyu singkat.
Mengeluarkan Xia Jingyu dari kalung giok Warisan Dewa Perang? Hal itu sangat mustahil untuk dilakukannya saat ini.
Bahkan Xia Jingyu yang sudah mencapai ranah dewa saja tidak bisa keluar dari kalung tersebut secara pribadi.
Jika dia ingin mengeluarkan Xia Jingyu dari kalung tersebut, setidaknya dia harus mencapai ranah dewa, ada cara lain juga selain mencapai ranah dewa yaitu meminta bantuan kepada ayahnya, Tian Ru Feng.
Namun sekarang Tian Ru Feng tidak berada di sini dan mencarinya itu lebih sulit, dari pada mencapai ranah dewa.
Yun Tian menghela nafasnya, “Jika bakat Xuan Ling tidak bisa di sembunyikan, aku juga tidak perlu menyembunyikan bakat ku.”
__ADS_1
Akhirnya Yun Tian dan yang lainnya pun segera berbaris untuk bersiap mengecek bakat mereka masing - masing.
Tetua yang menjaga tempat tersebut, melihat kedatangan Huan Ziling, dia langsung menyapa dengan hormat.
Walaupun kekuatannya berada di atas Huan Ziling, tetua tersebut tidak berani sombong di depannya.
Hal itu wajar karena status Huan Ziling di dalam sekte tersebut tidak biasa, dia termasuk salah satu dari 15 Murid inti sekaligus putri kandung dari Patriak Sekte ini.
Terlihat di barisan, Yuan Wu adalah yang paling depan diikuti oleh, Leng Juan, Mo Lanlu, Xuan Ling, dan Yun Tian terbelakang.
Huan Ziling memandang kelima murid tersebut dan tatapannya berhenti ke arah Yun Tian, sambil tersenyum dia bergumam, “Semoga kau tidak mengecewakanku.”
Setelah mengatakan itu, dia mundur beberapa langkah dan menunggu kelima murid itu sambil memandang mereka dengan penasaran. Tingkat bakat apa yang mereka berlima miliki?
“Baiklah, orang terdepan silahkan maju.” Ucap tetua sepuh tersebut sambil memandang Yuan Wu yang terdepan di barisan.
Yuan Wu dengan bimbang melangkah ke arah batu potensi berbentuk mutiara seukuran telapak tangan tersebut.
Dia mengangkat dan mengulurkan tangannya tepat di atas batu itu.
Seketika batu itu tiba - tiba bersinar gelap dan perlahan menjadi terang, warna batu itu yang tadinya bening berubah menjadi bewarna kuning.
Yuan Wu langsung tertegun dan kecewa mendengar perkataan dari tetua itu.
Di kota asalnya, bakatnya pasti akan menjadi yang terbaik, namun jika di Sekte ini, bakatnya hanya tampak rata - rata saja.
Hal tersebut wajar karena, hampir seluruh murid di Sky Sword Sect, mereka adalah kumpulan - kumpulan jenius yang direkrut dari kota.
Dengan wajah murung Yuan Wu berbalik berjalan kembali ke barisan terbelakang.
Leng Juan menatap Yuan Wu dengan senyum mengejek, dengan penuh percaya diri, dia berjalan ke arah batu potensi di depannya.
Dengan santai dia mengangkat dan mengarahkan tangannya ke arah batu potensi tersebut.
Seketika, batu itu tiba - tiba bersinar terang, dan warnanya berganti menjadi Orange.
Leng Juan menatap batu di depannya dengan senyum bangga.
Tetua yang melihat hal itu sedikit terkejut, namun dengan cepat dia menjadi tenang kembali.
__ADS_1
“Bakat tingkat Orange, itu tidak buruk namun di sekte ini jumlah orang yang memiliki bakat tingkat tersebut tidak jarang. Selanjutnya!” Ucap tetua tersebut.
Mendengar perkataan tetua itu, wajah Leng Juan yang tadinya bangga dan sombong langsung menjadi cemberut gelap.
Dia menggelengkan kepalanya dan tersenyum kembali, Leng Juan berkata mengejek, “Yah... Itu setidaknya lebih baik dari bakat tingkat Kuning.”
Yuan Wu dengan geram menggertak giginya, wajahnya sangat gelap dan ia mengepalkan tangannya dengan kencang.
Dia menatap Leng Juan dengan tatapan penuh kebencian, dia ingin segera mencabik - cabik orang itu, namun dia tidak bisa berbuat apa - apa, tingkat kekuatan dan bakatnya jelas lebih rendah dari pada Leng Juan, jadi dia hanya berdiam diri dengan sabar.
Sekarang giliran Mo Lanlu yang mengecek bakatnya.
Yun Tian menatap Mo Lanlu dengan wajah penasaran, dia berkata dalam hatinya, “Bakat tingkat apa yang dimiliki oleh orang ini?”
Mo Lanlu berjalan ke arah batu potensi dengan wajah datar, tanpa basa - basi dia langsung menaruh telapak tangannya tepat di atas batu tersebut.
Seketika batu tersebut bersinar dengan warna kemerahan.
Merah!
Hal itu membuat semua orang yang memandangnya tercengang.
“Bakat tingkat Merah! Sangat baik! Hal ini jelas harus di lapor kepada tetua - tetua lainnya.” Ucap tetua sepuh tersebut dengan nada gembira.
Huan Ziling juga terkejut dan menaikan alisnya melihat tingkat bakat Mo Lanlu, “Aku tidak menyangka bahwa orang ini memiliki bakat setinggi itu.”
Di sisi lain Leng Juan dan Yuan Wu menatap Mo Lanlu dengan mulut terbuka lebar, mereka sama - sama tercengang dengan tingkat bakatnya.
Sedangkan Yun Tian berbeda dengan yang lain, dia tidak tercengang melainkan sedikit kecewa.
“Hm? Apakah hanya segini saja tingkat bakatnya? Aku pikir dia akan memiliki bakat tingkat yang lebih tinggi seperti bakat tingkat biru.” Batin Yun Tian.
Yuk bantuin authornya supaya rajin upload.
Caranya gampang! kalian tinggal like, vote dan rate bintang 5.
Jangan cuma baca doang tapi ga di like sama vote. Nanti authornya bakal nge down dan jadi males up. 👍🏻
Bagi yang udah Vote dan Like Terimakasih ya... Semoga rejekinya lancar.
__ADS_1