
“Ada seseorang murid yang meminta pertolongan! Ayo kita kesana.” ucap Mo Lanlu dan ia bergegas dengan cepat.
Yun Tian ingin menghentikannya, dan mengawasi situasi di sekitar terlebih dahulu.
Namun melihat Mo Lanlu yang sudah bergegas dengan cepat, dia tidak punya pilihan lain selain mengikutinya.
Swosh! Swosh!
Dalam sekejap keduanya telah mencapai ke arah dimana suara murid itu berasal.
Yun Tian dan Mo Lanlu, melihat seorang pemuda yang tampak terluka parah di depan, pemuda itu adalah pemuda yang meminta tolong sebelumnya.
Pemuda tersebut melihat kedatangan Yun Tian dan Mo Lanlu, matanya langsung menjadi semangat.
“Hei... Kalian kemari dan bantu aku.” ucap pemuda itu.
Mo Lanlu ingin bergegas, namun dia dihentikan oleh Yun Tian.
Menoleh ke arah Yun Tian, Mo Lanlu bertanya, “Mengapa?”
Yun Tian tidak menjawab, dan pandangannya fokus ke arah pemuda itu, dia melihat ke arah pakaiannya yang tampak berlumuran darah.
Dia bisa merasakan bahwa darah itu bukan asli, darah itu hanyalah tipuan palsu.
“Yun Tian? Ada apa? Hei jawab aku.” ucap Mo Lanlu melihat ekspresi diam Yun Tian.
Yun Tian mengabaikan Mo Lanlu, pandangannya langsung beralih ke arah semak - semak.
“Keluar! Aku sudah tahu bahwa ini jebakan!” teriak Yun Tian.
“Tampaknya... Kita sudah ketahuan.” ucap sosok yang berada di dalam semak - semak.
Swosh! Swosh!
Tiba - tiba lebih dari selusin siluet keluar dari arah semak - semak.
Mereka semua adalah murid luar yang rakus akan poin harta.
Melihat situasi saat ini alis Mo Lanlu langsing mengerut, dia sekarang paham akan situasinya, dia berkata kepada Yun Tian, “Maaf Yun Tian, aku benar - benar ceroboh..”
“Diam! Tidak perlu meminta maaf..” ucap Yun Tian menyela Mo Lanlu untuk berbicara.
Para murid luar yang mengepung mereka tertawa, dan salah satunya berkata, “Di situasi seperti ini, kalian masih berbicara untuk meminta maaf?!”
“Cepat serahkan seluruh harta kalian, jika kalian tidak ingin mati!”
Yun Tian tidak panik dengan situasi di sekitarnya, melainkan dia tersenyum dingin dan berkata, “Kalian ingin mengambil hartaku? Apakah kalian benar - benar memiliki kemampuan seperti itu?”
“Kamu benar - benar sombong! Aku tahu kamu adalah murid luar elite bernama Yun Tian kan? Aku dengar kamu memiliki beberapa kemampuan dan berhasil mengalahkan Liu Changfeng.” ucap salah satu pemuda di kelompok tersebut.
Yun Tian melihat ke arah pemuda itu, dan merasakan bahwa dia adalah yang paling kuat, mungkin dia adalah pemimpinnya.
__ADS_1
“Siapa kamu?” tanya Yun Tian.
“Aku? Aku adalah murid luar terkuat nomor sembilan Wu Taiyan!” ucap pemuda bernama Wu Taiyan.
“Ternyata hanya murid luar terkuat nomor sembilan... Jika itu nomor satu, mungkin aku akan sedikit waspada.” ejek Yun Tian dengan dingin.
“Kamu! Benar - benar mencari mati, semuanya serang dia!” ucap Wu Taiyan kepada murid di sekitarnya.
Segera, tujuh pemuda yang berada di ranah Origin Realm tingkat tiga bergegas menuju kearah Yun Tian.
Yun Tian langsung bersiap, namun sebelum dia bergerak, Mo Lanlu menghentikannya dan berkata, “Yun Tian serahkan yang ini kepadaku.”
Yun Tian mengangguk sambil tersenyum dingin, dia menoleh ke arah Wu Taiyan dan lima pemuda di sekitarnya.
Melihat Mo Lanlu bergegas sendiri, salah satu pemuda yang berada di ranah Origin Realm tingkat tiga sedikit meremehkan.
“Hahaha... Dia benar - benar bodo-”
Namun sebelum pemuda itu menyelesaikan kalimatnya, dia melihat pedang besar Mo Lanlu dengan cepat bergegas ke arah tubuhnya.
Swosh! Boom!
Dalam sekejap tubuh pemuda itu terbelah dua, dan mati dalam keadaan yang mengenaskan.
“Kamu...”
“Bagaimana dia bisa sekuat itu? Padahal tingkat kultivasinya tidak berbeda dengan kita!”
“Semuanya ayo maju bersama! Dia tidak mungkin bisa menang jika kita bekerja sama!”
Dalam sekejap, ketujuh pemuda tersebut langsung bergegas ke arah Mo Lanlu dan menyerang dengan cara mereka masing - masing.
“Ayo maju kalian semua! Aku tidak takut!” teriak Mo Lanlu, dan Qi di tubuhnya tiba - tiba langsung melonjak.
Melihat Mo Lanlu yang penuh semangat bertarung, Yun Tian sedikit tersenyum, dan mengalihkan pandangannya ke arah Wu Taiyan dan lima pemuda di sampingnya.
“Sepertinya temanmu, memiliki beberapa kemampuan.” ucap Wu Taiyan.
Ekspresi Wu Taiyan masih sama, pandangannya masih meremehkan.
Walaupun kekuatan Mo Lanlu di luar ekspektasinya, dia tidak terlalu menganggap serius hal itu.
Wu Taiyan memiliki kultivasi di ranah Origin Realm tingkat 7, dan lima pemuda di sampingnya juga bukan pemuda biasa.
Mereka semua adalan murid luar elite, dan kultivasi mereka telah berada di ranah Origin Realm tingkat enam.
Wu Taiyan merasakan kultivasi Yun Tian hanya berada di Origin Realm tingkat lima, jadi dia hanya menganggapnya sebagai mangsa.
Yun Tian melihat keenam orang didepannya, pandangannya masih setenang biasanya.
“Mengapa kalian diam saja? Ayo maju dan serang aku!” ucap Yun Tian dengan nada meremehkan.
__ADS_1
“Kamu benar - benar mencari mati!”
Salah satu pemuda tidak bisa menahan amarahnya dan segera maju bergegas menuju ke arah Yun Tian dengan niat membunuh di matanya.
Pemuda itu mengangkat tinjunya dan dengan kuat mengayunkannya ke arah Yun Tian.
Yun Tian dengan santai membalasnya dengan tinjunya juga.
Boom!
Kerek! Krek!
“Ah! Tanganku!”
Tiba - tiba pemuda yang meluncurkan serangan tinju kepada Yun Tian berteriak kesakitan.
Pemuda itu memegang tangannya, yang sudah tidak berbentuk lagi, dan meraung penuh amarah.
“Kamu.. Bagaimana bi-”
Sebelum pemuda itu selesai mengucapkan katanya, tinju Yun Tian dalam sekejap telah menembus dadanya.
Pemuda itu menatap dadanya dengan terkejut, dan akhirnya jatuh dalam nafas terakhirnya dengan wajah penuh keengganan.
Melihat mayat pemuda itu jatuh, Yun Tian dingin dan acuh tak acuh menoleh ke arah Wu Taiyan sambil berkata, “Yang lain?”
Wu Taiyan dan keempat pemuda yang tersisa tercengang, pemuda yang dilawan Yun Tian telah berada di ranah Origin Realm tingkat enam, namun di bawah tinju yang sederhana, dia mati dengan mudah.
“Sial, tampaknya aku terlalu meremehkan mu.” ucap Wu Taiyan dan tatapannya langsung menjadi serius.
“Hmph!”
Yun Tian mendengus dingin, dan secara tiba - tiba, dia bergerak ke arah Wu Taiyan dan empat orang di sampingnya.
“Extreme Mirage Lightning!”
Swosh!
“Sangat cepat!”
Wu Taiyan melihat Yun Tian menghilang, dan hatinya tidak bisa menahan rasa panik.
“Semuanya hati - hati! Dia pasti ada di sekitar kita!” teriak Wu Taiyan memperingatkan ke empat pemuda di sampingnya.
Yuk bantuin authornya supaya rajin upload.
Caranya gampang! kalian tinggal like, vote dan rate bintang 5.
Jangan cuma baca doang tapi ga di like sama vote. Nanti authornya bakal nge down dan jadi males up. 👍🏻
Bagi yang udah Vote dan Like Terimakasih ya... Semoga rejekinya lancar.
__ADS_1