
Setelah selesai bicara, Feng Luansan dengan berani menerjang maju menuju ke arah barisan orang - orang Three Star Palace.
Swosh!
Mengarahkan tangannya ke kerumunan di depan, Feng Luansan dengan lantang berteriak,
“Jika kau ingin menyentuh adikku! Maka langkahi lah mayatku terlebih dahulu! Dasar Three Star Palace sialan!”
Boom!
Api Phoenix yang membawa rasa keagungan tinggi mengamuk datang dari kepalan Feng Luansan.
Api itu jauh lebih lebih panas dari api biasa, memiliki warna merah tua yang terang yang bisa membuat orang terpesona.
“Argh! Sialan, ini terlalu panas! Lari!”
“Tetua...! Tetua tolong kami! Kami bukan lawan orang itu!”
Teriak sekumpulan kultivator dari Three Star Palace.
Dalam sekejap api itu menyambar ke seluruh orang Three Star Palace.
Mereka menjerit kesakitan, barisan depan dari kumpulan tiga ratus orang menjadi kacau dalam sekejap mata.
Mereka semua tidak lemah, yang terlemah dari mereka telah berada di puncak Origin Realm tingkat sembilan, dan bahkan ada beberapa yang telah berada di ranah Nescent Soul tahap tinggi.
Namun di depan keagungan Api Phoenix Feng Luansan, mereka hanya bisa kesakitan sengsara dan tidak sempat untuk memikirkan serangan balik.
“Hmph! Jangan meremehkan Phoenix Clan kami! Bahkan jika kultivasi kami tersegel, kami tetap bisa mengalahkan seratus dari kalian!” Ucap Feng Luansan dengan penuh amarah kepada orang - orang Three Star Palace.
“Haha... Saudara laki - laki memang sangat hebat, ayo kalahkan mereka semua!”
Feng Liner menjerit mendukung kakak laki - lakinya dengan semangat sambil melompat - lompat.
“Apa Ini... Kekuatan Api Phoenix?” Ucap Yun Tian dengan nada terkagum - kagum.
“Itu sangat kuat dan mempesona..”
Yun Tian tersenyum melihat ke arah barisan Three Star Palace yang kacau balau.
Dengan kekuatan Api Phoenix Feng Luansan, membuat seratus dari mereka merasakan rasa suhu panas yang sangat tinggi.
Dari jauh, Yun Tian bisa merasakan seberapa dahsyat suhu api tersebut.
Hal itu membuatnya menjadi semakin tertarik dengan Api Phoenix, dia tidak sabar untuk memenangkan Ujian Altar dan memiliki Api sehebat itu!
Dengan api sekuat itu, pasti bisa membuat kekuatan tempurnya melonjak drastis, bahkan lebih hebat dari teknik skill es miliknya yaitu Frost Ice Divine Art!
__ADS_1
Memikirkannya saja membuat bulu kuduk nya sedikit merinding.
***
Mendengar jeritan dari pasukan miliknya di setiap sisi.
Pria tua yang memimpin pasukan Three Star Palace memiliki wajah yang sangat suram.
Dia sangat terkejut melihat kekuatan milik pemuda bernama Feng Luansan.
Usia pemuda itu jelas - jelas masih dibawah tiga puluh tahun, namun sudah memiliki kekuatan tempur sekuat ini.
Bakat garis keturunan Phoenix membuatnya sangat iri! Untung saja kultivasi pemuda itu di segel dan tidak bisa menembus ranah Earth Realm.
Jika pemuda itu masih bisa menembus ranah Earth Realm dan terus menerus melanjutkan kultivasi.
Dia tidak bisa membayangkan malapetaka sebesar apa yang akan menimpa Three Star Palace.
Namun tidak ada 'jika' di dunia ini, Pria tua itu merasa sangat beruntung bahwa situasi berpihak kepadanya.
Disisi Feng Luansan, dia terus menerus menghancurkan barisan Three Star Palace dengan tinju Phoenix miliknya.
Wajahnya penuh amarah dan semangat, Feng Luansan merasa darah ditubuhnya semakin panas, yang membuktikan seberapa kesal dia.
“Dasar Three Star Palace! Kalian hanya bisa berbicara dengan mulut, namun tidak bisa membuktikannya. Ayo, jika kalian memiliki kemampuan kalahkan lah aku! Pemimpin Phoenix Clan Feng Luansan!” Ucap Feng Luansan dengan sombong sambil memperkenalkan diri.
Feng Luansan bisa menebak itu, dikarenakan bahwa aura yang terpancar dari tubuh mereka sangat kuat, itu berbeda dari orang - orang yang dia kalahkan.
'Ketiga pria tua itu pasti berada di ranah Earth Realm.' gumam Feng Luansan dengan kilatan api dimatanya.
Walaupun ketiga tetua dari sisi Three Star Palace memiliki kultivasi yang lebih tinggi darinya, Feng Luansan tetap tidak merasakan takut.
Itu malah membuatnya menjadi semakin semangat, garis darah Phoenix ditubuhnya ingin segera membuktikan bahwa dia bisa bertarung dengan mereka.
Pria tua yang memiliki kultivasi tertinggi diantara ketiganya berteriak, sambil menunjuk ke arah Feng Luansan dengan kesal,
“Tetua ke delapan! Tetua ke sembilan! Maju dan beri dia pelajaran! Bunuh atau siksa dia sesuka kalian.”
“Siap tetua ke lima!” jawab Kedua pria paruh baya itu dengan serempak.
Tetua ke sembilan maju lebih dulu sambil membawa parang besar yang muncul dari cincin penyimpanannya.
Parang besar itu tampaknya adalah senjata kelas bumi yang cukup kuat dan tajam.
Dia mengayunkan parang besarnya ke orang - orang Phoenix Clan untuk memamerkan, lalu dia menjilat ujung bilah parang tersebut.
Sambil mengarahkan parangnya ke Feng Luansan, tetua ke sembilan berkata,
__ADS_1
“Jangan berpikir untuk mengalahkan kami hanya dengan api milikmu itu! Biarkan aku yang mendidik dan mengajarimu apa itu rasa sakit yang sebenarnya!”
Swosh!
Setelah dia selesai berbicara, Tetua ke delapan dalam sekejap meluncur ke arah Feng Luansan.
Trak...
Suara getaran tanah terdengar saat tetua ke delapan melepaskan pijakannya.
Merasa tanah bergoyang seperti gempa, tubuh Feng Luansan sedikit bergetar menahan dirinya agar tidak jatuh, dan dia bergumam terkejut,
'Orang itu! Memiliki elemen berbasis bumi!'
Dalam sekejap parang tetua ke sembilan berayun mendekat mengarah ke tubuh Feng Luansan.
“Tebasan Bintang Bergetar!”
Teriak tetua kedelapan menyerang Feng Luansan dengan teknik skill bela dirinya yang sangat kuat.
Boom!
Kekuatan pukulan parang itu sangat ganas, hal itu berhasil membuat gelombang kejut yang sangat besar hingga mencapai Yun Tian.
“Serangan ini... Jika mengenaiku, tubuhku pasti sudah terkoyak menjadi gumpalan daging.” ucap Yun Tian dalam hati merasa terkejut dengan kekuatan pria paruh baya Three Star Palace.
“Namun tampaknya... Itu masih belum cukup kuat untuk mengalahkan Feng Luansan.” gumam Yun Tian melihat keadaan di depan.
Kembali ke pertarungan, terdapat debu pasir tanah di mana - mana.
Beberapa pohon bergetar dan roboh akibat gelombang kejut yang cukup besar dari serangan tersebut.
“Apakah hanya segini?”
Tiba - tiba terdengar suara tenang, tetapi membawa rasa meremehkan dari pusat gelombang kejut itu.
“Hm?”
Tetua ke sembilan sedikit bingung, dia merasa bahwa teknik skill parangnya telah ditahan dengan energi yang sangat kuat dari lawan.
“Hanya segini! Serangan bernama Tebasan Bintang entahlah..., nama yang sangat mendominasi tetapi tidak dengan kekuatannya.”
Yuk bantuin authornya supaya rajin upload.
Caranya gampang! kalian tinggal like, vote dan rate bintang 5.
Jangan cuma baca doang tapi ga di like sama vote. Nanti authornya bakal nge down dan jadi males up. 👍🏻
__ADS_1
Bagi yang udah Vote dan Like Terimakasih ya... Semoga rejekinya lancar.