
Menatap Tetua Pertama yang berada di cengkeramannya, Yun Tian tersenyum dingin.
Pedang Heaven Splitting Sword muncul di salah satu lengannya. Yun Tian menggenggam pedang itu dengan kuat, sebelum mengayunkannya.
Swing!
Segera terlihat kedua tangan Tetua Pertama yang telah dipotong dari tubuhnya, ke dua tangan itu terjatuh ke lantai ditemani oleh pancuran darah yang tak ada habisnya.
“A-Akh... Akh...”
Mata Tetua Pertama terlihat merah saat berusaha menahan rasa sakit karena kehilangan kedua lengannya. Dia ingin berteriak tetapi teriakannya tersangkut ketenggorokan karena gengamannya Yun Tian.
Yun Tian dengan sengaja melepaskan cengkeraman tangannya yang berada di leher Tetua Pertama.
Setelah dia melespakannya, Tetua Pertama langsung jatuh kelantai dan berguling - guling kesakitan sambil terus berteriak.
“Aahh..! Mengapa... Mengapa kamu memotong keduanya?!” ucap Tetua Pertama saat dia berguling - guling dilantai dan menatap Yun Tian dengan mata merah.
Membalas tatapannya, Yun Tian menyeringai dingin dan berkata, “Mengapa? Justru aku yang harus menanyakan kepadamu mengapa kau curang? Jika kau curang maka tidak akan ada keadilan, dua lengan itu cukup sebagai hukumanmu.”
Setelah mendengarnya, Tetua Pertama tidak bisa berkata apa - apa. Karena rasa sakit yang tak tertahankan dan kekurangan banyak darah, akhirnya matanya tertutup secara perlahan dan dia pingsan tidak sadarkan diri di lantai.
Wajah Yun Tian acuh tak acuh, lalu dia mengalihkan pandangannya ke semua orang dan berkata, “Kalian melihat semua yang terjadi bukan? Siapa yang sebenarnya licik dan siapa yang sebenarnya tidak. Kalian semua telah tertipu oleh siasat milik Tetua licik itu. Sedari awal Patriak Lan Qinchen dan Lan Ruo tidak memiliki motif buruk untuk Keluarga.”
Di pandang dan di jelaskan oleh Yun Tian, semua orang memiliki ekspresi menyesal yang terlintas di wajah mereka.
Segera perlahan beberapa orang maju, orang - orang dibelakangnya mengikuti tindakan orang yang maju. Mereka semua melangkah menuju Patriak Lan Qinchen yang sedang menggendong Lan Ruo di bahunya.
Melihat Patriak Lan Qinchen dan Lan Ruo, akhirnya semua orang segera menundukkan kepala mereka, dan berlutut di tanah sebelum meminta maaf.
__ADS_1
“Maafkan kami Patriak! Nona Muda Lan! Kami terlalu lalai dan malah mempercayai apa yang dikatakan Tetua Pertama itu!”
“Ya, benar! Apapun hukumannya kami rela menanggungnya!”
Semua orang berkata serempak, mereka berlutut di depan Lan Qinchen.
Lan Qinchen melihat semua orang yang berlutut kepadanya, dia sedikit tersenyum tulus dan menghela nafas.
“Kalian tidak perlu meminta maaf, itu tidak sepenuhnya salah kalian. Aku tahu kalian semua melakukan itu untuk mada depan Keluarga Lan dan tidak bermaksud buruk.” ucap Lan Qinchen sambil melambaikan tangannya ke dada, seolah - olah memberi pengampunan kepada mereka.
“Patriak...”
Semua orang yang mendengarnya merasa terharu, segera mereka berdiri dengan ekspresi penyesalan diwajahnya sebelum berkata, “Untuk menebus kesalahan kami! Kami rela menerima perintah anda kapanpun itu, dan berjuang demi Patriak dan Keluarga Lan!”
Lan Qinchen mengangguk dan menarik nafas bahagia, mengalihkan pandangannya ke arah Yun Tian dia berkata, “Ini semua berkat anda Dermawan Yun... Bukan hanya menyelamatkan putriku saja, tetapi kau juga menyelamatkan ku dan masa depan Keluarga ku dari tangan jahat Tetua Pertama.”
Melihat ekspresi rasa terimakasih yang tulus dari Lan Qinchen, Yun Tian menggelengkan kepalanya.
“Aku masih harus berterimakasih... Soal Bunga Lotus Ungu, walaupun itu adalah harta berharga milik Keluarga Lan kami, kami rela memberikannya kepada anda sebagai penebusan atas yang anda lakukan.” ucap Lan Qinchen sambil memandang semua orang.
Semua orang juga setuju dan mengangguk, harta seperti Bunga Lotus Ungu mungkin adalah harga berharga penting bagi Keluarga Lan. Namun tanaman itu tidak terlalu mereka butuhkan, sebaiknya berikan saja kepada Yun Tian untuk balasan atas kebaikan yang telah diperbuatnya.
Melihat kesetujuan dari Patriak Lan Qinchen dan semua orang, akhirnya senyum tipis tergantung dalam mulut Yun Tian.
Sekarang hanya butuh satu bahan lagi untuk membuat Resurrection Pill, bahan yang dibutuhkan sendiri adalah Tulang dari Binatang Iblis tingkat Martial King.
Dan itu mustahil untuk Yun Tian dapatkan dengan tingkat kekuatannya yang sekarang. Belum lagi di Benua Tian Wu sendiri Binatang tingkat tersebut sama sekali tidak ada. Jika ada maka hal itu akan menjadi bencana besar bagi semua penduduk di Benua Tian Wu termasuk Kekaisaran sendiri.
Segera dia kembali mengalihkan pandangannya ke Lan Qinchen.
__ADS_1
“Pelayan.. Cepat ambilkan Tanaman Bunga Lotus Ungu milik Keluarga Lan kami.” Lan Qinchen berteriak memanggil pelayan untuk membawa Bunga Lotus Ungu itu kesini.
Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya pelayanan itu datang sambil membawa piring yang diatasnya terdapat Teratai Ungu dengan dua belas kelopak di pinggirnya, juga terdapat mahkota putih yang bersinar di tengah bunga tersebut.
Bunga itu tidak lain adalah Bunga Lotus Ungu sendiri, melihat kedatangan bunga tersebut, Yun Tian tersenyum senang.
Segera Lan Qinchen mengambil Bunga Lotus Ungu dari piring pelayan, dia berjalan ke arah Yun Tian dan menyerahkan bunga tersebut.
“Ini adalah Bunga Lotus Ungu, sebagai hadiah dari menyelamatkan putriku dan diriku serta Keluarga Lanku. Maka saya akan memberikan bunga ini kepada anda...,Dermawan Yun.” ucap Lan Qinchen sambil menyerahkan bunga itu kepada Yun Tian.
Yun Tian dengan senang hati mengambil Bunga Lotus Ungu tersebut, dan memeriksanya sesaat. Dia mengangguk dan berkata, “Baiklah, maka aku akan menerima hadiahmu dengan senang hati.”
Bunga Lotus Ungu itu langsung Yun Tian simpan kedalam Cincin Penyimpanan miliknya.
Setelah semua hal itu terjadi, semua orang kembali ketempat duduknya masing - masing. Lan Ruo juga sudah bangun dari pingsannya, dia kembali duduk tepat di samping Yun Tian dengan wajah cerianya.
Tetua Pertama dan tetua lainnya yang menjadi juri saat tes sebelumnya dibawa pergi kekediaman mereka.
“Yun Tian ini semua berkat anda...” Lan Ruo berkata di sampingnya saat dia menatap sekeliling orang yang memandangnya dengan cara berbeda.
“Sudah kubilang sebelumnya, tidak perlu berterimakasih kepadaku, aku hanya melakukan hal untuk sebuah tujuan yang ingin ku dapatkan. Sebaiknya kau fokus saja untuk mendengarkan topik selanjutnya yang akan dibicarakan. Hal ini mengenai Kontes Tabib yang akan diadakan oleh Asosiasi Tabib katamu bukan?” ucap Yun Tian mengalihkan pandangannya ke wajah ceria Lan Ruo.
“Oh iya! Aku lupa akan hal itu!” Lan Ruo segera terkejut sebelum wajahnya kembali menjadi serius mengantisipasi kontes yang akan datang
Yuk bantuin authornya supaya rajin upload.
Caranya gampang! kalian tinggal like, vote dan rate bintang 5.
Jangan cuma baca doang tapi ga di like sama vote. Nanti authornya bakal nge down dan jadi males up. 👍🏻
__ADS_1
Bagi yang udah Vote dan Like Terimakasih ya... Semoga rejekinya lancar.