
Sebelum dia bisa mengatakan permintaan maafnya, tiba - tiba Lan Poyun yang baru saja berbicara telah melintas kedepannya dan dia mengeluarkan pedangnya sendiri lalu menebas kepala penjaga itu.
“Karena kau tidak tahu, maka kau harus dihukum.” ucap Lan Poyun sambil menatap kepala penjaga yang telah terputus dan menggelinding di tanah dengan seringai acuh tak acuh.
Melihat tindakan yang dilakukan Lan Poyun, Pria Paruh Baya di belakangnya hanya menutup matanya dan berekspresi datar mengenai hal tersebut.
Segera mereka berdua berjalan dengan angkuh sombong menuju ke dalam Keluarga Lan.
***
Di kediaman halaman Yun Tian.
Yun Tian saat ini sedang memegang Heaven Splitting Swordnya dan membungkuk menghadap kesamping dan membuat kuda - kudanya.
Menekuk lututnya dengan keras, Yun Tian mengayunkan Heaven Splitting Swordnya dengan segenap kekuatan yang dia miliki.
Woosh!
Api Phoenix yang agung terpancar dari Heaven Splitting Swordnya dan langsung menyinari seluruh halaman kediamannya.
Setelah menari menggunakan pedangnya dengan anggun dan mendominasi, Yun Tian sedikit menghembuskan nafasnya. Lalu dia menyarungkan pedangnya kembali ke pinggangnya dan menyimpannya ke dalam cincin penyimpanannya.
“Sudah saatnya bagiku untuk pergi..” gumam Yun Tian, dia menegakkan dirinya lalu bersiap untuk keluar halamannya dan menuju kekediaman Lan Ruo untuk pamit.
Saat Yun Tian keluar dari halamannya, dia merasakan Qi Spirtual yang kuat terpancar dari kejauhan.
“Energi Spirtual ini? Apakah seseorang pakar yang berada di ranah Earth Realm berada di dekat sini?” gumam Yun Tian dengan ekspresi bertanya.
Segera Yun Tian menggelengkan kepalanya tidak terlalu peduli, dia langsung berjalan menuju ke arah kediaman Lan Ruo.
Saat dia berjalan menuju kekediaman wanita itu, tiba - tiba di pertengahan perjalanan dia melihat semua orang berkumpul di tengah lapangan Keluarga Lan tampak seperti menantikan sesuatu.
Yun Tian berhenti dan melihat kesekitar tribun lapangan tersebut, disana dia juga melihat Lan Ruo dan Patriak Lan Qinchen dengan ekspresi gelap di wajah mereka.
__ADS_1
Yun Tian sedikit mengerutkan keningnya saat melihat ekspresi mereka berdua yang suram.
“Hm, Apa yang terjadi?”
Yun Tian memutuskan untuk berjalan ke arah lapangan tersebut dan melihat situasi yang terjadi disana.
Segera dia melihat dua orang asing yaitu seorang pemuda yang tampak berusia lebih dari dua puluh tahun dan Pria Paruh Baya dengan janggut di dagunya.
Pandangan Yun Tian fokus ke Pria Paruh Baya tersebut dan matanya mengerut serius saat merasakan Kultivasi yang dimiliki oleh Pria Paruh Baya itu.
“Lan Poyun! Apa yang kau maksud dengan kata - katamu?! Kau bilang kami berdua tidak layak untuk berada di Keluarga Lan lagi? Dan kau menyuruhku untuk memberikan Posisi Patriak kepada Tetua Pertama? Apakah kau bodoh?!” Lan Qinchen berteriak dengan keras saat membentak pemuda yang tampaknya adalah Lan Poyun dengan penuh emosi.
“Bodoh? Hehe, Yo! Lan Qinchen tua, sesuai dengan nama panggilanmu usia mu sudah tua sebaiknya serahkan saja posisi Patriak yang tidak ada gunanya lagi bagimu kepada ayahku.” Lan Poyun berkata sambil menyeringai mengejek, “Sudah lima tahun berlalu sejak aku pergi dari sini, aku tidak menyangka kau masih saja menjadi Patriak Keluarga. Aku pikir posisi itu sudah di ganti oleh ayah.”
“Apa katamu?! Lancang sekali, kau menyuruhku untuk menggantikan posisi Patriak kepada mahluk licik yang lumpuh dan tidak memiliki prospek masa depan itu?!” Dengan penuh amarah Lan Qinchen berkata.
Setelah mendengar perkataan Lan Qinchen, wajah Lan Poyun menjadi sedikit muram.
“Lan Poyun, cukup hentikan! Ayah dan Yun Tian tidak bersalah. Itu adalah kesalahan ayahmu lah yang telah memiliki konspirasi licik dan berbuat curang sebelumnya. Dia pantas menerima hukumannya.. Jika kau tidak ingin membuat masalah ini menjadi besar, maka terima saja. Kami tidak akan berbuat hal - hal yang buruk kepadamu.” Lan Ruo berkata berusaha untuk menghentikan ocehan Lan Poyun dan sedikit menghiburnya.
Tidak seperti yang dipikirkan. Setelah mendengar perkataan Lan Ruo, wajah Lan Poyun menjadi semakin muram dan terlihat urat di dahinya.
“Membuat masalah kau bilang?! Hehe, justru kalianlah yang membuat masalah kepadaku. Apakah kalian pikir aku tidak akan tinggal diam saat melihat ayahku dalam kondisi seperti itu?!”
Swosh!
Sambil berkata dengan marah, Lan Poyun menghentakkan kakinya ke tanah dengan keras. Lalu dia melompat dan melintas ke arah Lan Ruo dengan kecepatannya.
“Makan ini!”
Lan Poyun mengangkat tangan kanannya dan sebuah bilah pedang panjang muncul. Dia langsung mengayunkan pedang panjangnya ke tubuh Lan Ruo.
Lan Qinchen di samping Lan Ruo tersentak kaget saat dia melihat arah serangan Lan Poyun. Dengan sigap dia bergegas menuju putrinya dan memblokir serangan milik Lan Poyun.
__ADS_1
Ding!
“Kau! Apakah kau ingin seperti ayahmu?!” teriak Lan Qinchen.
Memblokir serangan Lan Poyun dengan satu tangan, Lan Qinchen mengangkat lengan lainya lagi dan segera dia ingin melakukan serangan balik kepada Lan Poyun.
Sebelum serangannya mengenai Lan Poyun, tiba - tiba seringai muncul di wajah Pria Paruh Baya di belakang.
Pria Paruh Baya itu mengibaskan lengannya dan Energi Spirtual yang kuat langsung menerjang maju dan membuat Lan Qinchen yang ingin menyerang Lan Poyun langsung terhempas.
“Sialan!”
Lan Qinchen menjerit saat dia terhempas beberapa meter jauhnya akibat apa yang dilakukan Pria Paruh Baya tersebut.
Melihat ke arah Pria Paruh Baya itu, wajah Lan Qinchen menjadi penuh kecemasan saat dia berkata, “Siapa kau?”
Pria Paruh Baya itu menyeringai lebar sebelum berkata, “Tidak sewajarnya orang tua sepertimu untuk melawan yang muda bukan? Hehe, Lan Poyun adalah muridku, aku tidak akan pernah membiarkannya mati di tempat seperti ini.”
“Murid... Lan Poyun... Jangan bilang?!”
Ekspresi Lan Qinchen segera berubah kaget saat menyadari bahwa orang di depannya adalah Guru Lan Poyun yang dirumorkan adalah Tabib dengan ketinggian Alkemis dan juga mencapai ranah Earth Realm.
Lan Poyun sedikit terbatuk dari samping, dia senang saat melihat gurunya mengambil tindakan.
“Terimakasih guru, aku punya permintaan kepadamu. Karena mereka berdua telah melakukan hal - hal keji terhadap ayahku, aku memiliki permintaan untuk membunuh mereka berdua!” Lan Poyun menggertakan giginya sambil menunjuk ke arah Lan Qinchen dan Lan Ruo.
Yuk bantuin authornya supaya rajin upload.
Caranya gampang! kalian tinggal like, vote dan rate bintang 5.
Jangan cuma baca doang tapi ga di like sama vote. Nanti authornya bakal nge down dan jadi males up. 👍🏻
Bagi yang udah Vote dan Like Terimakasih ya... Semoga rejekinya lancar.
__ADS_1