Pewaris God Of War

Pewaris God Of War
Ch 44 - Perpisahan


__ADS_3

Satu minggu berlalu dengan cepat bagaikan kilat, Yun Tian saat ini berada di dalam kamarnya, ia telah berhasil menyerap batu roh kelas rendah tersebut dan Cultivasinya telah menyentuh penghalang Origin Realm tingkat 4.


Karena ini adalah hari kepergiannya, dia memutuskan untuk berhenti berkultivasi.


“Sudah waktunya ya? Cultivasiku telah menyentuh penghalang Origin Realm tingkat 4 dan aku bisa menembusnya kapan saja, namun karena hari ini adalah hari keberangkatanku ke Sky Sword Sect, aku memutuskan untuk menerobos nanti saja.” gumam Yun Tian sambil memandangi langit lewat jendela kamarnya.


Yun Tian membersihkan dirinya dan merapikan barang - barangnya, lalu ia keluar dari kamarnya, terlihat dua orang yang sedang menunggunya dihalamannya.


Kedua orang itu tidak lain adalah ibunya Yun Mu Rong, dan Xuan Ling.


Terlihat aura Qi keduanya telah meningkat, Xuan Ling telah menembus ke ranah Origin Realm tingkat 1 dan Yun Mu Rong telah menembus ke tingkat 7.


“Apakah kamu telah selesai nak? Ling'er sudah menunggumu dari tadi pagi.” ucap Yun Mu Rong.


“Maafkan aku bu, aku sedikit lupa waktu...” ucap Yun Tian sambil meminta maaf.


“Baiklah, Ayo kalian berangkat, sudah banyak orang yang menunggu perpisahanmu di gerbang pintu keluarga Yun.” ucap Yun Mu Rong.


Mereka bertiga pun berjalan ke arah gerbang pintu Keluarga Yun.


Sesampainya disana, terlihat Patriak Yun Mubai kakeknya dan juga banyak tetua - tetua serta murid - murid lain yang menunggunya untuk mengucapkan kalimat perpisahan kepadanya.


Setelah Yun Tian dan Xuan Ling mengucapkan kalimat perpisahan kepada mereka, Yun Tian memandang ibunya dengan sedikit sedih.


“Ibu aku dan Ling'er berangkat...” ucap Yun Tian dengan suara rendah.


Yun Mu Rong mengganguk dengan senyum bahagia tetapi matanya terlihat berkaca - kaca karena kepergian putranya.


“Pergilah nak, jaga Ling'er dengan baik, jangan sampai laki - laki lain mendekatinya oke? Dan juga kapan - kapan kamu harus mampir ke sini.” ucap Yun Mu Rong sambil menangis tersedu - sedu.


Yun Tian mengakhiri perpisahan tersebut dengan pelukan kepada ibunya, Xuan Ling juga dengan sedih memeluk Yun Mu Rong.


Wajar Xuan Ling sedih, karena dalam 1 bulan di keluarga Yun, selain Yun Tian hanya Yun Mu Rong lah yang sering menemaninya dan berbicara bersama dengannya.


Akhirnya mereka pun melakukan perjalanan ke kota Mohey untuk menemui dua murid utusan Sky Sword Sect.


Yun Tian dan Xuan Ling memutuskan untuk jalan kaki dari pada menaiki kuda, karena kecepatan lari mereka sedikit lebih cepat dari pada kecepatan lari berkuda.


Dengan kecepatan lari mereka berdua, mungkin hanya butuh beberapa jam untuk mencapai kota Mohey jika tidak ada hambatan.


Setelah mereka berdua keluar dari daerah kota Huang, Yun Tian merasakan kehadiran dua orang yang mengikutinya dari belakang.


Yun Tian langsung berhenti melangkah, hal itu membuat Xuan Ling tampak bingung.

__ADS_1


“Ada apa tuan apakah ada masal-” belum sempat Xuan Ling menyelesaikan kalimatnya, terlihat seorang pria paruh baya yang mendekatinya dengan sebuah bilah di tangannya.


Yun Tian yang melihat hal tersebut langsung reflek bergerak dengan seluruh kecepatannya dan menghampiri Xuan Ling menyelamatkannya.


Swosh


Dengan sekejap Yun Tian telah berada disisinya, dan menangkapnya lalu ia melompat mundur beberapa meter untuk menghindari serangan pria paruh baya tersebut.


Boom!


“Siapa kalian keluar!” teriak Yun Tian dengan suara menggelegar.


Tiba - tiba dua bayangan melintas langsung muncul di depan Yun Tian, sosok bayangan itu adalah dua orang pria paruh baya.


Yun Tian melihat wajah mereka berdua dan ia langsung tertegun.


“Kalian... kalian adalah tetua dari keluarga Zhang? Oh jadi begitu, kalian sebenarnya berencana untuk membunuh kami sebelum kami bertemu dengan dua utusan bukan?” tanya Yun Tian dengan pandangan dingin.


“Kamu benar, namun bukan hanya itu, aku kesini secara pribadi ingin membalaskan dendam atas lumpuhnya kaki putraku Zhang Huo!” ucap Zhang Hufeng dengan senyum sinis.


“Cih, perbuatan putramu lah yang membuatnya lumpuh sendiri.” jawab Yun Tian dengan dingin.


“Tidak usah banyak bicara, ayo kita bunuh kedua anak ini, sebelum ia memanggil bantuan.” kata Tetua kedua yang berada di samping Tetua ketiga Zhang Hufeng.


Mendengar hal itu, raut wajah Zhang Hufeng langsung menjadi merah karena marah, ia langsung melompat ke arah Yun Tian dan meluncarkan serangannya.


“Sombong sekali kau bocah! Rasakan ini!”


Boom!


Sebelum serangan tersebut mengenainya, Yun Tian melompat mundur dan membawa Xuan Ling menjauh darinya.


“Ling'er mundur dulu, kemampuanmu saat ini belum sanggup untuk menghadapi mereka, biar aku yang urus.” ucap Yun Tian sambil membawa Xuan Ling mundur.


“Bocah jangan lari kau!” teriak Zhang Hufeng dengan geram.


Setelah menaruh Xuan Ling ke tempat yang cukup jauh, Yun Tian langsung berbalik menghampiri kedua tetua keluarga Zhang tersebut.


Yun Tian saat ini tampak berhati - hati, walaupun dia bisa membunuh Zhang Hufeng yang sudah berada di tahap Origin Realm tingkat 6 dengan mudah, namun cukup sulit untuk membunuh tetua kedua keluarga Zhang yang sudah berada di ranah Origin Realm tingkat 7.


Yun Tian langsung menghampiri Zhang Hufeng, ia mengangkat pedangnya dan mengayunkannya dengan kencang dan indah ke arah orang itu.


Ding!

__ADS_1


Ding!


Di bawah serangan Yun Tian, Zhang Hufeng tampak dalam posisi yang tidak menguntungkan, ia cukup terkejut dengan permainan pedang Yun Tian dan kekuatan serangan anak itu.


“Bocah ini! Mengapa serangan pedangnya begitu kuat, bukankah dia hanya berada di ranah Origin Realm tingkat 3?” gumamnya terkejut.


Tetua kedua Keluarga Zhang melihat Zhang Hufeng dalam kondisi terdesak, langsung berlari menghampirinya untuk membantunya menghadapi Yun Tian.


“Hm? Dua lawan satu? Tidak masalah! Ayo hadapi aku dengan kekuatan penuh kalian!” ucap Yun Tian dengan dingin namun sedikit bersemangat.


Dengan kehadiran Tetua kedua keluarga Zhang, posisi Yun Tian dan kedua tetua tersebut menjadi saling berimbang.


Ding!


Ding!


Tarian Yun Tian menggunakan pedangnya terlihat sangat indah dan membingungkan kedua tetua tersebut.


Xuan Ling yang memandang pertarungan ketiganya dalam kejauhan, wajahnya tampak terkagum - kagum.


“Tuan sangat hebat... Kemampuan berpedangnya jelas jauh berada di atasku.”


Kedua tetua dan Yun Tian saling beradu pedang dengan sengit, Yun Tian mundur sedikit, ia mengangkat pedangnya dan energi es keluar dari pedang tersebut, dengan kencang dan kuat ia mengayunkannya ke arah dua tetua keluarga Zhang.


“Ice Strom!”


Badai Es langsung meluncur dari serangan pedang Yun Tian, badai itu berkali - kali lebih kuat dari pada serangan badai es yang Yun Tian keluarkan saat menghadapi pemuda - pemuda di keluarga Yun.


Kedua tetua menghadapi badai es tersebut dengan teknik skill mereka.


Boom!


Serangan Badai Es Yun Tian langsung mengenai serangan teknik skill dari kedua tetua keluarga Zhang yang membuat gelombang kejut sangat keras.


Yun Tian masih berada dalam posisi yang sama, wajahnya sedikit berkeringat namun tidak terlihat kelelahan, sedangkan kedua tetua dari keluarga Zhang, terlihat wajah mereka tampak sangat kelelahan.


Tetua kedua penuh keringat mengalir di wajahnya, dan tetua ke tiga Zhang Hufeng tampak pucat dan ada noda merah darah di sudut bibirnya.


Yuk bantuin authornya supaya rajin upload.


Caranya gampang! kalian tinggal like, vote dan rate bintang 5.


Jangan cuma baca doang tapi ga di like sama vote. Nanti authornya bakal nge down dan jadi males up. 👍🏻

__ADS_1


Bagi yang udah Vote dan Like Terimakasih ya... Semoga rejekinya lancar.


__ADS_2