
Sinar cahaya itu melaju dengan kecepatan yang sangat cepat.
Ternyata arah dari sinar cahaya laser itu menuju ke tubuh Xuan Ling.
Yun Tian segera bereaksi dan bergerak dengan cepat menuju ke arah Xuan Ling.
“Ling'er!”
Swosh!
Namun tidak peduli seberapa cepat dia, kecepatan serangan cahaya laser Liu Yan bukanlah hal yang bisa dia tangani.
Cahaya laser itu dengan mudah langsung menembus tepat di dada kiri Xuan Ling.
Xuan Ling tersentak kaget, memuntahkan darah segar dalam jumlah yang besar, dan dia akhirnya terjatuh.
Yun Tian langsung sigap menahan tubuh Xuan Ling, lalu menaruh dia kepangkuannya dan berteriak khawatir, “Ling'er!”
“Ling'er... Ling'er! Apakah kau baik - baik saja?”
Dia memegang erat Xuan Ling dalam pelukannya, sambil terus menerus berteriak membangunkan gadis itu.
Yun Tian saat ini benar - benar bingung dan tidak siap, dia tidak tahu apa yang terjadi.
Setelah melihat Xuan Ling yang terkena serangan dari Dewi Kehidupan di daerah jantungnya, dia semakin gelisah dan khawatir.
Melihat gadis kecil yang kesulitan bernapas di pangkuannya, dia hanya bisa berharap bahwa ini hanyalah sebuah mimpi.
“Tuan...” suara bisikan Xuan Ling muncul ke telinga Yun Tian.
Dengan suara serak namun membawa rasa lembut yang indah, Xuan Ling berkata, “Jangan pikirkan soal kekuatan akan kesombongan lagi oke? Jiwa ayah dan ibumu pasti tidak ingin melihat keadaanmu yang serakah akan kekuasaan seperti sekarang.”
“Diriku? Serakah akan kekuasaan?” alis Yun Tian terangkat dengan bingung.
“Tidak peduli apa itu, jangan melakukan hal seperti itu lagi oke...? Ini mungkin adalah hal yang sudah ditakdirkan... uhuk-uhuk!” ucap Xuan Ling tersenyum lembut.
“Ling'er! Apa... Apa yang ditakdirkan...?”Yun Tian berkata dengan wajah bingung, namun tiba - tiba dia segera mengalihkan fokusnya ke kondisi tubuh Xuan Ling.
Saat dia merasakan Qi Dantian serta denyut jantung gadis itu, wajahnya membeku seperti patung.
Jantung gadis sudah hampir tidak berdetak lagi, Qi Spirtual yang berada di dantiannya juga hilang sepenuhnya.
__ADS_1
Kondisi Xuan Ling yang sekarang jelas - jelas sudah berada di ambang kematian, dan tidak bisa diselamatkan lagi.
“Jika kamu berhenti... aku... akan bersamamu... selamanya.... seumur hidup... menjadi istri yang baik...”
Perlahan, suara bisikan Xuan Ling menjadi semakin kecil, dan akhirnya itu adalah kata - kata yang diucapkan gadis itu terakhir kalinya.
Denyut jantungnya pun langsung berhenti total, yang menandakan dia sudah tiada.
“Tidak mungkin... Ling'er! Ling'er! Bangun... Ya! Ya! Aku akan mendengarkanmu, aku berjanji tidak akan haus atas kekuasaan lagi! Ayo bangunlah, dimasa depan kau akan menjadi hidupku, hidupmu juga adalah hidupku, aku pasti akan berada di sisimu selamanya mau itu berada di dunia dan akhirat!”
Setiap kalimat, setiap kata, semua yang diucapkan Yun Tian mengandung emosi yang muncul dari lubuk hatinya sendiri.
Dia benar - benar bingung akan situasi yang terjadi sekarang, dan dia hanya bisa berharap ini hanyalah sebuah mimpi.
Melihat kondisi Xuan Ling saat ini, Yun Tian tak bisa berkata apa - apa lagi, dia ingin menangis namun air mata tidak bisa keluar dari matanya.
Dia tidak tahu mengapa ini bisa terjadi...
Kekasih yang dicintainya mati dikarenakan masalah yang disebabkan olehnya begitu saja, dan dia hanya tak bisa berbuat apa-apa soal itu.
Memikirkan apa yang Yun Tian lakukan sekarang, membuatnya semakin putus asa dan merasakan rasa sakit jauh dari lubuk hatinya.
Wajahnya sepenuhnya tertutup oleh cadar, namun saat pandangan Yun Tian akhirnya beralih kepadanya, dia bisa melihat jelas dan merasakan apa emosi yang di miliki Dewi itu.
Kemarahan...
Juga rasa kasihan dan simpati...
Liu Yan sekali lagi mengangkat ujung jarinya ke arah Yun Tian.
Wanita itu akhirnya berjalan mendekat dengan langkah yang cukup lambat.
Melihat Dewi Kehidupan Liu Yan bergerak mendekat kepadanya, Yun Tian tetap tidak berekspresi, pikirannya sekarang di penuhi akan kematian Xuan Ling.
Langkah!
Langkah!
Liu Yan akhirnya telah sampai tepat di depan tubuhnya, mata Yun Tian tetap dingin seolah - olah dia tidak melihat apa - apa.
Mengangkat jari telunjuknya ke dahi Yun Tian, akhirnya wanita itu berkata dengan suara yang bisa didengar jelas oleh Yun Tian.
__ADS_1
“Menyesal lah atas hal yang kau lakukan, masa depan masih bisa berubah tergantung kehendak dirimu sendiri.”
Kata - kata itu menembus telinga dan otak Yun Tian.
Tiba - tiba sinar cahaya laser yang sama seperti sebelumnya muncul kembali dari ujung jari milik Liu Yan.
Sinar laser itu akhirnya melintas melesat menuju ke dahinya.
Boom!
Yun Tian hanya bisa berdiam, saat sinar laser itu menembus kepalanya.
Tiba - tiba, adegan di depan matanya terdistorsi kembali, dunia didepannya telah lenyap menjadi kegelapan yang tak berujung.
Yun Tian membuka matanya ke depan, dan melihat dua mata emas Phoenix yang menatap ke arahnya.
Melihat kedua mata Roh Phoenix yang sedang menatapnya, akhirnya ingatannya kembali lagi, dan dia menyadari bahwa hal - hal yang dia lihat sebelumnya hanyalah sebuah ilusi.
Kepala Yun Tian sedikit tertunduk, ada kebahagiaan beserta kekecewaan di dalam matanya.
Tentu saja, Yun Tian bahagia dikarenakan dia menyadari bahwa hal sebelumnya tidak nyata dan ilusi.
Namun kekecewaannya...
“Aku sudah gagal...” Yun Tian berkata sambil mencela dirinya sendiri.
“Awalnya aku pikir, dengan tekad kuat dan keadaan pikiranku, aku bisa melewati ujian ketiga ini dengan mudah. Namun tampaknya... Aku terlalu melebih-lebihkan diriku sendiri, dihadapan kematian orang yang kucintai, aku tetap tidak bisa berbuat apa-apa.”
“Hal yang kau lihat sebelumnya, bisa jadi adalah hal yang akan terjadi dalam masa depanmu sendiri, Dewi Liu Yan lah yang telah menciptakan dan membantuku untuk membuat altar ujian ke tiga ini, walaupun itu hanya ilusi, namun bisa saja takdir di masa depan akan sama dengan itu, tetapi bisa juga berubah jika kehendakmu sama berubah.” ucap Roh Phoenix.
“Aku harap aku bisa merubah masa depan itu, tapi dihadapan kematian orang yang ku cintai, aku tetap tidak bisa mengubah rasa sakitnya, ini benar - benar berbeda dari rasa sakit fisik.” Yun Tian berkata sambil menggelengkan kepalanya.
Yun Tian berkata sambil tertawa dengan hangat, tanpa sedikitpun keengganan dan kekecewaan.
Yuk bantuin authornya supaya rajin upload.
Caranya gampang! kalian tinggal like, vote dan rate bintang 5.
Jangan cuma baca doang tapi ga di like sama vote. Nanti authornya bakal nge down dan jadi males up. 👍🏻
Bagi yang udah Vote dan Like Terimakasih ya... Semoga rejekinya lancar.
__ADS_1