Pewaris God Of War

Pewaris God Of War
Ch 144 - Kilas Balik


__ADS_3

Dia segera maju selangkah, tidak bisa mempertahankan ketenangannya lagi, dia memegang kerah Yun Jiang dan berkata dengan tergesa - gesa, “Dia masih hidup?! Dimana lokasinya sekarang! Cepat beritahu aku!”


Melihat ekspresi Yun Tian yang penuh harap dan antisipasi, Yun Jiang menggelengkan kepalanya saat dia berkata, “Aku sendiri tidak tahu, dimana dia berada...”


“Hm?” Yun Tian melepaskan kerah Yun Jiang secara perlahan dan memandangnya dengan bingung.


“Oke akan ku ceritakan pengalaman yang terjadi saat pembantaian Keluarga Yun.” ucap Yun Jiang dan langsung menceritakan hal - hal yang dia alami sebelumnya.


***


Kilas balik...


Sebelas bulan yang lalu, tepatnya dua bulan setelah Yun Tian memasuki Sky Sword Sect. Yun Jiang di hari itu pergi mengembara ke berbagai daerah sebelum akhirnya di terima oleh salah satu Sekte Kelas Tiga.


Statusnya yang jelas masih Murid Luar biasa tetapi dalam beberapa bulan dia banyak berkembang di sana hingga berhasil menerobos ranah Origin Realm tingkat satu.


Mungkin itu adalah tingkat Kultivasi yang sangat rendah, tetapi bagi Yun Jiang sendiri saat itu, dia benar - benar merasa bangga dan bahagia akan perkembangannya.


Tidak lama setelah dia berhasil menerobos, kabar kematian Yun Tian mencapai telinganya, dia merasa sangat terkejut akan hal itu.


Akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke Kota Huang mengunjungi Keluarga Yun untuk melakukan persembahan kepada roh Yun Tian sepupunya, dia juga merasa sedikit sedih saat itu.


Karena Yun Tian adalah satu - satunya jenius Keluarga Yun yang melampaui dirinya dan dia juga bahkan secara tidak langsung telah mengubah sifat miliknya sendiri.


Setelah dia sampai di Keluarga Yun, dia melihat pemandangan yang membuatnya membeku ketakutan, seluruh tubuhnya menggigil seolah - olah sedang melihat sesuatu yang luar biasa.


Apa yang ada di depannya adalah pembantaian!


Ya benar! Pembantaian orang - orang Keluarga Yun terjadi pada saat itu juga, mereka semua dibunuh secara tragis satu per satu oleh pasukan yang tampaknya berasal dari Keluarga Leng yang memimpin Kota Mohey.


Berbagai murid, tetua, pelayan Keluarga Yun dibunuh dengan tragis oleh mereka dengan cara yang berbeda - beda.

__ADS_1


Ada yang langsung di penggal, ada juga yang tubuhnya di belah dua, bahkan ada yang dikuliti sebelum mati sehingga mereka mengalami rasa sakit yang luar biasa.


“Mengapa ini bisa terjadi...?” Yun Jiang menatap ke arah Keluarga Yun yang telah menjadi kacau balau saat dia mengigit bibirnya dengan ekspresi bingung.


Pandangan Yun Jiang beralih ke seorang pria tua yang tampak berusia tujuh puluh tahun, pria tua itu adalah tetua pertama.


Dia terus berjuang diri dan bertarung dengan salah satu pasukan elit milik Keluarga Leng. Tetua pertama sendiri memiliki Kultivasi ranah Origin Realm tingkat sembilan.


Lawan di depannya juga memiliki tingkat kultivasi yang sama, tetapi karena usianya yang tergolong sudah tua, dia sangat rawan akan kekuatan fisik dan stamina.


Hanya beberapa pertukaran terhadap pasukan elit Keluarga Leng saja, sudah membuat dirinya bernafas terengah - engah.


“Kakek!” Melihat kondisi kakeknya yang tampak kelelahan tapi masih berjuang untuk memblokir lawan, ekspresi Yun Jiang menjadi cemas dan khawatir.


Dia ingin maju tetapi dia tidak berani melangkah lebih jauh lagi. Karena dia sendiri tahu situasinya, jika dia memaksakan diri untuk lari menyelamatkan kakeknya, bukan hanya dia gagal tetapi bahkan mungkin dia akan menjadi beban dan mati bersama.


“Bagaimana ini bisa terjadi... Apa yang harus aku lakukan??” Yun Jiang terus mengigit bibirnya dengan gelisah saat dia mengawasi sekeliling dan berpikir.


Dia mundur dan terlempar beberapa langkah, dan noda merah darah tercetak jelas di mulutnya.


Melihat kondisinya yang tampak pucat dan sudah tidak bertenaga lagi, Yun Jiang tanpa sadar ingin langsung maju dan menyelamatkannya, tidak peduli resiko apa yang akan dia alami.


Boom!


Tetapi saat dia ingin maju, tiba - tiba terdengar suara ledakan yang melengking keras di arah pasukan elit itu.


Swosh!


Seorang wanita dengan paras cantik dan dewasa maju selangkah dan menyerang ke arah pasukan elit yang sedang bertarung dengan kakeknya atau tetua pertama.


“Jika kau ingin menyentuh paman... Maka langkahi lah mayatku terlebih dahulu!” ucap wanita itu dengan suara dingin saat dia mengacungkan pedangnya ke arah lawan.

__ADS_1


“Uhuk! Uhuk! Terimakasih Rong'er...” Melihat wanita di depannya datang dan menyelamatkan dirinya. Tetua Pertama berterimakasih sambil terbatuk - batuk.


Wanita itu tidak lain adalah Ibu Yun Tian sendiri! Yun Mu Rong!


Prajurit Elit milik Keluarga Leng itu menatap ke arah Yun Mu Rong dengan tatapan buas dan dia mencibir, “Wanita dewasa glamor yang cantik... Hehehe, apakah kau benar - benar ingin melindunginya dengan tingkat Kultivasi yang hanya berada di ranah Origin Realm tahap delapan itu?”


“Hmph! Jika kamu memandang kekuatan seseorang hanya dengan tingkat Kultivasi, maka kamu salah besar!”


Yun Mu Rong mendengus dingin saat dia mendengar perkataan lawan yang tampak terlalu meremehkan dirinya.


”Apakah begitu? Hehehe, kamu hanyalah seorang wanita yang tampaknya tidak memiliki fisik yang terlalu kuat..., sebelum membunuhmu, maka aku akan menikmati tubuh indah mu itu dulu.” Prajurit Elit Keluarga Leng berkata dengan cabut saat tatapannya dengan tidak senonoh menatap ke sekeliling tubuh Yun Mu Rong.


Yun Mu Rong mengalami emosi yang luar biasa setelah mendengar perkataan dari prajurit keluarga Leng itu, tanpa basa basi dia langsung menyilangkan pedangnya kebawah.


Sekarang dia merasa sangat marah, belum lama ini dia mendengar kabar tentang putranya yang menghilang dan tidak ada kabar sehingga di duga mati oleh semua orang.


Walaupun dia memiliki rasa khawatir yang jelas, tetapi dia tidak percaya bahwa putranya akan benar - benar mati.


Yun Tian adalah putra dari dirinya serta suaminya Tian Ru Feng! Dia adalah putra dari seorang Dewa yang ditakdirkan untuk menggapai langit.


Keberuntungan pasti akan selalu berpihak kepadanya, Yun Mu Rong setidaknya percaya dan yakin sembilan puluh lima persen bahwa Yun Tian masih hidup.


Lima persennya lagi hanyalah pikiran negatifnya, maka dari itu dia masih memiliki rasa khawatir yang jelas kepada kondisi putranya sekarang.


“Untuk putraku Yun Tian... Dimana kamu sekarang nak? Aku harap tidak terjadi hal - hal yang buruk terhadapmu...” Yun Mu Rong menatap langit dengan sedih saat dia akhirnya mencengkram kuat pedang di tangannya itu dan menatap ke arah lawan dengan penuh keseriusan.


Yuk bantuin authornya supaya rajin upload.


Caranya gampang! kalian tinggal like, vote dan rate bintang 5.


Jangan cuma baca doang tapi ga di like sama vote. Nanti authornya bakal nge down dan jadi males up. 👍🏻

__ADS_1


Bagi yang udah Vote dan Like Terimakasih ya... Semoga rejekinya lancar.


__ADS_2