
Xia Jingyu juga terkejut akan hal itu.
Kata - kata sang Dewi Kehidupan Liu Yan sangat bermakna, hanya dengan sedikit perintah saja pun sudah bisa membuat takdir seluruh dunia berubah.
Jika Liu Yan memerintahkan Burung Phoenix untuk meninggalkan Roh Avatar nya di Alam Fana yang rendah ini, itu membuktikan bahwa ada sesuatu yang sangat penting.
“Sebenarnya alam fana ini adalah alam atau dunia yang diciptakan oleh Dewi Liu Yan sendiri..., dan dia menyerahkannya padaku untuk mengatur sesuka hati, tidak ada yang tahu alasannya dia menciptakan alam fana ini dan apa tujuannya.” ucap roh phoenix tersebut.
“Lalu apa nama dari alam fana ini?” tanya Yun Tian.
“Alam fana ini bernama, Phoenix Descendant Realm.” jawab roh Phoenix.
“Awalnya saya ingin meninggalkan Altar Ujian yang bisa di coba oleh para - para kultivator Alam Fana, selama berpuluh ribu tahun lamanya hanya dua orang wanita yang telah berhasil lolos dari Ujian ini.”
“Yang pertama adalah Feng Xin'er, dia adalah orang yang berhasil melewati ujian ini dan akhirnya bisa mendapatkan garis keturunan Phoenix lalu akhirnya dia menyebarluaskan garis keturunannya kepada orang lain yang dipilih khusus olehnya, dan terciptalah Phoenix Clan di Alam Fana.”
“Jadi begitu.” jawab Yun Tian memahami.
“Namun, aku telah meninggalkan pesan ini, jika manusia di Phoenix Clan menggunakan kekuatan Phoenix untuk menyakiti dunia atau melakukan hal - hal yang keji, kekuatan mereka akan dibatasi dan umur mereka juga akan di segel!”
“Tapi sangat disayangkan bahwa ada satu orang yang melanggar perintah itu, orang itu juga berhasil lulus Ujian Altar ini. Namun dia telah mengecewakanku.” ucap Roh Phoenix memperjelas.
“Sudahi percakapannya sampai sini, jadi... Apakah kau siap untuk mengikuti ujian?”
“Ya! Aku bisa siap kapan saja.” jawab Yun Tian sambil menarik nafas panjang.
Walaupun dia telah mendengar bahwa beberapa orang seperti Feng Luansan tidak pernah berhasil dalam ujian ini, dia tetap memiliki kepercayaan diri.
Kepercayaan diri ini berasal dari darah God Of Warnya, dan Xia Jingyu bahkan secara langsung percaya bahwa Yun Tian pasti bisa menghadapi Ujian yang dibuat oleh Roh Phoenix itu.
“Sangat bagus, ujian ini memiliki tiga tahap, tahap pertama disebut Gerbang Api Iblis, tahap ke dua disebut Panah Phoenix, dan yang terakhir ketiga disebut Hati Api Phoenix. Jika kau ingin menyerah saat ujian, kau bisa berteriak kapan saja, dan kau secara langsung akan berteleportasi keluar dari ujian.”
Roh Phoenix menjelaskan secara rinci, dan akhirnya perlahan suaranya memudar.
Sepasang mata emas kemerahan perlahan lenyap dan kembali menjadi gelap.
Tiba - tiba saat kedua mata Phoenix itu hilang, dunia di mata Yun Tian langsung berubah, kegelapan sebelumnya telah lenyap digantikan oleh dunia yang sekelilingnya medan bewarna merah tua.
Dunia yang dia lihat di depan matanya ini membuat, Yun Tian sedikit tertegun.
__ADS_1
Tanah dibawah kakinya tampak seperti warna merah tua dan tidak rata, seolah - olah itu adalah aspal yang terbuat dari baja bewarna merah dan memiliki hawa panas.
Batu - batu disekitar juga tidak beraturan dan terdapat beberapa gunung yang ketinggiannya tidak beraturan.
Gunung - gunung tersebut bewarna merah dan terdapat magma yang bisa meledak keluar kapan saja.
Melihat ke atas langit, bahkan itu diwarnai dengan warna merah.
Tak diragukan lagi suhu angin disini sangat panas, mencapai ketinggian yang mengerikan.
Hanya dengan suhu seperti ini, apalagi kultivator Origin Realm, bahkan setingkan Nescent Soul pun tidak bisa bertahan dalam waktu lebih dari beberapa menit.
Wajah Yun Tian penuh keringat, sedikit menghembuskan nafas, energi Qi Spirtual Es yang tampak dingin keluar dari tubuhnya.
Dalam sekejap suhu di tubuh Yun Tian telah dinetralkan, bahkan dia merasa cukup nyaman dengan kehangatan yang dia rasakan.
Yun Tian akhirnya beradaptasi dengan suhu di sekitar.
Tiba - tiba suara magma yang meledak seperti gelembung terdengar di sebelahnya, suara itu ditemani oleh geraman ganas.
Memandang ke asal suara itu, Yun Tian melihat satu sosok berbentuk raksasa api yang seluruh tubuhnya terbakar.
“Mahluk macam apa ini...”
Yun Tian dengan cepat melangkah mundur dan menatap raksasa api yang tampak tidak masuk akal itu.
“Itu adalah Iblis Api!” ucap Xia Jingyu memperingatkan.
“Dewi Jingyu? Apa tingkat kekuatan yang dimiliki iblis api besar ini?” tanya Yun Tian dengan cepat.
“Kekuatan yang dimiliki monster itu berada di ranah Nescent Soul! Namun dilingkungan panas seperti ini, visalitas dan kekuatannya meningkat tinggi, kekuatan api yang bisa dikeluarkan olehnya bahkan sebanding dengan Earth Realm!” jawab Xia Jingyu.
Mendengar perkataan Xia Jingyu, mata Yun Tian langsung berubah menjadi serius.
Iblis Api itu mengaum dengan keras saat matanya terkunci pada Yun Tian.
Tiba - tiba iblis api itu membuka mulutnya yang besar dan bola api raksasa muncul terbang ke arahnya.
Yun Tian terkejut sejenak, dengan reaksi tercepatnya, dia langsung menghindar.
__ADS_1
Swosh!
“Extreme Mirage Lightning!”
Boom!
Bola api itu meledak langsung ketempat yang diarahkan, kekuatan api itu tampak sangat besar tidak kalah sanding dengan api yang di keluarkan oleh Feng Luansan sebelumnya.
Yun Tian menghilang dari tempatnya dengan sangat cepat, hanya dalam satu detik dia telah berada di puluhan meter jauhnya dari ledakan tersebut.
‘Walaupun dia memiliki daya serang yang besar, namun gerakan serangannya cukup lambat.' gumam Yun Tian menganalisa.
Setelah ledakan itu mereda, Yun Tian dengan cepat bergegas kembali ke Iblis Api tersebut, dan ia muncul dalam sepersekian detik.
Dibandingkan Iblis Api, ukuran Yun Tian tampak sangat kecil hanya seukuran telapak kaki monster tersebut.
Namun Yun Tian tidak takut, dengan geraman rendah dia maju,
“Gerbang Pertama War God Soul!”
“Heavenly Sorveign Slash!”
Dengan seluruh kekuatan yang dia miliki, Yun Tian mengangkat Heaven Splitting Swordnya lalu menyerang ke arah betisnya.
Boom!
Setelah menyerang, Yun Tian merasakan tangannya gemetar tampak seperti mencoba menghancurkan bel kuno yang sangat kuat.
Melihat kearah betis Iblis Api itu, Yun Tian terkejut sejenak.
Betis Iblis Api yang baru diserang Yun Tian tidak terluka sama sekali, hanya terlihat nyala api hilang sesaat kemudian muncul kembali.
“Tubuh yang sangat tangguh...” gumam Yun Tian sambil mengerutkan keningnya dengan dingin.
Yuk bantuin authornya supaya rajin upload.
Caranya gampang! kalian tinggal like, vote dan rate bintang 5.
Jangan cuma baca doang tapi ga di like sama vote. Nanti authornya bakal nge down dan jadi males up. 👍🏻
__ADS_1
Bagi yang udah Vote dan Like Terimakasih ya... Semoga rejekinya lancar.