
"Hahahaha! rasakan itu pukulanku. Wajah tampanmu pasti akan hanc-" Yun Jiang yang telah memukul wajah Yun Tian langsung mengejeknya tetapi dia langsung berhenti dan terkejut, bahwa yang dia pukul bukan Yun Tian melainkan klon patung es yang di ciptakan oleh Yun Tian dengan elemen es nya.
"Tidak mungkin!"
"E-elemen es?! Kamu kultivator pengguna elemen?!" Teriak Yun Jiang kaget.
"Yun Tian kultivator pengguna elemen?"
"Bukannya kultivator pengguna elemen itu sangat langka? Bahkan di sekte besar pun, jumlah murid pengguna elemen hanya sedikit."
"Keluarga Yun kita melahirkan jenius baru!"
Banyak orang - orang terkejut saat melihat elemen es Yun Tian. Terutama Yun Jiang, ekspresinya saat ini sangat jelek saat melihat Yun Tian adalah kultivator pengguna elemen.
"Huh! Jadi apa? Kultivasimu tetap di bawahku! Tidak peduli apa, kamu hanya akan kalah darik-" Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, sosok berwarna putih langsung berada di hadapannya. Sosok itu adalah Yun Tian dengan rambut peraknya yang berkibar indah.
Swosh!
Pakk!
Suara tamparan keras terdengar. Yun Tian yang baru saja berada di depan Yun Jiang, langsung mengangkat tangannya ke arah wajah Yun Jiang dan menamparnya.
Yun Jiang yang terkena tamparan tersebut, dia langsung terlempar beberapa meter dan mengenai dinding dengar keras.
Boom!
"Ughh!" Yun Jiang memuntahkan seteguk darah dan tampak siluet berwana merah muda berbentuk tangan Yun Tian berbekas di wajahnya.
Yun Tian hanya menamparnya dengan 20% kekuatannya. Jika dia menamparnya dengan kekuatan penuh, sudah di pastikan kepala Yun Jiang akan langsung meledak menjadi genangan darah.
"Sebelumnya kamu pernah bilang, di dunia ini yang kuatlah yang bertahan. Perkataanmu memanglah benar. Jadi karena aku lebih kuat darimu, aku memintamu untuk tidak mendekati wanitaku lagi." Ucap Yun Tian dengan wajah sedingin es.
Xuan Ling yang mendengar itu wajahnya semakin memerah dan dia langsung menundukkan kepalanya.
Banyak kerumunan yang kagum dengan kelakuan Yun Tian, terutama para wanita. Mereka sangat ingin menukar dirinya dengan Xuan Ling. Berbakat dan juga sangat tampan. Bagaimana mungkin wanita tidak akan terpesona karenanya? Ditambah lagi dengan sikap dinginnya. Itu membuat mereka semua ingin menyerahkan diri mereka padanya.
Setelah mengatakan hal tersebut. Yun Tian langsung mengalihkan pandangannya ke arah Xuan Ling yang wajahnya sedang memerah dan memegang kembali tangannya. Lalu dia membawanya dan menghilang dari kerumunan.
__ADS_1
"Yun Tian sangat tampan dan hebat..."
"Jenius nomor 1 keluarga Yun bukan lagi Yun Jiang, tapi Yun Tian!"
"Betul! Yun Jiang tidak ada apa - apanya! Hanya satu kali tamparan dia sudah tumbang..."
Banyak kerumunan kagum dan bersorak padanya dan ada juga yang mengejek Yun Jiang yang terkapar di tanah. Mereka semua sebenarnya sangat membenci Yun Jiang dari dulu karena kesombongannya. Namun tidak ada dari mereka yang berani menyinggungnya di karenakan status dan bakatnya luar biasa.
Dan akhirnya saat melihat dia di tampar oleh Yun Tian dan langsung tumbang. Mereka semua sangat bahagia dan tidak bisa menahan diri lagi untuk mengejeknya.
Yun Jiang yang mendengar perkataan semua orang di sekitarnya sangat marah. Namun dia tidak bisa bergerak dan hanya bisa terkapar di tanah. Jadi dia hanya memendam kemarahannya di hatinya.
"Ini sebab kamu Yun Tian! Aku pasti tidak akan membiarkanmu pergi!" Ucapnya dengan marah.
Tiba - tiba, sosok pria tua yang tampak berusia 70 tahun namun masih gagah, langsung muncul di depannya dan membantunya berdiri.
"Kakek!" teriak Yun Jiang gembira saat melihat pria tua itu.
Pria tua itu adalah kakeknya Yun Jiang. Di keluarga Yun statusnya sangat luar biasa. Dia adalah tetua pertama Keluarga Yun yang statusnya hanya di bawah patriak saja.
"Kakek! Yun Tian yang melakukan ini padaku! Balaskan dendamku Kek! Aku ingin dia tersiksa dan mengambil wanitanya!" teriak Yun Jiang.
Yun Jiang sangat terkejut dengan kelakuan kakeknya. Sejak dulu kakeknya tidak pernah memarahinya dan selalu memanjakannya.
Tetua pertama juga sangat marah dan terkejut sama kelakuan cucunya, dia pikir cucunya selalu baik hati dan tidak sombong terhadap orang lain. Namun saat dia tidak sengaja melihat karakter perilaku cucunya yang seperti itu. Bagaimana dia tidak marah?
Tetua pertama menarik nafasnya lalu menghembuskannya dengan kencang.
"Fiiuuuhhh..."
Lalu dia membawa Yun Jiang pergi sambil berpikir, 'Sepertinya aku harus mendidiknya dengan benar...'
Jika saja kelakuannya tidak di lihat oleh tetua pertama. Di masa depan dia pasti akan lebih sombong dan lebih sering melakukan hal - hal yang jauh lebih kotor.
Para kerumunan terkejut melihat kejadian yang baru saja terjadi tersebut.
"Huh... Bagaimana bisa tetua pertama memiliki cucu yang sangat berbeda dengannya."
__ADS_1
"Kakek yang bijaksana. Sungguh di sayangkan bahwa cucunya tidak mewarisi sifatnya..."
***
Yun Tian mengajak Xuan Ling berjalan - jalan mengelilingi daerah keluarga Yun, termasuk perpustakaan dan juga tempat - tempat yang indah untuk dikunjungi.
Melihat gadis di sampingnya yang sangat antusias. Yun Tian merasa bahagia juga di hatinya.
Dia juga sempat berpikir, 'Bagaimana nanti jika aku sudah lulus turnamen seleksi Sky Sword Sect? Apakah aku harus meninggalkannya?'
'Hmmm... Dengan bakatnya yang setara dengan bakat ungu... mungkin dia bisa mencapai Body Tempering tingkat 9, bulan depan. Namun itu masih belum cukup. Aku juga harus mengajarnya beberapa teknik seni beladiri tingkat dewa, supaya dia bisa dengan mudah menang melawan musuhnya di kompetisi.'
Melihat Yun Tian berhenti dan terlihat linglung, Xuan Ling sangat penasaran dan bertanya padanya, "Ada apa tuan? Mengapa kamu tampak bingung? Sedang memikirkan sesuatu?"
Yun Tian yang mendengar itu, langsung melanjutkan jalannya dan dia tersenyum menjawab, "Tidak apa - apa. Hanya memikirkan masa depan."
Xuan Ling penasaran dengan apa yang di pikirkan Yun Tian, dia melanjutkan bertanya, "Masa depan tentang apa tuan?"
"Tentu saja... Masa depan tentang mu Ling'er..." goda Yun Tian.
Xuan Ling mendengar hal tersebut wajahnya memerah lalu dia mencubit pinggang Yun Tian dan berkata, "Tuan nakal..."
Yun Tian hanya merespon dengan tertawa keras.
Dia mulai memandang langit yang tampak mulai sudah gelap menandakan hari sudah mau malam.
"Sudah mau malam. Ayo kita melihat ikan mas. Jika melihat ikan mas saat malam hari, itu tampak lebih indah dan bersinar." Ucap Yun Tian sambil memandang langit.
Mereka pun langsung menuju kolam untuk melihat ikan mas bersama. Yun Tian hanya biasa aja saat melihat ikan mas, namun Xuan Ling tampak sangat antusias dan senang seperti anak kecil yang di belikan mainan barunya.
"Wah... Tuan! Lihat itu! Yang itu tampak lebih besar dan indah!"
"Hahahaha... Mereka sangat lucu sekali tuan!"
Yun Tian yang melihat gadis itu tampak bahagia. Dia langsung melambaikan tangannya dan banyak salju es turun dari langit di bawah sinar bulan yang membuat suasana tersebut menjadi lebih indah.
...Kalo mau crazy up, like dan vote banyakin......
__ADS_1
...Semakin banyak like dan vote, semakin semangat author buat up nya 👍...
...Jangan lupa rate bintang 5 juga ya......