Pewaris God Of War

Pewaris God Of War
Ch 138 - Kota Huang


__ADS_3

“Dia? Selama satu tahun ini... sudah tidak ada kabar dari pemuda bernama Yun Tian itu... Sejak dia mengikuti uji coba murid luar satu tahun yang lalu masih tidak ada kabar, aku pikir dia sudah mati di Gunung Seribu Mons-” Saat Wakil Patriak Qian Yu ingin mengatakan itu, tiba - tiba kata - katanya langsung dipotong oleh teriakan Xuan Ling!”


“Tidak! Dia pasti belum mati! Aku percaya kepada tuan muda...” Xuan Ling berkata sambil berteriak keras dan menatap Wakil Patriak Qian Yu.


“Tetapi Ling'er... Kamu adalah jenius dengan bakat tingkat Ungu. Bakat itu bahkan tidak pernah dimiliki oleh seseorang dalam sejarah Benua Tian Wu ini... Potensi dari bakat yang kau miliki bahkan lebih hebat dan lebih kuat dari Pangeran Mo Hanzu dan Pangeran Mo Tianyi yang dijuluki sebagai jenius tiada tara itu... Kamu ditakdirkan untuk melampaui pria apapun! Jadi tolonglah, lupakan soal pria bernama Yun Tian itu....” Patriak Qian Yu sekali berkata sambil menatap ke arah Xuan Ling dengan lembut.


“Cukup!” Xuan Ling menjerit saat dia menatapnya dengan penuh amarah.


“Guru Qian! Kata - katamu terlalu menyinggungku dan juga tuan muda! Walaupun kau adalah Guru yang mengajariku dalam satu tahun ini... Kau tetap tidak boleh berkata buruk tentang tuan muda sedikitpun!” Xuan Ling berkata saat dia menatap ke arah Wakil Patriak Qian Yu dengan penuh amarah.


Melihat ekspresi Xuan Ling yang penuh emosi, Wakil Patriak Qian Yu sedikit menghela nafasnya dan dia juga merasa bahwa kata - kaya yang dikeluarkan darinya ini terlalu berlebihan.


Xuan Ling menghembuskan nafasnya juga dengan lembut saat dia berusaha untuk menenangkan dirinya.


“Belum lama ini... Terdapat kabar bahwa seorang pemuda dengan nama Yun Tian menghancurkan Hidden White Sect di tangannya. Walaupun deskripsi yang dijelaskan oleh surat kabar tampak kejam tidak seperti tuan muda... Tetapi aku memiliki firasat bahwa Yun Tian yang dimaksudkan ini pasti adalah Yun Tian yang sama dengan tuanmudaku.” Xuan Ling berkata saat matanya melihat kelangit dengan penuh harap.


”Tidak mungkin itu dia... Yun Tian yang dikabarkan dari surat kabar itu memiliki kekuatan yang bisa menghancurkan Hidden White Sect salah satu Sekte Kelas Tiga yang jelas - jelas perlu kekuatan tempur sekuat Earth Realm tingkat sembilan untuk menghancurkannya.” Wakil Patriak Qian Yu menatap ke arah Xuan Ling dengan tatapan tidak percaya dan dia segera berkata lagi, “Sedangkan Yun Tian dari Sky Sword Sect kita kudengar... Dia hanya berada di ranah Origin Realm. Mustahil untuk menerobos dua ranah sekaligus dalam waktu rentang satu tahun. Bahkan kau sendiri yang memiliki bakat ungu pun dalam rentang satu tahun ini tidak secepat itu.”


Apa yang dikatakan Wakil Patriak Qian Yu memang masuk akal, Xuan Ling sendiri yang memiliki bakat ungu hanya berkembang dari ranah Origin Realm tingkat satu ke ranah Nescent Soul tingkat empat.

__ADS_1


Jadi mustahil baginya memikirkan bahwa pemuda bernama Yun Tian yang sebelumnya berada di ranah Origin Realm tingkat empat telah menerobos ke ranah Earth Realm dengan kecepatan itu.


Walaupun yang dia katakan itu masuk akal tetapi dia sendiri tidak tahu bahwa Yun Tian itu selalu menantang akal sehat!


Xuan Ling menatap balik ke arah Wakil Patriak Qian Yu sebelum dia tersenyum lembut dan berkata, “Tidak ada yang mustahil bagi dirinya...


***


Sudah sehari penuh sejak Yun Tian meninggalkan Kota Bulan Biru dan menuju Kota Huang.


Saat ini dia sedang berada di ketinggian beberapa ribu meter di atas langit dan menatap ke bawah.


Sekarang dia sudah sampai di daerah belasan kota kecil, daerah ini adalah tempat asal Yun Tian berada dan juga tempat pertama yang Yun Tian tinggali selama lima belas tahun.


Saat Yun Tian mendaratkan Burung Argentavisnya di Kota Huang ini, dia segera melihat segerombolan orang sedang bertarung dan mengejar seorang pria dengan tubuh yang ditutupi oleh jubah hitam.


Melihat ke arah segerombolan orang dibelakangnya, Yun Tian memandang mereka dengan bingung, “Segerombolan orang itu adalah pasukan dari Kota Mohey, apa yang mereka lakukan di Kota Huang ini? Dan juga siapa orang berjubah hitam itu?”


Yun Tian mengalihkan pandangannya ke arah warga sekitar yang tampaknya yang juga dengan sama menontonnya.

__ADS_1


“Oh itu adalah pria berjubah hitam lagi!”


“Dia adalah malaikat pencabut nyawa bagi pasukan dari Kota Mohey, apakah dia sekarang sudah membunuh banyak orang lagi?”


Beberapa warga di sekitar memandang ke arah Pria Berjubah Hitam tersebut dengan tatapan rasa ingin tahu yang jelas.


Melihat warga sekitar yang tampaknya tahu dengan situasi saat ini, Yun Tian segera menghampiri pria paruh baya di sampingnya dan berkata, “Pak, apakah kau tahu situasi di Kota Huang ini sekarang? Mengapa ada pasukan dari Kota Mohey disana?”


Pria Paruh Baya itu mengalihkan pandangan ke arah Yun Tian, saat matanya terpaku kepada Yun Tian dia merasa sedikit terkejut. Karena paras dan penampilan Yun Tian bisa dibilang cukup mewah dan apalagi wajahnya yang bisa dibilang sangat tampan.


Bagi orang biasa seperti Pria Paruh Baya tersebut, dia menganggap Yun Tian sebagai pemuda atau tuan muda asing dari Keluarga besar atau mungkin Sekte - sekte besar lainnya.


Segera dia berkata dengan nada hormat dan tidak berani menyinggung, “Oh oke, saya akan memulai dari awal cerita dulu... Jadi setahun yang lalu saat kabar putra Leng Juan meninggal dan mencapai ke telinga ayahnya Tuan Kota Mohey yang bernama Leng Nanfeng, semua orang di Kota Mohey langsung menjadi gempar.”


“Tuan Kota Leng Nanfeng terus mencari siapa yang berani membunuh putranya Leng Juan saat akhirnya dia mengetahui dari mulut Leng Nuan putra pertamanya, bahwa pemuda bernama Yun Tian dari Keluarga Yun di Kota Huang Kamilah yang membunuhnya.” ucap Pria Paruh Baya itu dengan suara rendah saat dia menjelaskan, berusaha untuk mengecilkan suaranya agar pasukan Kota Mohey tidak mendengarnya.


“Tetapi karena Yun Tian adalah murid dari Sky Sword Sect, Leng Nanfeng tidak terlalu berani untuk menyinggungnya secara langsung dan hanya bisa menyimpan dendam itu di dalam hatinya. Lalu tidak lama setelah itu kabar kematian dan menghilangnya Yun Tian tersebar ke seluruh daerah belasan kota kecil ini...” Saat Pria Paruh Baya itu mengatakan hal tersebut, kilatan dingin melintas di mata Yun Tian.


Aku mati?

__ADS_1


Jadi semua orang menganggap bahwa aku sudah mati...


Yun Tian sedikit berpikir saat ekspresinya berubah menjadi serius dan dia terus mendengarkan penjelasan dari Pria Paruh Baya di depannya ini.


__ADS_2