Pewaris God Of War

Pewaris God Of War
Ch 66 - Keunggulan Elemen Es


__ADS_3

Kultivator berbasis elemen adalah hal yang langka, hanya satu dari sepuluh ribu orang yang memilikinya.


Kebanyakan kultivator berbasis elemen, memiliki elemen tanah atau bumi.


Elemen es sangat jarang terlihat, bahkan sepertinya di Benua Tian Wu tidak ada orang sama sekali yang memiliki elemen es seperti Yun Tian.


“Hmph! Lalu apa jika kamu memiliki elemen es? Kultivasimu jelas jauh dibawah kami!” ucap Fang Ziwan dengan pandangan meremehkan.


Yun Tian tidak menjawab, dia hanya tersenyum dengan dingin, memandang ke arah mereka berempat.


Boom!


Sambil menghentakkan kakinya, Yun Tian melambaikan tangan di udara, dan segumpalan es berbentuk duri tajam, tiba - tiba muncul di udara.


Jumlah es berbentuk duri tajam itu terkisar puluhan hingga ratusan, melihat ini Gu Feng terlihat semakin waspada dan serius.


Swosh!


Yun Tian melambaikan tangannya ke arah mereka berempat, dan kumpulan es berbentuk duri tajam itu langsung maju menuju ke arah Gu Feng dan yang lainnya.


“Sialan! Menghindar!” teriak Wu Taiyan dengan panik.


Segera mereka berempat melompat untuk menghindari serangan tersebut.


Melihat mereka berhasil menghindar, Hu Xiaoyun dengan arogan berkata kepada Yun Tian, “Hahaha... Yun Tian! Trik kecilmu ini tidak berguna bagi kami!”


Yun Tian hanya dengan acuh tak acuh berkata, “Apakah begitu?”


“Hm?”


Melihat reaksi tenang Yun Tian, keempatnya segera menjadi bingung, mereka melihat kebelakang dan segera terkejut.


Ternyata kumpulan es berbentuk duri tersebut, tidak berhenti setelah dihindar, melainkan benda tersebut terus mengikuti mereka.


“Sial!” teriak Hu Xiaoyun dengan panik.


Swosh!


Mereka berempat sekali lagi melompat menghindari serangan es duri tersebut.


Namun, kemanapun mereka pergi, es duri itu tetap mengikuti arah mereka.


Melihat hal ini, Gu Feng berkata, “Kita tidak boleh membuang energi kita untuk menghindar! Es ini akan terus mengikuti kita kemanapun, jadi kita tidak punya pilihan lain selain menyerang balik!”


Mendengar perkataan Gu Feng, Ketiganya langsung mengganguk.


Mereka berhenti dan menatap sekelompok es berbentuk duri panjang yang sangat lancip dan tajam terbang ke arah mereka.


Segera, mereka berempat langung mengeluarkan teknik skill beladiri tingkat Mendalam mereka masing - masing.


“Hya..! Aku tidak peduli seberapa banyak duri es yang datang, aku akan menghancurkan!” teriak Fang Ziwan sambil melangkah maju.


Melihat Fang Ziwan maju seorang diri, Yun Tian menatapnya dengan tatapan mencibir.


“Hmph! Dasar bodoh!”

__ADS_1


Dengan lambaian tangannya, sekelompok duri es tersebut berkumpul menjadi satu dan bergerak menuju ke arah Fang Ziwan.


Swosh!


Melihat ke kumpulan duri es yang datang, Fang Ziwan sedikit panik, namun dia tetap memaksakan diri untuk maju.


“Hyaa!! Rasakan pukulan tinju bertubi - tubi ini!” teriak Fang Ziwan.


Boom! Ding! Boom! Ding!


Dengan tangannya, Fang Ziwan menghancurkan sebagian duri - duri es yang datang kepadanya.


“Hm? Coba aku lihat, selama apa kau akan bertahan?” ucap Yun Tian dengan dingin.


Dalam sekejap, muncul duri - duri es yang baru di depan Fang Ziwan.


Duri - duri es tersebut dengan cepat bergegas ke arahnya menyerangnya dalam segala arah.


“Ha! Ha! Ha! Ha! Ha! Ha!” teriak Fang Ziwan sambil meninju duri - duri es tersebut.


Sambil menunggu Fang Ziwan selesai, Yun Tian melihat ke arah Gu Feng, Wu Taiyan, dan Hu Xiaoyun, yang juga dengan sibuk menghancurkan duri - duri es di sekeliling mereka.


Dalam beberapa detik, semua es duri disekitar mereka berempat langsung hancur dan tidak ada lagi yang tersisa.


“Huh... Huh... Yun Tian? Apakah hanya segini saja?” ucap Hu Xiaoyun dengan arogan.


Walaupun wajahnya arogan, Yun Tian bisa melihat ekspresi lelah dan paniknya di matanya.


Sama seperti Hu Xiaoyun, kondisi Fang Ziwan dan Wu Taiyan sama buruknya.


Hanya Gu Feng, yang sepertinya tidak terlalu menggunakan banyak energi.


Tidak memberi kesempatan untuk berisikan, Yun Tian segera maju ke arah mereka bereempat dengan kecepatan yang sangat cepat.


Swosh!


Dalam sekejap, sosok Yun Tian telah berada di depan Wu Taiyan yang terlihat paling terluka di antara keempatnya.


“Mati!”


Yun Tian mengangkat pedangnya ke arah Wu Taiyan.


“Sialan!” Wu Taiyan melompat mundur, namun dia masih terkena serangan pedang Yun Tian.


Ding!


Boom!


“Argh!”


Wu Taiyan melihat ke arah salah satu lengannya, dan dia tiba - tiba berteriak histeris, “Le- lenganku... Lenganku hilang!”


Sambil berguling - guling di tanah, Wu Taiyan berteriak kesakitan, ia terus - menerus memegang salah satu lengannya yang telah di potong oleh pedang Yun Tian.


Yun Tian dengan dingin memandang ke arahnya, dan dia maju mendekat ke tempat Wu Taiyan berbaring

__ADS_1


“To- tolong....! Bantu aku cepat!” teriak Wu Taiyan kepada Hu Xiaoyun, Gu Feng, dan Fang Ziwan.


Melihat ke arah Yun Tian yang telah mendekat, Wu Taiyan merasa, bahwa dia melihat malaikat pencabut nyawa di depannya.


“Cepat! Bantu aku...! Siapa saja tolong bantu aku!”


Hu Xiaoyun dan Fang Ziwan ingin maju untuk menyelamatkan Wu Taiyan.


“Ah... Maafkan aku! Aku tidak ingin mat-”


Namun sebelum mereka mendekat, pedang Yun Tian telah menancap tepat di tengah jantung Wu Taiyan.


Perlahan Wu Taiyan menutup matanya, dan mati dengan ekspresi histeris dan keengganan.


Swing!


Yun Tian dengan acuh tak acuh menarik pedangnya kembali dari tubuh Wu Taiyan.


Menoleh menatap ketiga yang tersisa, Yun Tian tersenyum dingin.


“Sword Drawing Ice Art!”


Heavenly Spliting Sword bersinar bewarna biru terang, dengan sekuat tenaga, Yun Tian mengayunkan pedangnya ke arah Hu Xiaoyun dan Fang Ziwan.


Swing! Swing!


Dalam sekejap ratusan bilah biru bewarna es muncul di dari pedang Yun Tian, dan meluncur maju ke arah mereka berdua.


“Sialan! Teknik apa lagi ini?!” ucap Fang Ziwan dengan panik.


Hu Xiaoyun juga sama paniknya, melihat tebasan bilah diselimuti energi es bewarna biru, dia dengan panik mengangakat senjatanya dan mencoba untuk menahan serangan ini.


Tebasan ini sangat cepat, dan kecepatan ini bukanlah hal yang bisa dihindari oleh mereka, jadi mereka tidak punya pilihan lain selain menahannya.


Ding! Ding!


Boom! Boom!


Dengan kecepatan yang sangat cepat, ratusan bilah tersebut mengenai mereka berdua secara bertubi - tubi.


Walaupun Hu Xiaoyun dan Fang Ziwan telah menahannya secara bersamaan, namun tetap saja, serangan ini terlalu banyak dan sangat cepat.


Dalam waktu singkat, Qi mereka melemah, dan pertahanannya nya juga sama lemahnya.


Swosh! Swing!


“Argh!” salah satu bilah serangan tersebut, mengenai bahu Hu Xiaoyun.


Hu Xiaoyun tidak tahan lagi, sambil menahan serangan yang terus menerus mendatang dengan sekuat tenaga, dia berteriak ke arah Gu Feng.


“Gu Feng! Bantu kami! Jika kamu berhasil menyelematkan kami, aku akan membayarmu dengan seluruh poin yang kudapatkan!”


Yuk bantuin authornya supaya rajin upload.


Caranya gampang! kalian tinggal like, vote dan rate bintang 5.

__ADS_1


Jangan cuma baca doang tapi ga di like sama vote. Nanti authornya bakal nge down dan jadi males up. 👍🏻


Bagi yang udah Vote dan Like Terimakasih ya... Semoga rejekinya lancar.


__ADS_2