
“Teknik skill yang kuat lagi?!”
Bahkan Gong Muzi dan Huan Ziling dibuat terkejut oleh itu.
Para peserta - peserta lain dan para penonton di tribun semua sangat terkejut kecuali Yun Tian.
Tatapan Yun Tian tetap tenang, ia sudah tahu bahwa Xuan Ling pasti akan menang dengan lawan Origin Realm tingkat 1, kecuali jika itu Origin Realm tingkat 2 dan di atasnya.
Untungnya keberuntungan Xuan Ling tidak buruk, jika lawannya adalah orang selevel Yuan Wu, Mo Lanlu, dan Leng Juan. Sudah di pastikan dia akan kalah.
<----------->
Kembali ke duel arena.
Kondisi Kang Jie saat ini terlihat penuh luka, banyak lecet di tubuhnya, dan darah mengalir dari mulutnya.
Di sisi lain Xuan Ling baru lolos dari 'Net Palm', terlihat tidak terluka sedikitpun, namun tubuhnya di penuhi oleh keringat, dia tampak kelelahan dan staminanya sedikit demi sedikit berkurang.
“Aku telah menggunakan dua teknik skill tingkat dewa dalam satu hari, ini pasti akan banyak menguras staminaku. Aku harus cepat mengalahkannya sebelum staminaku habis.” batin Xuan Ling.
Tanpa berkata - kata dia langsung melesat maju ke arah Kang Jie yang masih menyeka darah dari mulutnya.
Swosh!
Dalam sekejap Xuan Ling sudah berada tepat di depan Kang Jie, Xuan Ling mengangkat pedangnya lalu menyambarnya ke tubuh Kang Jie.
Ding!
Ding!
Mereka berdua saling beradu pedang, namun terlihat Kang Jie dalam posisi yang tidak menguntungkan.
Walaupun Cultivasi Xuan Ling berada 1 tingkat di bawahnya, tetapi kemampuan berpedangnya jauh melampaui Kang Jie.
“Sial, wanita ini! Mengapa teknik berpedangnya sungguh hebat.” geram Kang Jie sambil menahan serangan Xuan Ling.
“Tidak, aku tidak bisa terus seperti ini, aku harus menyerang dan mengabaikan serangan - serangannya!”
Lalu Kang Jie secara terbuka menyerang Xuan Ling, dia mengabaikan serangan pedang Xuan Ling yang terus menerus menghampirinya.
“Rasakan ini!”
Boom!
Xuan Ling tersenyum tipis, dia melompat mundur dan memandang Kang Jie yang tampak penuh luka.
“Kesempatan!”
Melihat keadaan Kang Jie, Xuan Ling langsung mengangkat pedangnya ke atas, lalu dia mengayunkannya dengan kuat dan kencang.
“Green Lotus Slash!”
Swing!
Siluet bilah sabit, berwarna hijau langsung menerjang dan melintas dengan cepat ke arah Kang Jie.
Boom!
Kang Jie belum sempat menghindar, tubuhnya mengenai serangan tersebut, dan dia terlempar lalu tumbang dan pingsan terkapar di tanah.
Para penonton langsung terdiam, mereka semua berspekulasi bahwa Kang Jie akan menang, namun yang terjadi malah sebaliknya, adegan ini tidak sesuai dengan harapan mereka membuat mereka terkejut hingga tidak bisa lagi bersuara.
“Pemenang pertandingan ini adalah Xuan Ling! Dia telah menduduki posisi 5 besar dan berhasil memasuki Sky Sword Sect!”
Para penonton yang terdiam langsung bernafas tinggi, mereka langsung bersorak dan berteriak secata bersamaan.
“Xuan Ling!”
“Xuan Ling!”
“Xuan Ling!”
__ADS_1
Xuan Ling tersenyum puas, wajahnya tampak pucat kelelahan seperti dia akan pingsan kapan saja, dengan susah payah dia berjalan perlahan kembali ke area peserta.
Tetapi sebelum sampai ke area peserta pandangannya mulai buram, dia perlahan jatuh dan pingsan tak sadarkan diri, namun sebelum dia terjatuh ke tanah, sebuah tangan dengan cepat membantunya.
Tangan itu adalah tangan Yun Tian, Yun Tian yang melihatnya kondisi Xuan Ling langsung bergegas menghampirinya dan membawanya kembali ke area peserta.
Sambil mengelus rambut wanita itu, Yun Tian berkata, “Gadis ini... Hanya demi mengikutiku ke Sky Sword Sect, dia rela bertarung susah payah seperti itu.”
<----------->
Setelah menaruh Xuan Ling kedalam ruang medis, Yun Tian langsung kembali ke area peserta untuk menonton pertandingan selanjutnya.
Pertandingan kini adalah Mo Lanlu VS Yuan Wu.
Yun Tian cukup penasaran, sejauh apa kemampuan Mo Lanlu? Walaupun Mo Lanlu hanya berada di ranah Origin Realm tingkat 1, kemampuan bertarungnya setara dengan Origin Realm tingkat 2 dan pasti bisa bersaing dengan Yuan Wu.
Yang membuat Yun Tian sedikit tertarik dengan Mo Lanlu adalah identitas nya yang tidak biasa yaitu ras Demi Human.
Ras Demi Human bermacam - macam, seperti ras Peri, Elf, Giant, dan lain - lain, Yun Tian belum mengetahui Mo Lanlu ras Demi Human kategori apa?
Di duel arena tampak seorang pemuda berpakaian cokelat dengan wajah yang maskulin dan tubuh kekar memandang lawannya dengan serius.
Pemuda itu adalah Mo Lanlu, lawannya sekarang adalah Yuan Wu yang telah berada di ranah Origin Realm tingkat 2.
Yuan Wu juga memandang Mo Lanlu dengan penuh kebencian.
“Mo Lanlu! Aku pasti akan membalaskan dendam atas adikku yang terluka!” teriak Yuan Wu.
Dengan wajah datar Mo Lanlu membalas, “Mari lihat, apakah kau bisa membalaskan dendam terhadap adikmu itu... Padahal aku hanya melukainya sedikit.”
“Hmph! Aku pasti akan mengalahkanmu dengan 10 langkah!” ucap Yuan Wu.
“Sombong sekali! Mari aku lihat, berapa langkah kamu bisa berhadapan denganku.” balas Mo Lanlu.
Ding Dong!
Tiba - tiba terdengar suara bel yang menandakan bahwa pertandingan arena telah dimulai.
Swosh!
“Langkah Mikro Ringan!”
Kecepatannya bertambah tiga kali lebih cepat dari sebelumnya. Mikro Ringan adalah salah satu teknik skill tingkat Bumi-rendah.
Mo Lanlu juga mulai melangkah, namun kecepatannya masih dibawah Yuan Wu.
“Tinju Banteng Marah!”
Mo Lanlu melemparkan tinjunya ke arah Yuan Wu, Yuan Wu juga membalasnya dengan pukulan tinjunya, dan keduanya bentrok bersama.
Boom!
Tinju mereka saling menabrak menyebabkan gelombang kejut, mereka berdua saling terlempar mundur.
Mo Lanlu terlempar mundur, namun dia langsung menstabilkan posisinya.
Sama juga dengan Yuan Wu, namun dia tampak sangat terkejut dengan kekuatan Mo Lanlu, itu membuatnya sedikit bergidik.
“Bagaimana bisa kekuatan Origin Realm tingkat 1 sekuat itu?!”
Mo Lanlu melompat menggunakan energi, dan berputar - putar di udara dan dia menyerang ke arah Yuan Wu sekali lagi menggunakan tinjunya.
“Tinju Banteng Marah!”
Mata Yuan Wu cukup bereaksi dan dia melesat dengan cepat menghindari serangan tersebut.
Boom!
Swosh!
Mo Lanlu tidak diam saja, dia terus menyerang Yuan Wu dengan tinjunya.
__ADS_1
“Tinju Banteng Marah!”
“Tinju Banteng Marah!”
“Tinju Banteng Marah!”
Yun Tian yang menonton pertarungan tersebut langsung terkejut menatap serangan Mo Lanlu.
“Mengapa serangannya meningkat menjadi semakin kuat?” ucapnya terkejut.
“Hm, aku mengerti, tinju yang dia lancarkan... Aura Qi yang dia keluarkan... Dia adalah ras Demi Human tipe Banteng!” ucap Xia Jingyu di pikirannya.
“Apa? Banteng? Mengapa dia tidak bertanduk?” tanya Yun Tian bingung.
“Itu wajar, karena kultivasinya saat ini masih terlalu rendah, jika dia berhasil menerobos ke ranah Martial King, tanduk pasti akan mulai tumbuh di kepalanya.” ucap Xia Jingyu menjelaskan.
Yun Tian mendengar itu mengangguk paham, matanya langsung kembali ke duel arena.
<-------->
Kembali ke duel arena.
Mo Lanlu dan Yuan Wu saat ini bertarung dengan sengit.
Mo Lanlu terus menerus menyerang Yuan Wu dengan pukulannya, disisi lain Yuan Wu terus menerus menghindarinya, namun dia bingung semakin kesini, mengapa serangan Mo Lanlu tampak semakin kuat dan cepat?
Akhirnya dia tidak bisa terus menghindar, dia terkena satu serangan tinju Mo Lanlu yang membuatnya mundur beberapa langkah dah hampir memuntahkan seteguk darah.
“Serangan orang itu kuat sekali!”
Yuan Wu dengan cepat dia mengambil pedang di pinggangnya dan berlari ke arah Mo Lanlu menggunakan Langkah Mikro Ringan.
Posisinya dengan cepat berada di depan Mo Lanlu, Yuan Wu langsung mengangkat pedangnya dan menyerang Mo Lanlu dengan kuat.
Alih - alih mundur, Mo Lanlu memilih menyerang balik, dia mengambil pedang besar di punggungnya, lalu dengan cepat membalas serangan Yuan Wu.
Ding!
Boom!
Dua pedang saling bentrokan, karena pedang Mo Lanlu tampak lebih berat dan besar, Yuan Wu langsung terlempar kebelakang, namun dia mendarat dengan stabil.
Yuan Wu menyeka darah yang hampir keluar dari mulutnya.
“Padahal pedangnya sangat berat dan besar, mengapa dia bisa membalas serangan ku secepat itu?!” ucap Yuan Wu terkejut.
Pandangan Yuan Wu langsung fokus kembali ke arah Mo Lanlu, namun saat ia melihat ke arah Mo Lanlu dia terkejut.
“Dimana dia? Mengapa dia menghilang?”
Tiba - tiba sebuah pukulan tampak menghampirinya dari belakang, Yuan Wu tidak bisa menghindari serangan sedekat itu, dan dia terlempar keluar arena dengan mulut memuntahkan banyak darah.
Boom!
“Argh!”
Pukulan itu adalah pukulan dari Mo Lanlu, dia berkata, “Saat bertarung, jangan terlalu banyak berpikir.”
Yuan Wu yang telah keluar arena tampak sangat terkejut.
“Ba-bagaimana bisa?!”
“A-aku... telah... kalah...?” ucap Yuan Wu, dan pandangannya menjadi buram, lalu dia pingsan dan terkapar di tanah.
Yuk bantuin authornya supaya rajin upload.
Caranya gampang! kalian tinggal like, vote dan rate bintang 5.
Jangan cuma baca doang tapi ga di like sama vote. Nanti authornya bakal nge down dan jadi males up. 👍🏻
Bagi yang udah Vote dan Like Terimakasih ya... Semoga rejekinya lancar.
__ADS_1