Pewaris God Of War

Pewaris God Of War
Ch 85 - Panah Phoenix!


__ADS_3

Melihat mayat Iblis Api yang segera berubah menjadi abu, Yun Tian mengangkat pedang Heaven Splitting Sword nya dan menarik nafas panjang,


“Sukses...!”


Beberapa detik setelahnya, tiba - tiba pandangan Yun Tian terdistrosi kembali.


Dunia di sekitar tampak tergeser, dan akhirnya ketika semuanya stabil, tanah bewarna merah, gunung berapi, serta kolam lava telah hilang seperti ilusi.


Semuanya hilang, digantikan oleh hamparan ketiadaan, dunia sekarang yang Yun Tian lihat adalah padang belantara yang sangat datar.


“Tahap ke dua ujian, Panah Phoenix.” terdengar suara Roh Phoenix yang mengisi kepala Yun Tian.


Ujian pertama dari Altar Phoenix ini memang sangat mengerikan, jika Yun Tian tidak mengetahui kelemahan Iblis Api tersebut.


Dia pasti akan mati, kehabisan stamina dan energi.


Untuk ujian kedua ini, Yun Tian menjadi semakin waspada, sudah pasti bahwa ujian kedua yang bernama panah Phoenix ini lebih sulit dari ujian pertama.


Padang dataran yang tanpa ujung, terlihat sangat tandus tanpa satupun rumput, bersamaan dengan angin dengan suhu panas, yang membuat orang merasa kesepian serta sengsara di waktu yang sama.


Siuuuuuuuu!


Screeee!


Tiba - tiba teriakan burung Phoenix yang sangat nyaring tapi juga jernih datang dari langit.


Ditemani oleh teriakan tersebut, langit yang semua gelap tiba - tiba menjadi merah menyala, seolah - olah matahari jatuh mendarat.


Yun Tian mendongak ke atas dan ekspresi langsung terkejut melihat langit bewarna merah tua yang ditutupi oleh titik merah yang tak terhitung jumlahnya seperti bintang.


Setelah itu, suara Phoenix bergema lagi dan lagi, titik merah itu membesar mendekat dan dengan cepat jatuh seperti meteor.


Akhirnya setelah jarak yang cukup jelas, Yun Tian melihat penampilan titik merah itu adalah siluet seekor burung Phoenix.


Itu tampak seperti tubuh yang ditutupi api merah, seekor burung Phoenix yang berukuran kecil dengan panjang sekitar empat meter.


Burung Phoenix itu mendekat turun dengan kecepatan yang sangat cepat, seolah - olah itu adalah panah yang lebih cepat dari kecepatan suara.


Boof!


Burung Phoenix itu segera mendarat di atas Yun Tian, dan langsung meledak menciptakan bola api yang cukup besar.


Swosh!


Yun Tian hampir tidak bisa bereaksi, menggunakan kecepatan tercepatnya dia menghindar dari serangan itu.


Namun kecepatan Burung Phoenix tidak kalah cepat dengan Yun Tian, akhirnya tubuh Yun Tian sedikit terbentur dan kekuatan peledak langsung melempar Yun Tian sehingga darah tubuhnya terangkat.


“Uhuk!” batuknya.


Screeee!

__ADS_1


Tangisan Burung Phoenix bergema kembali, segera siluet Phoenix lainnya terjun dari langit tampak seperti panah yang menyala.


Yun Tian tidak ceroboh lagi, dia dengan cepat menghindar dan mengelak.


“Extreme Mirage Lightning!”


Boom!


Burung Phoenix itu jatuh kembali lalu meledak, menyebabkan tanah retak menjadi lubang besar yang lebar.


Yun Tian sedikit kehilangan keseimbangannya akibat getaran tersebut.


Belum sempat menyeimbangkan kembali tubuhnya, tiba - tiba tangisan burung Phoenix bergema lagi dari atas langit.


Tapi kali ini suara burung Phoenix bergema tiga kali berturut-turut.


Memandang ke atas langit, Yun Tian melihat tiga siluet burung Phoenix dengan cepat melesat dari tiga arah yang berbeda, namun tujuan burung Phoenix itu tepat berada di area yang Yun Tian tempati.


Tubuh Yun Tian segera mengeluarkan potensi penuhnya, menyalakan teknik War God Soul nya kembali, dia dengan cepat menghindar menggunakan Extreme Mirage Lightning.


Swosh!


Boom!


Tubuh Yun Tian sedikit berbalik akibat ledakan burung Phoenix pertama.


Dengan cepat dia bergerak bersiap menghadapi burung Phoenix yang kedua.


Ribuan panah melesat, membentuk formasi persegi dan dengan cepat bergerak menuju burung Phoenix itu, berusaha untuk menghentikannya.


Boom!


Boom!


Yun Tian tidak diam saja, dia segera menari dengan pedangnya, dan segera elemen es yang kuat keluar dari tubuhnya berusaha memadamkan burung Phoenix yang ketiga.


“Frozen Snow Dance!”


Setelah beberapa detik, ketiga burung Phoenix itu telah Yun Tian tangani.


“Hah... Hah....”


Yun Tian terengah - engah setelah mengeluarkan banyak Energi Spirtual dalam tubuhnya untuk melancarkan serangan tersebut.


Namun itu masih belum selesai, tiba - tiba terdapat siluet burung Phoenix datang kembali dari langit.


Menghitungnya jumlahnya, itu ternyata berjumlah tujuh burung Phoenix yang terjatuh ke arahnya pada saat bersamaan.


“Sialan! Ini tidak ada habisnya!"


Alis Yun Tian mengerut, dan dia mengutuk kesal dalam hati.

__ADS_1


Salah satu burung Phoenix itu dengan cepat melesat ke arahnya.


Sambil terengah - engah, Yun Tian ingin buru buru menghindar.


“Extreme Mir-”


Belum sempat menghindar, burung Phoenix itu telah berada tepat di atas kepalanya, segera burung Phoenix itu mendarat di tubuhnya dan meledak.


Boom!


“Argh!” teriaknya.


Tubuh Yun Tian langsung terbakar oleh serangan api Phoenix itu.


***


Sudah beberapa jam setelah Yun Tian memasuki Altar Phoenix.


Gadis kecil Feng Lin'er awalnya memiliki wajah yang ceria, namun setelah menunggu lama tetapi Yun Tian masih belum keluar.


Ekspresi wajahnya berubah menjadi cemas dan khawatir, dia tidak bisa lagi berdiri diam dan menunggu dengan tenang.


“Mengapa Kakak Yun Tian begitu lama? Apakah sesuatu yang berbahaya terjadi di dalam sana?” ucapnya dengan nada panik dan khawatir.


Gadis kecil itu terus berjalan bulak - balik, memikirkan keselamatan Yun Tian.


“Apa yang harus kulakukan...?”


Walaupun usia gadis itu masih tergolong anak - anak, tetapi kecerdasan tidak jauh berbeda dengan orang dewasa.


Dia tahu, bahwa kakak Yun Tian dan saudara laki - lakinya sedang dalam situasi yang buruk.


Dia ingin membantu, tetapi juga tidak ingin menjadi beban, dia tidak punya pilihan lain selain menghibur dirinya sendiri.


“Saudara laki - laki sedang sibuk menangani orang - orang jahat itu, jadi aku tidak bisa meminta bantuannya untuk mengetahui situasi kakak Yun Tian.” gumam gadis itu cemberut.


Sambil memikirkan sesuatu, akhirnya mata Feng Lin'er menjadi cerah setelah mengingat kata - kata yang Yun Tian katakan sebelum dia masuk ke dalam Altar Phoenix.


“Tidak - tidak!”


“Kakak Yun Tian berkata, bahwa aku harus menunggu disini dan percaya padanya! Jika aku mencoba menyelamatkannya, mungkin itu hanya akan mengganggunya dan merusak harga diri kakak Yun Tian...”


“Sebaiknya aku tetap menunggu disini, tidak peduli seberapa lama itu, satu hari.... satu Minggu...., bahkan satu bulan pun! Aku akan tetap menunggu dia keluar!” teriak gadis kecil itu penuh semangat sambil menggenggam kedua tangannya ke atas.


Yuk bantuin authornya supaya rajin upload.


Caranya gampang! kalian tinggal like, vote dan rate bintang 5.


Jangan cuma baca doang tapi ga di like sama vote. Nanti authornya bakal nge down dan jadi males up. 👍🏻


Bagi yang udah Vote dan Like Terimakasih ya... Semoga rejekinya lancar.

__ADS_1


__ADS_2