
Tanpa basa - basi lagi, Yun Tian segera melintas menuju ke arah Binatang Iblis yang menyerang wanita itu.
Sambil mengangkat lengan kanannya, Yun Tian dengan santai mengayunkannya dan menyalurkan segenap energi Qi Spirtual untuk menyerang kumpulan Binatang Iblis tersebut.
Boom!
Segera dalam satu tamparan, salah satu binatang iblis itu di tampar olehnya hingga terpental jauh dan mati.
Semua Binatang Iblis terkejut sejenak, termasuk wanita yang dikejar. Mereka semua berhenti menatap Yun Tian.
Melihat salah satu kawanan mereka di pukul dan mati dengan mudah, kumpulan Binatang Iblis itu tidak ada yang berani maju bergerak.
Yun Tian menatap seluruh Binatang Iblis dengan tajam setajam elang.
Ditatap oleh Yun Tian dengan dingin, Binatang Iblis itu akhirnya merasa takut, dan mereka melarikan diri kedalam bukit, mencoba menjauh dari Yun Tian.
Saat melihat segerombolan Binatang Iblis yang kuat, tampak takut dan lari seperti tikus kecil. Wanita yang sebelumnya minta tolong tampak sangat tercengang.
Dia segera berlari menuju Yun Tian, dan berhenti tepat beberapa langkah di depannya. Sambil menundukkan kepalanya dia berkata, “Terimakasih, telah menyelamatkanku. Dermawan ini... Bolehkah aku bertanya siapa namam-”
Sebelum dia selesai berbicara, tiba - tiba kata - katanya tersangkut ketengorokan saat dia melihat wujud paras Yun Tian dari dekat.
Apa yang dia lihat adalah pemuda yang tampak sedikit lebih tua darinya, mungkin sekitar tujuh belas hingga delapan belas tahun?
Pemuda itu memiliki rambut perak cerah yang tertiup angin kebelakang. Wajah pemuda itu tampak lembut dan sangat tampan tetapi juga membawa rasa maskulin yang menggoda.
Ekspresi Yun Tian yang dingin membuat pesonanya semakin bertambah.
Ditatap oleh Yun Tian secara langsung, serumbat kemerahan muncul di kedua pipi wajah wanita tersebut. Tidak bisa menahan rasa malu lebih lanjut, akhirnya dia memalingkan pandangannya kebawah dan berkata “Y- ya... Dermawan ini... Bolehkan aku tahu siapa namamu?”
“Yun Tian.” Jawab Yun Tian secara singkat, ekspresinya seperti biasa acuh tak acuh.
__ADS_1
“O- oh....! Jadi Yun Tian ya, nama yang bagus!” Gadis itu berkata kembali sambil sedikit demi sedikit melirik ke arah wajah Yun Tian dan dia lanjut berkata, “Namaku Lan Ruo, terimakasih dermawan telah menyelamatkanku! Boleh kah aku...”
Sebelum dia selesai bicara lagi, dia segera melirik lawan bicaranya yang sudah belasan meter jauhnya pergi menuju kota tanpa melihat kebelakang.
“Eh..? Tunggu Dermawan Yun! Aku belum selesai bicara...” Gadis itu berteriak sambil mengejar Yun Tian kembali.
Yun Tian mengabaikannya dan terus berjalan menuju ke arah kota. Sekarang dia sedang tidak ingin mendekati wanita cantik lain selain Xuan Ling sendiri.
Prinsip yang dia miliki adalah setia terhadap orang yang dia cintai, tidak ada wanita selain Xuan Ling yang layak untuk menjadi istrinya. Kecuali dia sudah benar - benar mencintai wanita lain tersebut dan tidak bisa menolaknya lagi.
Wanita bernama Lan Ruo tampaknya masih tidak menyerah dan terus berlari ke arah Yun Tian.
Saat Lan Ruo sudah mencapai tepat di depan Yun Tian, dia menghalangi pria itu dan berkata dengan nada memohon.
“Dermawan Yun... Bisakah kamu membantuku sebentar?” ucapnya dengan kepala tertunduk.
“Membantu? Apa manfaat yang kudapatkan dari membantumu?” Yun Tian membalasnya dengan acuh tak acuh.
Sejak dari kecil, mungkin jika pria lain yang berada di hadapannya, saat dia meminta bantuan seperti itu, pria tersebut pasti akan menerimanya dengan sigap dan cukup tergoda akan penampilannya. Tetapi pria yang dihadapannya sekarang benar - benar berbeda dari pria - pria sebelumnya.
Dia terlihat seperti tidak peduli dengan penampilannya yang cantik. Pemuda bernama Yun Tian ini juga tampaknya memiliki kultivasi yang cukup tinggi, baru kali ini Lan Ruo merasa dipermalukan oleh laki - laki, dan dia dalam keadaan bingung untuk menjawab.
Menatap wanita yang berdiri diam dengan wajah tertunduk bingung, Yun Tian ingin segera pergi.
Namun sebelum dia pergi tiba - tiba terdengar suara Lan Ruo yang akhirnya berkata kepadanya, “Aku... Aku akan menerima permintaanmu apapun itu!”
Langkah Yun Tian berhenti, mengalihkan pandangannya ke wanita itu. Dia berjalan mendekat dan menatapnya dengan dingin lalu berkata, “Apapun itu?”
Lan Ruo menatap mata dingin Yun Tian dengan gugup, dan menjawab secara terbata - bata, “I- iya apapun itu...”
__ADS_1
’Sialan! Mengapa aku menjawab iya? Bagaimana jika dia menyurukku untuk melakukan hal - hal tidak senonoh untuknya? Walaupun dia pria yang tampan dan memilki kekuatan yang kuat... Dia tampak seperti idaman wanita! Tapi tetap saja... Aku benar - benar tidak bisa menyerahkan diriku kepadanya.’ Pikir Lan Ruo dengan kepala tertunduk menyesal dengan apa yang telah dia katakan.
Saat melihat Yun Tian yang terus mendekat kepadanya dia semakin gugup.
Langkah!
Akhirnya jarak diantara mereka hanya sekitar beberapa jengkal, Lan Ruo dengan gugup terus menundukkan kepalanya kebawah. Sedikit suara Isak tangis keluar dari mulutnya saat dia berkata, “Ku- kumohon... Lakukanlah pelan - pelan...”
Yun Tian menatapnya dengan bingung saat dia mendengar perkataan dari Lan Ruo. Sebelum akhirnya dia menyadari apa yang wanita itu katakan, Yun Tian dengan sedikit geram menjawab, ”Hey wanita bodoh, apa yang kau lakukan?”
“Hm?”
Lan Ruo menatap Yun Tian dengan tertegun, dia berkata, “Bukannya kau ingin...”
“Tidak perlu dilanjutkan, apakah kau pikir aku akan melecehkanmu? Mengapa aku harus melakukan hal - hal tidak senonoh seperti itu? Aku bukanlah tipe laki - laki yang mudah tertarik dengan wanita.” Yun Tian berkata dengan dingin.
Lan Ruo sedikit menghela nafas senang saat dia mendengar perkataanya, tetapi juga dia merasa sedikit kecewa dan berpikiran, 'Mengapa dia tidak mau? Apakah kecantikanku tidak cukup dimatanya?'
Sambil memikirkan hal tersebut dan juga dengan apa yang dia katakan, Lan Ruo tampak sangat malu dengan tindakan yang dia lakukan.
“Jadi... Apa keinginanmu?” Tanya Lan Ruo sambil berkata malu.
Yun Tian sedikit menggelengkan kepalanya saat melihat ekspresi gadis itu dan dia menjawab, “Aku hanya ingin bertanya dimana lokasi ku sekarang? Juga bisakah kau menjelaskan lebih spesifik letak lokasi ini tepat di daerah Benua Tian Wu bagian mana?”
“Kamu tidak tahu lokasimu sendiri?” Lan Ruo menatap Yun Tian dengan ekspresi aneh, “Apakah kamu tersesat?”
“Tidak usah banyak bicara, cepat katakan saja dimana kita sekarang berada?” Tanya Yun Tian dengan sedikit cemberut kesal.
Yuk bantuin authornya supaya rajin upload.
Caranya gampang! kalian tinggal like, vote dan rate bintang 5.
__ADS_1
Jangan cuma baca doang tapi ga di like sama vote. Nanti authornya bakal nge down dan jadi males up. 👍🏻
Bagi yang udah Vote dan Like Terimakasih ya... Semoga rejekinya lancar.