Pewaris God Of War

Pewaris God Of War
Ch 29 - Xuan Ling Mendominasi


__ADS_3

Yun Tian yang melihat itu langsung melambaikan tangannya ke arah badai es tersebut.


Bug!


Badai es itu langsung berhenti. Mereka langsung jatuh dan pingsan terkapar di tanah.


Setelah mengalahkan seluruh pemuda di kelompoknya. Yun Tian langsung menoleh ke arah Xuan Ling untuk melihat bagaimana hasil pertempurannya.


<------------->


Disisi lain saat ini Xuan Ling sedang fokus kepada anggota kelompoknya. Tampaknya mereka sedang fokus bertarung juga.


Ding!


Boom!


Ding!


"Argh!" teriak salah satu pemuda.


Pemuda itu tertendang oleh seseorang. Dia terlempar dan pingsan terkapar di tanah.


Bug!


"Halo... Siapa nama nona muda yang cantik ini? Sepertinya aku belum pernah melihat anda." Ucap salah satu pemuda yang baru saja mengalahkan lawannya dengan mudah, lalu dia melanjutkan dengan nada menggoda, "Nona... sebaiknya kamu menyerah saja. Aku tidak ingin menyakiti wanita cantik seperti anda."


Xuan Ling hanya menatapnya dengan dingin, dia mengangkat pedang yang berada di sarung pinggang nya.


Swing!


Xuan Ling melompat melintas dengan cepat dan mengayunkan pedang tersebut ke arah pemuda yang baru saja berbicara sambil menggoda nya.


Swosh!


Ding!


"Argh!"


Pemuda itu tidak bisa bereaksi dengan kecepatan Xuan Ling. Dia terkena serangan pedangnya dan perutnya tertusuk lalu jatuh terkapar di tanah.


"Kamu tidak pantas untuk membuatku menyerah." ucap Xuan Ling dengan nada dingin.


Dia langsung menyarung kan pedangnya kembali ke sarung di pinggangnya. Dia menoleh ke arah pemuda lainnya yang masing - masing sedang bertarung.


"Lawan ku terlalu lemah. Untuk melawan mereka aku tidak harus mengeluarkan pedangku. Dengan energi dari elemen anginku sudah cukup untuk menghempaskan mereka dengan satu tangan."


Xuan Ling berdiri tegak. Dia memutar - mutar tangan kanannya. Energi angin langsung keluar dari tangannya. Angin itu sangat kencang membuat pemuda lainnya yang sedang fokus bertarung, langsung mengalihkan pandangannya kepada Xuan Ling.

__ADS_1


"Angin apa ini?!"


"Lihat itu! Pusat angin ini berasal dari tangan wanita itu! Dia adalah kultivator pengendali elemen berbasis angin!"


"Awas! Hati - hati! Dia mengarahkan angin itu kepada kita!"


Teriak para pemuda yang sedang melihat energi angin Xuan Ling.


Xuan Ling hanya menatap mereka dengan dingin. Dia mengangkat tangan kanannya yang penuh dengan energi angin tersebut. Dia mengayunkannya ke arah pemuda - pemuda di depannya.


"Wind Strom!"


Badai Angin dengan cepat berputar - putar menuju ke arah sasarannya. Badai itu mengenai seluruh pemuda yang berada di kelompoknya.


Swosh!


"Argh!"


Badai Angin itu bergerak mencapai pemuda - pemuda di depannya. Mereka langsung terkena badai angin tersebut, dan berputar - putar dengan kencang, membuat mereka merasa mual dan pusing.


Xuan Ling melambaikan tangannya dan badai angin yang sangat kencang langsung berhenti. Diikuti oleh suara pemuda - pemuda yang jatuh dari badai tersebut. Mereka semua langsung merasa mual dan muntah lalu pingsan terkapar di tanah.


Setelah mengalahkan mereka. Xuan Ling langsung mengalihkan pandangannya ke arah kelompok Yun Tian. Dia melihat Yun Tian yang sedang menatapnya sambil tersenyum.


"Tuan! Aku sudah menang!" teriaknya sambil melambaikan tangannya kepada Yun Tian.


Dia mengalihkan pandangannya ke arah 18 kelompok lainnya. Dia melihat Yun Jiang yang sepertinya telah mengalahkan seluruh lawannya.


Merasakan tatapan seseorang. Yun Jiang langsung mengalihkan pandangannya ke arah orang yang sedang menatapnya. Yun Jiang sedikit tertegun, dia melihat Yun Tian yang sedang menatapnya dengan dingin.


Yun Jiang hanya membalas tatapan tersebut dengan wajah datar, tidak ada rasa sombong seperti sebelumnya.


Yun Tian juga sedikit tertegun.


'Hmm? Sepertinya anak ini sedikit berubah... Dilihat dari tatapannya, tidak ada rasa sombong lagi seperti sebelumnya. Sepertinya tetua pertama telah mendidiknya dengan benar dan keras.'


Yun Tian menoleh ke arah kelompok lain. Dia melihat pemuda - pemuda lainnya yang masih bertarung dengan kelompok mereka masing - masing.


Dia juga melihat Yun Hong yang masih bertarung dengan lawannya. Dilihat dari posisinya, tidak lama lagi dia tampak akan menang dengan lawan - lawannya.


Setelah melihat pertarungan - pertarungan dari kelompok lain. Tidak ada yang menarik perhatian Yun Tian sama sekali dan dia memutuskan untuk menunggu mereka hingga selesai lalu bertarung di babak selanjutnya.


Setelah satu jam kemudian. Semua pemenang dari kelompok masing - masing dikumpulkan di satu tempat oleh Patriak Yun Mubai.


Terlihat berdiri 20 orang di tempat tersebut. Orang itu tidak lain adalah Yun Tian, Xuan Ling, Yun Jiang, Yun Hong, dan 16 orang lainnya.


"Baiklah! Karena pemenang dari kelompok masing - masing telah di tentukan. Di babak ke 2 ini, kalian akan bertarung duel 1 lawan 1. Nama yang akan saya panggil, harus langsung memasuki arena duel dan saling bertarung oke?" ucap Patriak Yun Mubai sambil menatap 20 pemuda di depannya.

__ADS_1


"Siap Patriak!" jawab mereka serempak.


Patriak Yun Mubai langsung membacakan nama pertama.


"Yun Huai!"


Pemuda bernama Yun Huai langsung sigap dan berjalan masuk ke duel arena.


Yun Huai adalah pemuda berumur 19 tahun. Usianya sudah tua di bandingkan generasi muda keluarga Yun lainnya. Dia sudah berada di ranah Body Tempering tingkat 6.


Patriak Yun Mubai mengangguk dan dia langsung membacakan nama selanjutnya.


"Xuan Ling!"


Xuan Ling dengan tenang berjalan ke arah duel arena. Banyak pemuda lainnya yang tertegun dengan kecantikannya dan banyak juga yang tampak bingung.


"Xuan? Siapa dia? Dia tidak memakai nama marga Yun kita. Apakah dia orang luar?"


"Orang luar? Mengapa dia berada di sini?"


Patriak Yun Mubai juga sempat bingung. Dia berjalan ingin menanyai asal usul wanita tersebut.


Namun sebelum bertanya, tiba - tiba suara pemuda terdengar.


"Tunggu! Dia adalah tunangan ku. Dia tidak berasal dari keluarga Yun. Tapi karena dia adalah calon istriku, dia juga termasuk keluarga Yun."


Semua orang langsung mengalihkan pandangannya ke arah suara tersebut. Mereka melihat pemuda rambut perak dengan wajah tampan tak tertandingi.


Pemuda itu tidak lain adalah Yun Tian. Dia berbicara dengan tenang namun ada aura dingin sedingin es darinya. Mengetahui bahwa wanita itu adalah tunangan cucunya, Yun Mubai mengangguk pelan.


"Baiklah... Silahkan lanjut berjalan ke duel arena."


Xuan Ling lanjut berjalan dengan kepala yang menunduk. Jika orang bisa melihat wajahnya. Mereka pasti akan terkejut melihat wanita cantik sepertinya bisa tersipu malu, hingga memerah seperti itu.


'Tu-tuan berkata bahwa aku adalah tunangannya?! Aku harus tenang! Aku harus tenang! Bukan saatnya berkhayal seperti itu.' pikirnya dengan wajah yang masih memerah bahagia.


Xuan Ling menggelengkan kepalanya dengan kencang, dan wajahnya langsung kembali menjadi tenang. Dia langsung fokus menatap pemuda bernama Yun Huai di depannya.


...Kalo mau crazy up, like dan vote banyakin......


...Semakin banyak like dan vote, semakin semangat author buat up nya 👍...


...Jangan lupa rate bintang 5 juga ya......


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=Author hari Rabu, kamis, dan Jumat ga up dlu, Mohon maaf ya🙏...


Lanjut up hari Sabtu nanti

__ADS_1


__ADS_2